Sukses

Kenali Ciri-ciri Anak Terkena Polio

Polio merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai penularannya, terutama pada anak-anak. Yuk, kenali ciri-cirinya.

Klikdokter.com, Jakarta Polio, atau yang dikenal juga sebagai poliomyelitis, adalah penyakit menular yang telah menyerang manusia sejak abad ke-20. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, sehingga Anda harus benar-benar mewaspadainya. Lalu, seperti apa ciri-ciri penularannya? 

Kata poliomyelitis sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu polio yang berarti abu-abu dan myelon yang berarti sumsum. Ini adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio.

Dalam beberapa dekade terakhir, sebenarnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mencapai keberhasilan luar biasa dalam mengurangi angka kejadian polio di negara-negara endemik. 

Indonesia juga telah berhasil mendapat sertifikasi bebas polio pada Maret 2014, bersama dengan negara-negara anggota WHO dari kawasan Asia Tenggara lainnya. Sementara, beberapa negara yang masih belum dinyatakan bebas polio adalah Afganistan, Pakistan, dan Nigeria.

Akan tetapi, meski Indonesia telah dinyatakan bebas polio, bukan berarti Anda bisa menurunkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit ini. Sebab, virus polio masih tetap mengintai dan bisa menyerang kapan saja, terutama jika kebersihan lingkungan Anda tidak terjaga dengan baik.

Menyerang sistem saraf

Polio adalah penyakit yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan, terutama pada ekstremitas bawah dan lebih sering menyerang anak-anak. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian jika kelumpuhan tersebut terjadi pada otot pernapasan atau tenggorokan.

Virus polio dapat menular melalui kontak langsung dengan feses yang terinfeksi virus karena sanitasi yang buruk. Selain itu, virus ini juga dapat menular akibat kebiasaan jarang mencuci tangan serta mengonsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Terpapar bersin atau batuk dari penderita pun memiliki risiko tertular.

Oleh sebab itu, orang-orang yang tinggal di lingkungan dengan keterbatasan air dan toilet bersih akan lebih rentan tertular polio.

1 dari 2 halaman

Ciri-ciri anak terkena polio

Meski dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian, namun sebagian besar penderita polio tidak menunjukkan gejala. Bahkan, sebagian besar penderita polio tidak merasakan sakit dan tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Tapi, meski tanpa gejala sekalipun, mereka tetap dapat menularkan polio.

Gejala yang mungkin timbul pun akan bervariasi pada setiap individu, bergantung pada jenis polio yang dialaminya. Berikut adalah ciri-ciri anak yang terkena polio, sesuai dengan jenisnya:

  • Non-paralytic Polio

Sebagian besar anak yang terinfeksi polio jenis ini memiliki gejala yang tidak menyebabkan kelumpuhan. Akan muncul ciri-ciri gejala yang lebih mirip flu atau infeksi virus lainnya. 

Biasanya, gejala akan bertahan hingga 10 hari, dengan ciri-ciri seperti:

- Demam

- Sakit kepala

- Nyeri tenggorokan

- Muntah

- Lemas

- Nyeri atau kaku pada punggung

- Nyeri atau kaku pada leher

- Nyeri atau kaku pada lengan dan kaki

- Kelemahan pada otot

  • Paralytic Polio

Ini adalah bentuk penyakit polio yang memiliki gejala paling serius dan jarang terjadi. 

Ciri-ciri awal anak yang terkena polio jenis ini mirip dengan yang terjadi pada non-paralytic polio. Namun, dalam seminggu akan muncul gejala lain, seperti:

- Hilangnya refleks

- Nyeri atau kelemahan otot yang parah

- Kelemahan anggota badan pada salah satu sisi

  • Post-polio Syndrome

Bahkan, setelah dinyatakan sembuh dari polio pun, masih bisa timbul gejala yang akan memengaruhi anak yang telah terinfeksi. Ciri-cirinya adalah:

- Kelemahan dan nyeri otot atau persendian yang progresif

- Kelelahan

- Masalah pada pernapasan atau menelan

- Pengecilan massa otot (Atrofi)

- Gangguan pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea

- Penurunan toleransi terhadap cuaca dingin

Itulah ciri-ciri anak terkena polio yang harus Anda kenali. Penyakit polio bisa dicegah dengan menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan dengan baik, serta dengan melakukan vaksinasi. Maka dari itu, pastikan si Kecil telah mendapatkan vaksinasi yang lengkap agar dapat terhindar dari berbagai penyakit.

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar