Sukses

Bibir Tiba-Tiba Bengkak, Apa Penyebabnya?

Pernahkah mengalami bibir yang tiba-tiba bengkak? Nah, supaya kita paham tentang bibir bengkak, yuk baca informasinya selengkapnya berikut ini!

Mengalami bibir bengkak yang terjadi tiba-tiba memang bisa bikin cemas. Awalnya hanya timbul sensasi hangat dan terasa tak nyaman di bibir. Tapi begitu Anda bercermin, barulah tampak bibir sudah membengkak di luar normal.

Jika hal ini terjadi, yang harus diingat adalah jangan panik. Setelah itu, cari tahu penyebab bibir bengkak dengan mengingat-ingat apa yang baru Anda makan. Atau, apakah Anda baru saja mengoleskan sesuatu di bibir atau merasa digigit serangga?

Jangan langsung mengoleskan apa pun yang sekiranya mudah Anda temui karena bisa saja bertambah parah.

Untuk membantu Anda, berikut beberapa penyebab bibir bengkak yang banyak ditemui:

1 dari 4 halaman

1. Alergi

Kondisi bibir mendadak bengkak biasanya dipicu oleh alergi. Saat terpapar alergen, tubuh merespons dengan menghasilkan senyawa histamin. Efeknya, akan munculnya gejala klasik, seperti kulit gatal, bersin-bersin, dan peradangan, termasuk bibir bengkak.

Alergi dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya makanan, minuman, dan obat-obatan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Anda bisa konsumsi obat antialergi atau antihistamine.

Apabila reaksi alergi berupa jantung berdebar dan sesak napas, segeralah cari bantuan medis di rumah sakit atau klinik.

Artikel lainnya: 5 Penyakit yang Ditandai Gejala Luka pada Bibir, Apa Saja?

2. Angioedema

Angioedema merupakan pembengkakan yang terjadi di bawah jaringan kulit. Kondisi tersebut bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti penggunaan obat-obatan darah tinggi dari golongan ACE-Inhibitor (seperti captopril), ibuprofen, antibiotic seperti penisilin dan sulfa, aspirin, morfin, kodein, serta NSAID.

Hal lain yang bisa menyebabkan memicu angioedema adalah reaksi alergi terhadap makanan, bulu binatang, serbuk sari, spora jamur, dan gigitan serangga.

Makanan juga bisa menjadi penyebab bibir bengkak, seperti buah-buahan tertentu, ikan, udang, daging babi, kerang, produk susu, kacang, dan cokelat.

Pembengkakan angioedema umumnya terjadi selama 24-48 jam, serta bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Hanya saja, mata dan bibir adalah area tersering jadi sasaran.

Saat alami angioedema, Anda dianjurkan untuk menghentikan penggunaan obat tersebut. Konsultasi kepada dokter untuk mendapatkan obat penggantinya.

3. Cedera atau Trauma

Cedera di wajah, terutama sekitar mulut atau rahang, bisa juga bikin bibir bengkak. Anda juga mungkin alami memar, pendarahan, dan juga luka goresan.

Mengatasi bibir bengkak akibat trauma bergantung penyebabnya. Pada cedera ringan, kompres es bisa bantu mengatasi dan meringankan rasa sakit. Anda dapat juga mengaplikasikan kompres hangat agar pembengkakan berkurang.

Artikel lainnya: Bibir Kering dan Pecah-Pecah, Ini 5 Penyebabnya

2 dari 4 halaman

4. Cheilitis Glandularis

Cheilitis glandularis adalah peradangan di bibir yang menyerang kelenjar ludah minor dan salurannya sehingga mengeluarkan saliva kental. Biasanya hanya mengenai area bibir bawah.

Menurut Genetic and Rare Diseases Information Center, kondisi ini lebih sering terjadi pada pria.

Cheilitis glandularis sendiri belum diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, pakar menduga kondisi ini berhubungan dengan kondisi gigi dan mulut yang buruk, paparan sinar matahari terus-menerus, serta kebiasaan merokok.

Saat alami cheilitis glandularis, cari tahu apa faktor penyebabnya. Hindari dan setop kebiasaan tersebut.

5. Sindrom Melkersson-Rosenthal

Penyebab bibir bengkak tiba-tiba lainnya adalah sindrom Melkersson-Rosenthal, yaitu kondisi peradangan neurologis yang pengaruhi wajah. Gejalanya adalah bengkak pada satu sisi wajah, kelopak mata, bibir dan juga terdapat celah/belahan pada lidah.

Pada beberapa penderita, sindrom langka ini bisa mengakibatkan kelumpuhan pada wajah atau lidah yang berulang.

Penyebab sindrom Melkersson-Rosenthal masih belum diketahui secara pasti. Namun, diduga berhubungan dengan kelainan bawaan genetik, infeksi, atau bentuk respons imun tubuh. Terapinya bisa berupa pemberian kortikosteroid dan antibiotik sesuai resep dokter.

Artikel lainnya: Mau Memerahkan Bibir dengan Stroberi? Cek Dulu Fakta Ini!

6. Cheilitis granulomatosa

Cheilitis granulomatosa atau sering disebut Miescher cheilitis termasuk ke dalam peradangan langka. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan wajah, pembengkakan di satu atau kedua bibir, lidah yang bercelah, dan kelumpuhan pada wajah yang bisa berulang.

Untuk mengatasi penyebab bibir bengkak ini, Anda bisa menjalani terapi kortikosteroid. Tujuannya untuk meredakan gejala dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Pasalnya, penyakit ini bisa sangat mengganggu hingga menyebabkan stres.

3 dari 4 halaman

7. Hematoma

Selain penyebab di atas, faktor lain penyebab bibir bengkak adalah hematoma. Biasanya, kondisi tersebut diakibatkan oleh suatu trauma. Misalnya, karena tergigit, terkena pukulan benda tumpul, jatuh, dan menabrak sesuatu.

Jika berukuran kecil, hematoma tidak membutuhkan perawatan. Lesi hematoma akan hilang secara spontan.

Namun, jika ukurannya lebih besar dari biasa, lesi hematoma akan menekan daerah di sekitarnya. Anda dapat memberikan es sesaat setelah mengalami trauma.

Itulah faktor-faktor penyebab bibir bengkak. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Dokter akan memeriksa dan mencari tahu pemicu bengkaknya bibir dan mengobatinya sesuai dengan penyebabnya.

Untuk membaca artikel tentang kesehatan gigi dan mulut lainnya, download aplikasi Klikdokter via Play Store atau Apps Store.

[HNS/JKT]

4 Komentar