Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Jangan Abai, Ini Pentingnya Mencuci Tangan untuk Anak Sekolah

Jangan Abai, Ini Pentingnya Mencuci Tangan untuk Anak Sekolah

Mengajarkan anak untuk mencuci tangan dengan benar, khususnya anak sekolah, sangat penting dalam menjaga kesehatannya.

Klikdokter.com, Jakarta Tangan adalah media terbesar bagi kuman untuk masuk ke dalam tubuh manusia. Tidak hanya orang dewasa, anak pun bisa terserang penyakit akibat kuman yang tersebar melalui tangan. Itulah sebabnya, orang tua wajib mengedukasi anak akan pentingnya mencuci tangan secara rutin setelah beraktivitas di dalam maupun luar rumah, apalagi anak-anak usia sekolah yang aktif.

Hal ini terungkap dalam acara yang diselengarakan oleh Lifebuoy di SDN 01 Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Selasa (15/10). Acara bertema “Antar Anak Sehat Indonesia” ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak, agar mereka dapat mengikuti jadwal sekolah tanpa mudah sakit.

Hadir sebagai salah satu narasumber, dr. Kanya Fidzuno, Sp.A, menjelaskan, sekolah adalah salah satu pilar yang cocok dijadikan wadah untuk mengedukasi anak akan pentingnya mencuci tangan bagi kesehatan.

“Menjaga kesehatan anak tentu perlu didukung lingkungan yang sehat, mulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Dalam hal ini, sekolah merupakan salah satu tempat di mana anak akan menghabiskan separuh harinya untuk beraktivitas, seperti belajar dan bermain,” ujar dr. Kanya.

Sekolah bisa jadi tempat penyebaran penyakit

Namun di saat bersamaan, sekolah juga menjadi tempat di mana anak berisiko tertular bermacam jenis penyakit. Media penyebarannya pun beragam, antara lain melalui kontak dengan teman, memegang uang, berolahraga, bermain di lapangan, atau ketika di toilet.

Jika di saat bersamaan daya tahan tubuh si Kecil sedang rendah, kuman-kuman ini dapat menyebabkan beberapa penyakit yang bisa menurunkan produktivitas anak. Adapun tiga penyakit sering dikaitkan dengan kebersihan tangan yakni batuk dan pilek, diare, dan infeksi mata.

Selain tangan, kulit kaki juga termasuk bagian tubuh yang dapat mengalami berbagai penyakit kulit karena kurangnya kebersihan.

“Misalnya saja penyakit jamur kaki. Penyakit ini dapat bermula dari kebiasaan buruk tidak menjaga kebersihan kaki,” tutur dr. Kanya.

Kebiasaan sering membiarkan kaki berada dalam kondisi lembap juga turut memengaruhi. Penyakit jamur kulit akan menimbulkan rasa gatal, perih, dan berbagai gejala lain yang tentunya menyebabkan anak merasa tidak nyaman saat beraktivitas.

1 dari 2 halaman

Waktu-waktu wajib untuk mencuci tangan

Menurut dokter yang praktik di Rumah Sakit Hermina itu, ada lima waktu wajib ketika seorang anak harus mencuci tangannya. Kelima waktu itu meliputi sebelum dan sesudah makan pagi, sebelum dan sesudah makan siang, sebelum dan sesudah makan malam, setelah beraktivitas di luar rumah, serta setelah keluar dari kamar mandi.

Dokter Kanya juga menegaskan, meski tangan anak tidak terlihat kotor, mencuci tangan sehabis beraktivitas di luar rumah tetap harus dilakukan. Pasalnya, meski terlihat bersih, kuman dan bakteri lain tetap berpotensi menempel di sana.

Yang juga perlu diingat, mencuci tangan tidak cukup dengan air mengalir, tapi juga harus dengan sabun. Selanjutnya, jangan cuci tangan terburu-buru. Lakukan beberapa langkah di bawah ini:

  • Basahi tangan dan jari-jari Anda di bawah air mengalir dan gunakan sabun.
  • Gosok semua permukaan tangan, yakni: telapak tangan, punggung tangan, sela jemari, serta di bawah kuku.
  • Gosok tangan dengan sabun selama 20 detik. Kalau Anda bingung, durasi ini setara dengan dua kali menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”.
  • Basuh tangan di bawah air mengalir. Keringkan kedua tangan dengan menggunakan handuk atau bersih, atau di bawah pengering tangan.

Mencuci tangan adalah cara yang paling mudah, murah, tetapi efektif dalam mencegah berbagai penyakit. Bertepatan dengan Hari Cuci Tangan Sedunia ini, selalu ingatkan anak untuk mencuci tangan pada lima waktu wajib di atas, baik di sekolah, di rumah, atau di tempat-tempat lainnya, serta dilakukan dengan cara yang benar. Bila ini menjadi kebiasaan, ditambah dengan pola hidup yang sehat, niscaya daya tahan si Kecil akan selalu kuat hingga dewasa!

[HNS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar