Sukses

Sulli f(X) Meninggal Dunia, Diduga Bunuh Diri

Lagi, dunia hiburan Korea dirundung kabar duka. Sulli, penyanyi sekaligus aktris ditemukan meninggal dunia di apartemennya, diduga karena bunuh diri.

Klikdokter.com, Jakarta Masih segar di ingatan soal meninggalnya Jonghyun SHINee dua tahun silam. Artis debutan SM Entertainment tersebut diketahui depresi sebelum mengakhiri hidupnya. Kini, masih dalam agensi yang sama, Sulli, aktris sekaligus penyanyi, dikabarkan meninggal dunia (14/10) dengan dugaan bunuh diri di apartemennya di wilayah Sujeong-gu, Seongnam, Provinsi Gyeonggi.

Dilansir dari Liputan6.com, dugaan bahwa wanita kelahiran tahun 1994 itu meninggal dunia akibat bunuh diri didapatkan dari sebuah berita di saluran KBS. 

Jenazah Sulli ditemukan pertama kali oleh manajernya pada pukul 15.21 waktu setempat setelah dia tidak mendapat respons apa pun dari sang artis. Sang manajer tak bisa menghubungi Sulli sejak Minggu (13/10) pukul 18.30 waktu setempat. 

Kendati demikian, dugaan bunuh diri masih terus ditelusuri oleh pihak kepolisian setempat. 

Sisi gelap kehidupan Sulli

Sementara itu, dalam penampilan terbarunya di salah satu acara televisi Korea Selatan berjudul Reply Night, Sulli mengaku bahwa kehidupannya tidak sebahagia yang dia tunjukkan kepada masyarakat. Anggota termuda dari girlband f(X) tersebut merasa bahwa kehidupan asli yang dijalaninya begitu gelap. 

Kehidupan Sulli sebagai artis memang penuh kontroversi. Beberapa tahun silam, Sulli pernah dihujat oleh netizen akibat gaya berpacarannya yang kontroversial. Bahkan, ia pun sempat mengakhiri kariernya sebagai idol K-Pop pada tahun 2014 setelah berjuang menghadapi kritikan pedas dan berbagai rumor negatif di internet. 

Melanjutkan kembali kariernya di dunia hiburan sebagai aktris ternyata tak selancar yang dia bayangkan. Sulli sempat memulai program reality show-nya sendiri berjudul Truth Store. Di acara tersebut, wanita bertubuh kurus itu pun mengaku tengah mengalami masa-masa sulit. 

Mengalami serangan panik

Dilansir dari berbagai sumber, Sulli juga mengaku mengalami gangguan panik dan sindrom popularitas yang ekstrem. Dalam pengakuannya, meski dia sedang berada di titik terendah dalam hidup, tak ada orang yang mau mendengarkan atau dan memahami kondisinya. 

Serangan panik itu sendiri merupakan perasaan takut yang terjadi secara mendadak dan tiba-tiba. Penderita serangan panik sering merasa seperti terkena serangan jantung atau akan mati mendadak. Serangan panik diduga merupakan respons yang diberikan tubuh sebagai bentuk pertahanan karena tubuh merasa terancam. 

Beberapa faktor yang dicurigai sebagai pemicu kondisi ini antara lain trauma, stres, emosi negatif, konsumsi kafein berlebih, dan lain sebagainya. Bila kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, bukan tak mungkin penderitanya lebih memiliki untuk mengakhiri hidup ketimbang tetap ‘bernapas’ dengan kondisi seperti itu. 

Tanda-tanda orang akan bunuh diri

Secara global, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada 800.000 orang lebih di seluruh dunia yang meninggal dunia akibat bunuh diri tiap tahunnya, dan angka mereka yang melakukan percobaan bunuh diri lebih besar lagi.

Namun, pada dasarnya, bunuh diri bisa dicegah. Orang yang memiliki niat bunuh diri menunjukkan beberapa tanda, selain dirinya mengatakan ingin mengakhiri hidup. Adapun tanda-tanda yang dimaksud, antara lain:

  • Selalu fokus pada kematian
  • Menarik diri dari kehidupan sosial
  • Membuat rencana, misalnya memberikan barang berharga, ‘berpamitan’, menulis catatan bunuh diri, hingga memperbarui surat wasiat.
  • Menunjukkan keputusasaan
  • Bertindak ceroboh
  • Menunjukkan perubahan suasana hati dan waktu tidur
  • Serta sering mabuk dan mengonsumsi obat terlarang.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, ada pula gejala depresi yang mengarah pada bunuh diri dan dapat Anda kenali, yaitu:

  • Tidak mampu lagi melakukan hobi
  • Selalu tampak murung
  • Penurunan nafsu makan
  • Gangguan memori dan sulit berkonsentrasi
  • Sering melakukan hal-hal berbahaya

Apabila orang-orang di sekitar Sulli lebih bisa membaca tanda-tanda yang ditampilkan olehnya, mungkin tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh artis Korea Selatan itu dapat dicegah. Semoga saja kabar meninggalnya Sulli dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat bahwa persoalan bunuh dan depresi bukanlah hal yang sepele. 

(RH)

1 Komentar