Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penderita Hepatitis B Tak Boleh Makan Jeruk, Mitos atau Fakta?

Penderita Hepatitis B Tak Boleh Makan Jeruk, Mitos atau Fakta?

Jeruk sering dianggap berbahaya untuk penderita hepatitis B. Namun, ada pula yang bilang bahwa buah tersebut bisa bermanfaat untuk membantu kesembuhan. Mana yang benar?

Ada anggapan yang menyebut bahwa jeruk merupakan buah yang wajib dihindari penderita hepatitis B. 

Hal tersebut berkaitan dengan kandungan dalam buah jeruk, yang konon bisa memperberat gejala penyakit hepatitis B.

Apakah medis sepaham dengan anggapan di atas? Benarkah jeruk bisa memperberat gejala hepatitis B, atau justru sebaliknya? Cari tahu kebenarannya lewat fakta di bawah ini!

Artikel Lainnya: Ragam Manfaat Kesehatan di Balik Asamnya Jeruk Kasturi

Benarkah Penderita Hepatitis B Tidak Boleh Konsumsi Jeruk?

Hepatitis B adalah penyakit akibat infeksi virus dengan nama yang sama, yaitu virus hepatitis B. Penyakit ini menyebabkan gejala nyeri perut bagian kanan atas, mual, muntah, tidak nafsu makan, dan demam. 

Pengidap hepatitis B memang dituntut untuk paham betul dengan kondisinya, agar penyakitnya tidak semakin buruk.

Salah satu hal yang wajib diperhatikan oleh orang penderita hepatitis B adalah pola makan sehari-hari. Lantas, bagaimana dengan jeruk? Apakah buah ini termasuk makanan yang mesti dihindari penderita penyakit hepatitis B?

Faktanya, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa jeruk bisa memperburuk gejala hepatitis B. 

Sebaliknya, buah berkulit oranye itu justru dapat memberikan banyak manfaat sehat, khususnya jika dikonsumsi secara rutin dan dengan porsi yang tepat oleh pengidap hepatitis B. 

Pada dasarnya, jeruk adalah salah satu anggota keluarga buah sitrus yang memiliki kandungan vitamin C tinggi. 

Si oranye ini juga mengandung antioksidan flavonoid, yang dapat melawan radikal bebas agar tidak masuk ke tubuh dan mencetuskan penyakit.

Jenis antioksidan pada jeruk tidak hanya mampu menangkal radikal bebas, tapi juga membantu tubuh penderita hepatitis B melawan virus yang bersemayam di dalam liver (hati).

Di samping itu, penderita hepatitis B yang mengonsumsi jeruk juga bisa mendapatkan asupan antioksidan flavonoid. Senyawa ini pun diyakini dapat menyehatkan liver, sehingga pasien memiliki kekuatan lebih untuk menahan serangan virus hepatitis B.

Artikel Lainnya: Manfaat Jeruk Nipis untuk Kesehatan

Manfaat Makan Jeruk untuk Penderita Hepatitis B?

Jeruk yang diolah menjadi jus tanpa tambahan apa pun diyakini dapat mengurangi kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), dan kadar stres oksidatif pada pasien dengan peningkatan enzim hati. 

Itu artinya, jus jeruk berpotensi memiliki manfaat untuk penderita hepatitis B yang sebagian besarnya mengalami peningkatan enzim hati.

Selain itu, jeruk juga memiliki berjuta manfaat lain yang dapat diperoleh hampir setiap orang, termasuk penderita hepatitis B. Berikut ini beberapa manfaat jeruk yang dimaksud:

  • Menjaga Kesehatan Jantung

Jeruk memiliki kandungan nutrisi yang mampu memberikan perlindungan terhadap kesehatan jantung. 

Oleh karena itu, konsumsi jeruk secara rutin dengan jumlah yang sesuai dan secara rutin mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koronerserangan jantung, dan stroke

American Heart Association (AHA) mengatakan bahwa wanita yang mengonsumsi jeruk secara rutin memiliki risiko stroke 19% lebih rendah daripada kaum hawa yang tidak mengonsumsi buah tersebut sama sekali.

  • Menyehatkan Kulit

Vitamin C bermanfaat untuk membentuk kolagen, yang mempertahankan elastisitas kulit serta melawan radikal bebas. 

Sebagai manfaatnya, Anda yang sering mengonsumsi jeruk akan lebih awet muda, terhindar dari keriput, dan memiliki kulit lebih cerah.

  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Jeruk adalah salah satu buah yang mengandung vitamin C dengan kadar tinggi. 

Vitamin C bermanfaat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga orang-orang yang rutin mengonsumsi buah jeruk menjadi jarang terserang penyakit.

  • Menurunkan Risiko Kanker

Paparan radikal bebas secara berulang dan dalam waktu berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kanker

Untungnya, jeruk dapat membantu menekan risiko tersebut. Hal ini karena buah tersebut kaya akan antioksidan.

Kini Anda sudah tahu fakta di balik rumor mengenai pantangan buah jeruk bagi penderita hepatitis B. 

Meski hanya mitos, Anda tetap perlu membatasi porsi jeruk yang dikonsumsi agar tidak berlebihan. Jeruk sebaiknya hanya dikonsumsi 2 buah dalam sehari, guna memenuhi kebutuhan vitamin C harian. 

Bagi Anda penderita hepatitis B, berkonsultasilah kepada dokter untuk mengetahui porsi dan pola makan yang aman, termasuk dengan konsumsi buah-buahan. Anda bisa memanfaatkan layanan tanya dokter di LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

1 Komentar