Sukses

Benarkah Gas Air Mata Bahaya bagi Pengidap Jantung Bawaan?

Gas air mata berefek pada pernapasan dan bikin mata perih. Apakah paparannya juga berbahaya bagi pengidap jantung bawaan?

Klikdokter.com, Jakarta Gas air mata menjadi perbincangan khalayak setelah ditembakkan oleh aparat yang menjaga demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu. Paparan gas air mata memang bisa menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya. Ada pula anggapan bahwa gas tersebut berbahaya bagi pengidap jantung bawaan. Benarkah demikian?

Pada aksi demo pelajar pada hari Senin (30/09) lalu di Jakarta yang berujung rusuh, gas air mata ditembakkan untuk menghalau massa yang semakin beringas. Efek dari gas air mata memang bisa dirasakan, bahkan sampai keesokan harinya ketika pengendara melewati lokasi penembakan gas tersebut.

Efek gas air mata juga sempat membuat seorang remaja berusia 14 tahun asal Pontianak, yang memiliki penyakit jantung bawaan, sampai diungsikan ke rumah sakit. Lewat sebuah wawancara, sang ayah menyampaikan ketakutannya, bahwa penyakit jantung bawaan anaknya kambuh ketika menghirup gas air mata.

Singkat cerita, anak itu sedang berobat terkait penyakit jantung bawaannya di Jakarta dan selama pengobatan tinggal di Kota Bambu. Namun karena tempat tinggalnya itu terdampak aksi demo, sang ayah mengungsikan anaknya ke RS Pusat Jantung Nasional (RSPJN) untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

"Akhirnya, ya, sudahlah kita di sini aja lebih aman kayaknya, karena anak saya punya penyakit jantung. Saya bawa ke sini takut sesak napas gara-gara gas air mata itu kan. Kalau sesak, kan, ada oksigen," ujar sang ayah seperti dikutip dari Detik Health.

Mengenal penyakit jantung bawaan

Sesuai dengan namanya, kelainan jantung bawaan sudah ada sejak bayi lahir. Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai bagian dari jantung bayi, mulai dari dinding jantung, katup jantung, dan struktur pembuluh darah.

"Derajat keparahan dari kelainan jantung bawaan ini juga bervariasi, mulai dari kondisi yang sederhana, sampai kondisi yang cukup rumit, hingga menyebabkan gejala yang mengancam nyawa," ujar dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter.

Gejala penyakit jantung bawaan biasanya bisa dideteksi sejak masih dalam kandungan. Jika dokter kandungan mendengar detak jantung janin ada yang tidak normal ketika melakukan pemeriksaan rutin, biasanya akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sebelum bayi lahir, kelainan jantung bawaan dapat terdeteksi dengan menggunakan beberapa pemeriksaan, salah satunya adalah USG kehamilan.

Namun pada beberapa kasus, gejala kelainan jantung bawaan tidak bisa terdeteksi sampai beberapa saat setelah kelahiran. Ini biasanya berkaitan dengan gangguan jantung yang ringan. Gejala yang bisa timbul adalah irama jantung abnormal, mudah lelah, kesulitan bernapas, serta pembengkakan pada organ tertentu.

"Bayi baru lahir dengan kelainan jantung bawaan dapat mengalami berbagai keluhan seperti sesak napas, bibir kebiruan, kulit pucat kebiruan, dan kesulitan untuk makan dengan cukup. Berbagai keluhan ini dapat berdampak pada gangguan pertumbuhan anak," demikian dituturkan oleh dr. Alvin.

Benarkah gas air mata berbahaya untuk penyakit jantung bawaan?

Nah, bagaimana soal gas air mata yang dianggap bisa berbahaya bagi penyakit jantung bawaan? Soal ini, dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter menyebut bahwa salah satu efek dari gas air mata ketika dihirup adalah mempercepat kerja jantung.

"Kalau gas air mata sampai terhirup, biasanya tubuh akan menganggapnya sebagai iritan. Tubuh akan menolak iritan dan biasanya akan muncul respons peradangan, seperti mempercepat kerja jantung dan batuk. Nah, kalau misalkan efeknya kerja jantung menjadi cepat pada penderita jantung bawaan, itu bisa berbahaya," ujar dr. Adeline saat diwawancara.

Meski demikian, efek bahaya gas air mata bagi pengidap penyakit jantung bawaan sifatnya tidak langsung. Akan tetapi tetap saja penderita harus ekstra hati-hati dengan efek tersebut. Waspadai juga efek langsung gas air mata bagi mata, pernapasan, dan kulit. Gejala yang timbul berupa iritasi, nyeri, gatal, alergi, nyeri kepala, muntah, hingga menimbulkan luka bakar kimia. Kalau ada demonstrasi lagi, sebaiknya jauhi area sekitarnya. Bila sampai ricuh, bukan tak mungkin aparat akan menembakkan gas air mata dan Anda bisa terkena paparannya.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar