Sukses

Penyebab Speech Delay pada Anak

Anak Anda belum bicara selayaknya teman-teman sebayanya? Bisa jadi dia mengalami speech delay. Apa saja, sih, faktor penyebabnya?

Speech delay sering kali menjadi istilah yang dipakai untuk semua bentuk keterlambatan komunikasi anak. Namun sebenarnya, kedua hal ini berbeda.

Speech delay bisa merujuk pada keterlambatan bicara ketika anak bisa menyampaikan isi pikirannya, tetapi ucapannya sulit dipahami.

Kondisi ini juga bisa merupakan keterlambatan bahasa ketika anak dapat mengucapkan kata-kata, tetapi tidak bisa menggabungkannya untuk menyampaikan isi pikirannya.

Sayangnya, terlambat bicara dianggap biasa dan akan hilang dengan sendirinya seiring anak bertambah usia. 

Faktanya, keterlambatan bicara maupun keterlambatan bahasa bisa disebabkan oleh beberapa hal. Ada yang bisa membaik dengan stimulasi terus-menerus, ada juga yang memerlukan intervensi dari dokter dan terapis.

Penyebab speech delay belum pasti. Namun, di bawah ini adalah faktor-faktor risiko yang bisa memengaruhi terjadinya speech delay pada anak

1 dari 4 halaman

1. Kondisi Medis Saat di Kandungan dan Baru Lahir

Kondisi medis bayi yang bisa menyebabkan terlambat bicara, yaitu:

  • Lahir prematur.
  • Berat badan lahir rendah.
  • Infeksi TORCH dalam kandungan, dapat memicu gangguan pendengaran pada bayi yang juga menjadi penyebab speech delay.
  • Kekurangan oksigen saat lahir.
  • Mengalami kuning.
  • Hipotiroid kongenital yang tidak terdiagnosis sehingga tidak diobati, dapat menyebabkan retardasi mental pada anak yang mengganggu perkembangan bahasa dan bicaranya.

Semua kondisi medis di atas berpotensi menyebabkan gangguan atau keterlambatan perkembangan otak, secara khusus bagian yang mengatur bahasa dan bicara. 

Artikel Lainnya: Anak Speech Delay, Bisakah Tidak Lakukan Terapi?

2. Riwayat Kejang, Radang Otak, Trauma Kepala

Berbagai kondisi berikut bisa mengganggu perkembangan otak anak, yang berdampak pada perkembangan bicara dan bahasanya:

  • Riwayat kejang yang lama.
  • Radang otak.
  • Trauma kepala yang terjadi pada bulan-bulan pertama kehidupan anak.

3. Gangguan Pendengaran

Penyebab anak speech delay yang juga sering ditemukan adalah gangguan pendengaran.

Gangguan pendengaran tidak selalu berarti sama sekali tidak mendengar, melainkan spektrum dari sama sekali tidak bisa mendengar hingga bisa mendengar sebagian (sampai volume tertentu).

Untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pendengaran, anak harus menjalani pemeriksaan oleh dokter THT.

Gangguan pendengaran bisa dialami sejak lahir, bisa juga seiring anak bertumbuh. Infeksi telinga yang berulang juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran ini. 

Artikel Lainnya: Mengenal Developmental Expressive Language Disorder pada Anak

2 dari 4 halaman

4. Masalah pada Struktur Mulut dan Fungsi Oromotor

Terlambat bicara juga bisa disebabkan oleh masalah pada struktur mulut, misalnya sumbing, atau masalah lain pada lidah atau langit-langit yang mengganggu gerakan lidah untuk memproduksi suara.

Selain itu, masalah juga bisa terletak pada area di otak yang mengontrol gerakan dan koordinasi bibir, lidah, dan rahang untuk memproduksi suara.

Selain menjadi penyebab speech delay, kondisi ini biasanya juga membuat anak kesulitan makan.

5. Autisme

Banyak anak dengan gangguan spektrum autisme mengalami masalah pada perkembangan bahasa dan sosial.

Namun karena biasanya mereka dapat duduk, merangkak, dan berjalan sesuai usia perkembangan normal, perbedaan perkembangan pada aspek sosial dan bahasa kadang kala terlambat disadari. 

Speech delay akibat autisme akan disertai dengan gejala autisme yang lain. Perlu diketahui pula bahwa autisme adalah sebuah spektrum, dari ringan hingga berat.

Karenanya, jika Anda memiliki kecurigaan, tidak ada salahnya untuk memeriksakan anak demi intervensi yang lebih cepat. 

Artikel Lainnya: Benarkah Orangtua Sering Berteriak Sebabkan Anak Gagap?

6. Retardasi Mental

Retardasi mental tidaklah sama dengan autisme. Pasalnya, autisme bukanlah masalah kecerdasan.

Sementara itu, retardasi mental adalah penurunan fungsi intelektual atau kecerdasan anak yang menyeluruh dan bermakna sehingga menyebabkan gangguan pada semua aspek perkembangan, termasuk perkembangan bahasa. 

3 dari 4 halaman

7. Riwayat Keluarga

Adanya riwayat gangguan bahasa dan bicara pada keluarga (gagap, artikulasi tidak jelas, terlambat bicara, disleksia), terutama pada orang tua atau kakak dan adik, meningkatkan kemungkinan anak untuk mengalami terlambat bicara. 

8. Kurang Stimulasi

Kurang stimulasi juga bisa menjadi penyebab speech delay pada anak. Kurang stimulasi sebagai penyebab bisa berdiri sendiri, bisa juga disertai gangguan medis lainnya.

Oleh karena itu, sebelum menyimpulkan bahwa penyebab terlambat bicara adalah kurangnya stimulasi, penyebab medis lainnya perlu disingkirkan terlebih dahulu agar intervensinya tidak terlambat. 

Kurang stimulasi bisa terjadi karena banyak hal, seperti:

  • Kurangnya pengetahuan pengasuh utama dalam menstimulasi.
  • Depresi pada orang tua.
  • Jumlah anak yang banyak sehingga anak kurang mendapat perhatian.
  • Kesulitan ekonomi, dan lain-lain. 

9. Gadget

Sebuah penelitian menunjukkan, anak yang memegang gadget untuk menonton atau main games sebelum mereka bisa bicara, memiliki risiko lebih besar mengalami terlambat bicara dibandingkan yang tidak menggunakan gadget.

Setiap penggunaan gadget selama 30 menit meningkatkan risiko terlambat bicara sebanyak 49%. 

Ada banyak penyebab speech delay pada anak. Jangan ragu untuk berkonsultasi segera dengan dokter jika orang tua merasakan ada hal yang mengganggu dan dirasa tidak sesuai pada proses tumbuh kembang anak.

Konsultasi dengan dokter lebih mudah melalui layanan Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar