Sukses

Cara Menghilangkan Stretchmark Pasca Melahirkan

Munculnya stretchmark pada kulit wanita setelah melahirkan tentu menjadi salah satu hal yang mengganggu. Ini cara untuk menghilangkannya.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang, khususnya wanita, yang merasa terganggu dengan urusan stretchmark. Berbagai cara dilakukan sebagai usaha untuk menghilangkan guratan di kulit yang dianggap mengganggu penampilan ini. 

Stretchmark adalah salah satu lesi kulit yang memang banyak terjadi pada wanita yang baru melahirkan. Selain itu, stretchmark juga dapat muncul pada orang yang mengalami perubahan berat badan drastis, gangguan endokrin seperti sindrom Cushing maupun efek samping dari pengobatan kortikosteroid. 

Stretchmark terjadi karena adanya peregangan kulit yang mengakibatkan perubahan struktur kolagen dan elastin pada kulit. Meski tidak menimbulkan nyeri, adanya garis–garis stretchmark tak jarang membuat wanita menjadi kehilangan rasa percaya diri. 

Terdapat dua jenis stretchmark yang dapat terjadi pada kulit Anda, yaitu stretchmark merah (striae rubra) dan stretchmark putih (striae alba). Striae rubra merupakan jenis stretchmark yang berwarna merah karena pembuluh darah muncul di permukaan kulit.

Jenis ini lebih mudah untuk di terapi karena umumnya pembuluh darah yang muncul respons terhadap terapi yang diberikan. 

Sedangkan striae alba, merupakan jenis stretchmark yang lebih sulit untuk diterapi. Garis putih pada kulit menunjukkan kondisi yang sudah lama dan kehilangan kolagen. 

Tips menghilangkan stretchmark

Saat ini banyak cara yang ditawarkan untuk membantu menghilangkan stretchmark. Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda coba untuk menghilangkan garis–garis yang muncul di sekitar perut, paha, maupun di sekitar payudara:

  1. Perawatan secara topikal

Krim yang mengandung vitamin A atau tretinoin (asam retinoik) dilaporkan efektif membantu mengurangi garis–garis stretchmark. Tetapi, penggunaan krim ini tidak disarankan untuk wanita hamil maupun menyusui, karena memiliki efek samping yang dapat membahayakan janin.

Kandungan vitamin A membantu merangsang produksi kolagen di mana akan memperbaiki struktur kulit.  

Penggunaan pelembap atau minyak yang mengandung hydroxyprolisilane C, rosehipCentella asiatica dan vitamin E dipercaya dapat membantu mengurangi garis–garis stretchmark. Meski membutuhkan waktu yang lama, tapi penggunaan secara rutin dapat membantu memudarkan garis–garis tersebut.

Kandungan pada pelembap atau minyak tersebut dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa wanita. Jadi jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter kulit Anda jika ingin mencobanya.

  1. Microneedling

Microneedling efektif untuk mengurangi stretchmark baik yang berwarna merah maupun yang berwarna putih. Prinsip terapi ini sama dengan terapi yang lain, di mana merangsang produksi kolagen dan elastin dengan menusukkan jarum yang berukuran kecil ke lapisan dermis dari kulit.

Prosedur ini mungkin akan menimbulkan sedikit rasa nyeri, sehingga tidak jarang dibutuhkan pengolesan krim anestesi sebelum tindakan.

  1. Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi adalah salah satu prosedur yang membantu merangsang produksi kolagen dan elastin pada kulit, sehingga garis–garis putih dapat tersamarkan. Prosedur ini umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, hampir mirip dengan eksfoliasi, hanya saja menggunakan alat khusus. 

Pada stretchmark yang masih tidak terlalu parah, mikrodermabrasi menjadi pilihan efektif untuk mengurangi gambaran garis–garis putih.

Kombinasi antara mikrodermabrasi dengan krim yang mengandung vitamin A memberikan hasil yang lebih memuaskan dibandingkan hanya menggunakan terapi mikrodermabrasi saja.

Tentunya untuk mendapatkan hasil yang sempurna, mikrodermabrasi perlu di ulang beberapa kali dalam jangka waktu tertentu. 

  1. Terapi laser 

Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak pula terapi baru yang ditawarkan. Terapi laser merupakan salah satu tindakan baru yang ditawarkan untuk mengurangi stretchmark.

Berdasarkan American Society of Dermatologic Surgery, terapi laser merupakan terapi yang disarankan untuk mengurangi gambaran stretchmark.

Hampir 60 persen wanita yang menjalani terapi ini membuahkan hasil yang baik. Meski terapinya tidak nyeri dan sangat efektif, harga yang ditawarkan masih terbilang cukup mahal, sehingga tidak semua wanita mau memilih terapi ini sebagai pilihan utama. 

  1. Operasi plastik

Tindakan terakhir yang dapat menjadi pilihan adalah operasi plastik, yang tujuannya untuk menghilangkan kelebihan kulit sekaligus mengencangkannya. Meski tindakan ini permanen dan efektif menghilangkan stretchmark sekaligus lemak yang berlebih, tetap ada risiko komplikasi yang mengintai seperti infeksi pasca operasi. 

Stretchmark bukan kondisi yang berbahaya dan sangat wajar terjadi pada wanita. Banyak pilihan terapi dari penggunaan krim hingga tindakan operasi ditawarkan untuk membantu menyamarkan bahkan menghilangkan garis stretchmark secara permanen.

Meski mengganggu penampilan, jangan sembarangan memilih cara untuk menghilangkan stretchmark. Jika Anda berniat untuk menghilangkannya usai melahirkan, konsultasikan pada dokter spesialis kulit. Hal ini terkait dengan kondisi kulit setiap orang berbeda–beda.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar