Sukses

Antioksidan, Ini Fungsinya untuk Tubuh

Anda mungkin sering disarankan untuk mengonsumsi makanan mengandung antioksidan. Apa sebenarnya manfaat antioksidan bagi kesehatan? Ini selengkapnya.

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat terjadinya oksidasi dari senyawa lain. Tubuh secara alami menghasilkan radikal bebas dan antioksidan. Namun, pada kenyataannya radikal bebas yang dihasilkan jauh melebihi jumlah antioksidan alami.

Dalam tubuh, radikal bebas dihasilkan secara alami saat berolahraga dan ketika tubuh mengubah makanan menjadi energi. Tubuh juga bisa terpapar radikal bebas dari lingkungan, seperti asap rokok, polusi udara, dan sinar matahari.

Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif, yaitu suatu proses dalam tubuh yang dapat memicu kerusakan sel. Stres oksidatif dianggap memainkan peran dalam berbagai penyakit, termasuk kanker, penyakit jantung, diabetespenyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson. 

Agar terhindar dari berbagai dampak buruk akibat radikal bebas, antioksidan sangatlah dibutuhkan. Inilah beberapa manfaat antioksidan bagi tubuh: 

1 dari 5 halaman

1. Mencegah Penyakit Jantung

Antioksidan dalam teh hijau yang dikenal sebagai polifenol dapat membantu mencegah penyakit jantung.

Polifenol berfungsi mencegah oksidasi lemak, sehingga dapat membatasi peradangan internal yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Selain itu, dalam sebuah penelitian oleh Women’s Health Study, vitamin E dari buah dan sayuran juga punya manfaat signifikan dalam menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

2. Mencegah Penyakit Saraf 

Banyak penelitian menunjukkan, ada hubungan antara radikal bebas dan gangguan suasana hati, seperti kecemasan dan depresi, serta penyakit neurologis seperti Parkinson dan Alzheimer. 

Antioksidan bisa berfungsi memerangi peradangan saraf yang disebabkan oleh kerusakan akibat radikal bebas. Hal ini dianggap jadi penyebab penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. 

Dengan mengurangi radikal bebas, antioksidan juga dapat memperbaiki gejala yang terkait dengan kecemasan dan depresi.

Artikel Lainnya: 7 Sumber Antioksidan Terbaik untuk Tubuh

2 dari 5 halaman

3. Menjaga Kesehatan Mata

Sebuah penelitian “The Are-Related Eye Disease Study” (AREDS) menemukan, kombinasi vitamin C, vitamin E, beta-karoten, dan seng memberikan beberapa fungsi perlindungan terhadap perkembangan degenerasi makula mata pada lansia.

Lutein (karotenoid alami dalam sayuran hijau seperti bayam dan kangkung) juga dapat melindungi penglihatan. Ketika dikonsumsi, lutein membentuk vitamin A dalam tubuh. 

Vitamin A mengatur pigmen yang diproduksi retina (lapisan jaringan peka cahaya di mata). Jadi, dapat membantu melindungi mata dari kerusakan akibat sinar matahari, sembari mempertahankan fungsi penglihatan cahaya dan warna yang rendah.

Artikel lainnya: Makanan Penangkal Radikal Bebas yang Kaya Antioksidan

4. Menjaga Kesehatan Kulit

Ketika kulit terpapar sinar ultraviolet tingkat tinggi, kulit akan mengalami oksidasi yang disebut kerusakan foto-oksidatif. Itulah yang bisa merusak sel, protein, dan DNA kulit, sehingga menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini.

Astaksantin disertai beta-karoten yang dikombinasikan dengan vitamin E telah terbukti dapat berfungsi menjadi salah satu kombinasi antioksidan yang paling kuat untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan foto-oksidatif.

3 dari 5 halaman

5. Meningkatkan Sistem Imun

Oksigen dengan kandungan energi yang tinggi dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh, karena kemampuannya untuk mempercepat produksi radikal bebas.

Astaksantin dan spirulina telah terbukti dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta melindungi sel dan DNA sel dari mutasi.

Artikel Lainnya: Benarkah Antioksidan Bisa Sembuhkan Jerawat?

6. Meningkatkan Memori 

Antioksidan mampu mengurangi tanda-tanda penuaan. Contoh antioksidan seperti vitamin E dan C dapat menjaga kesehatan memori. Manfaat antioksidan ini akan meningkatkan kemampuan sel otak dan mempertahankan ingatan jangka panjang. 

4 dari 5 halaman

7. Menjaga Kesehatan Hati

Hati adalah salah satu organ yang sangat penting bagi tubuh. Fungsinya sebagai organ detoksifikasi utama dan memelihara keseimbangan metabolisme tubuh. 

Stres oksidatif tubuh dapat menyebabkan kerusakan sel hati. Kebiasaan buruk seperti minum alkohol, merokok, dan minum obat-obatan tertentu jangka panjang juga dapat mempercepat kerusakan sel hati. 

Senyawa curcumin (temulawak), quercetin (apel dan bawang), dan naringenin (jeruk) telah dipelajari secara klinis dapat melindungi hati dari kerusakan. 

Manfaat antioksidan sangat penting bagi kesehatan. Sebaiknya, tambahkan asupan makanan tinggi antioksidan ke dalam menu harian Anda.

Sayuran dan buah-buahan dapat menjadi sumber antioksidan terbaik. Jenis bahan makanan itu banyak mengandung vitamin C dan E, selenium, beta-karoten, likopen, lutein, dan zeaksantin. 

Bila ingin konsultasi ke dokter seputar asupan antioksidan yang tepat sesuai kondisi pribadi, pakai Live Chat dari KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar