Setiap 23 Juli,
Indonesia memperingati Hari Anak Nasional. Tema tahun ini adalah
"Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", sebuah ajakan bagi semua
pihak untuk mengambil peran dalam tumbuh kembang anak. Dan ini menjadi momen
yang pas untuk membicarakan satu hal sederhana namun krusial: kelengkapan
imunisasi dasar anak, terutama terhadap difteri, pertusis, tetanus, dan polio.
Mengapa Empat Penyakit Ini Masih Perlu
Diwaspadai
Banyak orang tua mengira difteri dan polio “sudah punah”, “sudah jarang”. Kenyataannya, data terbaru
WHO dan UNICEF menunjukkan cakupan DTP (difteri-pertusis-tetanus) global memang
membaik, dengan 90 persen bayi di dunia menerima setidaknya satu dosis dan 85
persen menyelesaikan tiga dosis penuh pada 2025, tetapi ini masihdi bawah angka sebelum
pandemi COVID-19.Sekitar 13,5 juta bayi di dunia masih belum menerima satu pun dosis
vaksin sepanjang tahun 2025.
Pada akhir 2023, sejumlah anak di Jawa Timur,
Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Papua mengalami kelumpuhan akut akibat
virus polio, yang kemudian ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Kemudian direspon dengan Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio. Namun tantangan belum
selesai. Data Kemenkes yang dirilis menjelang Pekan Imunisasi Dunia 2026 mencatat cakupan
imunisasi dasar lengkap nasional baru mencapai 80,2 persen pada 2025, dengan
hampir 960.000 anak Indonesia masih tergolong zero-dose alias sama sekali belum menerima imunisasi.
Selain kerjain tersebut terdapat juga kejadin KLB
Difteri yang menyebabkan 68 KLB di 58 Kabupaten atau Kota pada tahun 2025.
Pertusis pun sama masih menyebabkan kejadian KLB pada tahun 2025 dengan kasus
mencapai 237 KLB di 114 kabupatan atau kota di Indonesia dengan kasus Pertusis
yang terkonfirmasi sebanyak 409 kasus. Kejadian KLB-KLB tersebut menjadi bukti
nyata bahwa menurunnya cakupan imunisasi dapat memunculkan kembali penyakit yang selama ini sudah kita anggap
“jarang”.
Sebagai langkah lanjutan, sejak Oktober 2025
Kemenkes menginisiasi
penggunaan vaksin heksavalen yang menggabungkan DPT, Hepatitis B,Hib dan IPV dalam satu suntikan di DIY, NTB, Bali,
serta enam provinsi di Tanah Papua, dengan rencana perluasan ke seluruh
Indonesia, untuk menyederhanakan jadwal suntikan serta mempercepat
kekebalan anak terhadap enam penyakit sekaligus.
Bagaimana Vaksin Kombinasi Bekerja Melindungi
Anak
Salah satu vaksin kombinasi yang sudah lama dipakai
di berbagai negara, termasuk untuk imunisasi dasar dan booster anak, adalah DTaP-IPV.
Vaksin ini menggabungkan toksoid difteri, toksoid tetanus, komponen pertusis
aselular, dan virus polio yang telah dinonaktifkan (DTaP-IPV) dalam satu
suntikan. Karena menggunakan komponen pertusis aselular, bukan sel utuh
bakteri, efek samping seperti demam atau nyeri di tempat suntikan umumnya lebih
ringan dibanding vaksin generasi lama. Di sisi lain, perlindungan yang dihasilkan tetap
kuat. Pengalaman klinis dan pengamatanselama lebih dari dua dekade juga menunjukkan
bahwa pemberian booster DTaP-IPV saat anak usia sekolah efektif menutup celah
kekebalan yang mulai melemah, sekaligus mengurangi risiko penularan pertusis ke
bayi-bayi di sekitarnya yang belum lengkap imunisasinya.
Jadwal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Merujuk rekomendasi IDAI dan Kementerian Kesehatan,
imunisasi DPT diberikan bertahap sejak usia 2 bulan, dilanjutkan booster di
usia 18 bulan dan sekitar 5 sampai 7 tahun, sementara imunisasi polio
(kombinasi OPV dan IPV) diberikan sejak lahir hingga usia sekitar 4 bulan
dengan boosterdi usia 18
bulan. Bila jadwal anak Anda sempat terlewat, kabar
baiknya imunisasi kejar (catch-up) tetap bisa dilakukan tanpa harus
mengulang dari awal, dengan
catatan untuk tetap dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Langkah Kecil dari Orang Tua, Perlindungan Besar
bagi Anak
Merayakan Hari Anak Nasional tidak harus dengan
sesuatu yang besar. Mengecek buku KIA, memastikan status imunisasi anak
lengkap, atau membawa si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat adalah bentuk kasih
sayang yang nyata. Setiap suntikan yang tepat waktu bukan hanya melindungi anak
Anda, tetapi juga adik-adik bayi lain yang belum cukup umur untuk mendapatkan vaksinasi lengkap, lewat kekebalan kelompok yang kita bangun bersama.
Jika Anda ragu mengenai jenis vaksin, jadwal, atau riwayat imunisasi anak yang belum lengkap, jangan ragu berkonsultasi langsung dengan dokter anak atau petugas kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat.
- Tema Hari Anak Nasional 2026:
Kenali Logo, Makna dan Sejarahnya.
https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/nbw55OJK-tema-hari-anak-nasional-2026-kenali-logo-makna-dan-sejarahnya - Global
childhood immunization coverage inches forward despite conflict and hesitancy.
https://www.who.int/news/item/15-07-2026-global-childhood-immunization-coverage-inches-forward-despite-conflict-and-hesitancy---unicef--who
- Diphtheria,
tetanus, and pertussis (DTP) vaccine.
https://www.paho.org/en/diphtheria-tetanus-and-pertussis-dtp-vaccine - Laporan
Situasi Respons Vaccine-Derived Poliovirus di Indonesia
https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/indonesia/polio/sitrep-edition-27-indonesian.pdf - Indonesia
Umumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio Berakhir.
https://www.kemkes.go.id/id/indonesia-umumkan-kejadian-luar-biasa-klb-polio-berakhir - Kemenkes Perkuat Imunisasi
Nasional, Fokus Jangkau Anak Zero-Dose.
https://kemkes.go.id/id/kemenkes-perkuat-imunisasi-nasional-fokus-jangkau-anak-zero-dose - TETRAXIM
(Diphtheria, Tetanus, Pertussis Acellular, and Inactivated Poliomyelitis Vaccine). https://www.sanofi.com/assets/countries/india/docs/science-and-innovation/for-healthcare-professionals/product-information/vaccines/Tetraxim--PI.pdf
- A
combined DTaP-IPV vaccine (Tetraxim®/Tetravac®) used as school-entry booster: a
review of more than 20 years of clinical and post-marketing experience. DOI: https://doi.org/10.1080/14760584.2022.2084076
- Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18
Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024.
https://www.idai.or.id/professional-resources/rekomendasi/jadwal-imunisasi-anak-usia-0-18-tahun
:format(webp)/article/Ps7-s1nmnyz6ybxQwXcTg/original/nuusnf540mwb3ggca4vi36xa8vsv1vc4.jpg)