Sukses

Riwayat Kesehatan BJ Habibie Sebelum Meninggal Dunia

Setelah sepekan lebih dirawat di RSPAD, Presiden RI ke-3 BJ Habibie meninggal dunia Rabu sore kemarin. Berikut riwayat kesehatan beliau.

Klikdokter.com, Jakarta Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie meninggal dunia karena sakit yang dideritanya, pada Rabu (11/9) sore kemarin. Sebelumnya beliau sempat lebih dari sepekan dirawat secara intensif di RSPAD Gatot Subroto. Selama hidup, riwayat kesehatan BJ Habibie terbilang cukup baik meskipun  beberapa waktu belakangan memang terjadi penurunan fungsi beberapa organ. Kondisi ini tentu saja dipicu oleh faktor usia yang terus menua.

Diketahui bahwa kondisi Habibie memang sempat menurun belakangan ini. Bahkan sudah ada 44 dokter yang tergabung dalam tim dokter kepresidenan  yang terus memantau perkembangan kondisi terakhir pria kelahiran Parepare tersebut. 

Dikutip dari laman Liputan6, dalam keterangan resminya, ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof dr Azis Rani menyebutkan bahwa Habibie telah masuk RSPAD Gatot Subroto sejak 1 September 2019 lalu.  Selama dalam perawatan intensif, kondisi Habibie ditangani secara intensif oleh tim dokter spesialis yang terdiri dari para dokter dari berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal. 

Riwayat kesehatan BJ Habibie

Sebelumnya, sekitar tahun 2018, BJ Habibie juga sempat dirawat di Munchen Jerman. Pada saat itu, beliau terpaksa dirawat akibat mengalami kebocoran klep jantung

Dikutip dari Kompas.com, akibat kebocoran klep jantung yang dialaminya tersebut, sempat terjadi penumpukan cairan di paru-paru Habibie hingga 1,5 liter banyaknya. Kondisi ini tentu saja membuat mantan Menteri Riset dan Teknologi tersebut sulit untuk bernapas. 

Pada tahun yang sama, kondisi BJ Habibie juga sempat dikabarkan menurun akibat kelelahan setelah menjalani sejumlah aktivitas padat di sejumlah kota di Indonesia. 

Pada tahun 2016,  Habibie juga sempat dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Saat itu beliau didiagnosis terkena infeksi bakteri yang menyebabkan suhu tubuhnya naik selama beberapa hari. 

Kemarin, setelah melewati serangkaian perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto, pria yang juga kerap disapa dengan panggilan Eyang Habibie ini pun mengembuskan napas terakhirnya. BJ Habibie meninggal dalam usia 83 tahun.

Dikutip dari kumparan.com, Thareq Kemal Habibie sempat menyatakan, “Alasan kenapa meninggal, adalah karena sudah menua.”

Thareq menyebutkan bahwa gagal jantung dan penuaan organ-organ lainnya di dalam tubuh sang ayah, membuat kondisinya terus melemah. “Jadi sudah tidak kuat lagi,” ujar Thareq.

1 dari 2 halaman

Kondisi jantung yang dialami Habibie Sebelum Meninggal

Seperti yang dikatakan oleh putra kedua Habibie, Thareq Kemal Habibie, kepergian sang ayah memang murni akibat faktor usia. Penuaan usia seseorang secara fisiologis mengakibatkan organ-organ tubuh – termasuk jantung – melemah dan tidak lagi mampu bekerja dengan baik. 

Kondisi di mana jantung tidak lagi dapat bekerja dengan optimal bisa disebut juga dengan gagal jantung. Pada situasi tersebut, jantung tidak mampu lagi bekerja untuk  memompa darah ke seluruh jaringan tubuh dengan baik. Tidak terpompanya darah dengan maksimal, akan menyebabkan penumpukan darah pada ekstremitas, misalnya lengan, tungkai dan juga paru-paru. 

Menurut dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter, gagal jantung juga sering dikaitkan dengan penyakit lainnya, seperti diabetes mellitus, tekanan darah tinggi dan gangguan pada katup jantung. 

“Dari pemberitaan media nasional ada yang menyebutkan bahwa sebelumnya almarhum BJ Habibie juga pernah mengalami kebocoran klep jantung. Klep jantung ini juga bisa disebut dengan katup jantung,” kata dr. Alvin.

“Kondisi kebocoran klep jantung sebenarnya bisa terjadi. Bahkan orang sehat sekalipun bisa mengalami gangguan ini, di mana ada kebocoran yang sangat minimal sehingga tidak memengaruhi fungsi jantung secara umum,” urai dr. Alvin. 

“Namun, jika kebocoran klep yang terjadi sudah berada di tingkat yang parah, dapat terjadi gangguan aliran darah,” dr. Alvin menambahkan. 

Jenazah BJ Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata siang ini, setelah disemayamkan di rumah di duka di  Jalan Patra Kuningan XII/3, Jakarta Selatan.Inspirasi yang ditebar oleh Prof.Dr.Ing.H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng – atau lebih dikenal sebagai BJ Habibie – semasa hidup, kuat terpatri dalam ingatan masyarakat. Meninggalnya salah satu putra terbaik Indonesia ini tentu menyisakan duka. Namun ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari riwayat kesehatan beliau. Karakter BJ Habibie yang periang dan berpikiran positif tampaknya turut memberikan kontribusi positif terhadap kondisi kesehatannya selama hidup.  Selamat jalan, Bapak BJ Habibie.

[RVS]

2 Komentar