Sukses

Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Matcha dan Green Tea

Sering dikira sama, matcha dan teh hijau punya banyak perbedaan. Simak perbedaan rasa, manfaat, serta budidaya matcha dan green tea lewat ulasan ini.

Matcha dan green tea (teh hijau) adalah minuman yang sangat terkenal di seluruh dunia. Kendati begitu, masih banyak yang menganggap keduanya sama. 

Padahal, ada perbedaan antara matcha dan green tea yang belum banyak orang ketahui. Agar tahu manfaat serta perbedaan dari keduanya, ikuti terus ulasan berikut ini.  

1 dari 4 halaman

Ini Bedanya Matcha dan Green Tea

Baik matcha dan teh hijau berasal dari tanaman yang sama, yakni Camellia sinensis. Keduanya merupakan minuman yang kaya nutrisi dan mempunyai ragam manfaat untuk kesehatan. Berikut adalah perbedaan matcha dan green tea.

  1. Perbedaan Rasa 

Perbedaan matcha dan green tea bisa diketahui dari rasanya. Sebagian besar orang dapat merasakan sensasi sedikit pahit di lidah ketika menyeruput green tea. Namun, akan berbeda ketika mereka merasakan matcha yang cenderung lebih manis. 

Terlebih, matcha kini lebih sering dikemas dalam bentuk minuman latte, memiliki tekstur yang halus, dan bonus zat kafein yang membuat Anda semangat beraktivitas sepanjang hari.

Artikel Lainnya: Ini Alasannya Mengapa Green Tea Bisa Turunkan Berat Badan

  1. Budidaya

Perlu Anda ketahui, matcha dan teh hijau dibudidayakan dan diolah dengan cara berbeda. Sebanyak 80 persen teh hijau yang dijual di pasaran berasal dari Cina. Lalu, sebagian besar matcha dibudidayakan di negara Jepang.

Secara umum, teh hijau ditanam di bawah sinar matahari langsung. Lalu, proses pengeringannya menggunakan metode artisanal, yaitu pengeringan dengan matahari atau metode pengeringan dengan oven.

Sedangkan matcha, ditanam di tempat yang teduh dan tidak terkena matahari langsung. Semak tanaman ini harus dilindungi dari sinar matahari, kira-kira sekitar 20-30 hari sebelum dipanen. 

Setelah panen, batang dan urat dikeluarkan dari daun. Lalu, daunnya ditumbuk sampai menjadi bubuk yang dikenal dengan nama matcha.

  1. Cara Konsumsi

Cara mengonsumsi green tea dan matcha pada dasarnya berbeda. Matcha dibuat dengan mencampurkan satu sendok teh bubuk matcha ke dalam air panas. Kemudian, bubuk matcha diaduk sampai tidak ada lagi gumpalan yang terlihat. 

Beberapa kafe atau kedai teh sering mencampur matcha dengan tambahan gula, susu, atau bahan lain sebagai pemikat selera.

Sementara itu, cara mengonsumsi teh hijau cukup sederhana. Sama dengan teh lainnya, Anda dapat menyeduh kantong atau daun teh hijau dengan air panas, rendam sebentar, lalu diangkat.

Artikel Lainnya: Mencegah Stroke dengan Minum Teh Hijau, Apakah Efektif?

  1. Perbedaan Warna

Jika minuman green tea dan matcha diletakkan secara berdekatan, akan terlihat perbedaan warna dari keduanya.

Jika green tea diseduh, warna yang muncul adalah hijau bening atau lebih jernih dibandingkan matcha. Sedangkan matcha, akan memberikan warna hijau yang lebih terang dan pekat. Sebab, kandungan klorofil di dalam matcha lebih tinggi dibandingkan teh hijau.

  1. Perbedaan Tekstur

Tekstur juga merupakan salah satu faktor mencolok yang membedakan matcha dan green tea.

Green tea teksturnya tidak jauh beda dengan teh lain pada umumnya, yakni seperti daun kering yang dihancurkan dan terasa berpasir. Sedangkan matcha, memiliki tekstur seperti bedak tabur yang terasa halus jika disentuh.

  1. Kandungan Kafein

Green tea dan matcha sama-sama mengandung kafein. Tetapi, karena cara budidayanya berbeda, maka kandungan kafeinnya pun tidak sama.

Secangkir teh hijau mengandung sekitar 28 mg kafein. Sementara itu, secangkir matcha mengandung kafein yang lebih banyak, yaitu sekitar 70 mg. 

Artikel Lainnya: Benarkah Teh Hijau Bisa Kurangi Lemak Tubuh?

2 dari 4 halaman

Manfaat Matcha dan Green Tea

Karena berasal dari tanaman yang sama, kandungan kedua minuman ini sebenarnya tidak jauh berbeda. Oleh karena itu, manfaat matcha dan green tea juga mirip. Berikut manfaat yang bisa Anda dapat saat mengonsumsi matcha dan green tea:

  1. Mengandung Antioksidan

Matcha merupakan minuman yang tinggi antioksidan, terutama jenis katekin. Zat katekin yang paling kuat di dalam matcha adalah epigallocatechin gallate (EGCG). 

Katekin dapat melawan peradangan di dalam tubuh, memelihara kesehatan pembuluh darah, dan mendorong perbaikan sel.

  1. Mengurangi Risiko Penyakit

Kadar kolesterol total, LDL, trigliserida, dan gula darah yang tinggi, kabarnya bisa diatasi dengan mengonsumsi matcha atau green tea

Selain itu, teh hijau juga dapat mencegah oksidasi kolesterol LDL yang berisiko menyebabkan penyakit jantung

Studi menunjukkan bahwa orang yang gemar minum teh hijau memiliki risiko penyakit jantung hingga 31 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak.

Artikel Lainnya: Teh Hijau vs Teh Hitam, Mana yang Lebih Tinggi Kafein?

  1. Menurunkan Berat Badan

Faktanya, teh hijau dapat meningkatkan laju metabolisme sehingga total kalori tubuh yang terbakar menjadi lebih banyak. Hal ini juga didukung dengan bukti bahwa terjadi peningkatan pembakaran lemak selektif hingga 17 persen pada orang yang gemar minum teh hijau.

  1. Mengurangi Stres

Matcha memiliki kadar L-theanine yang jauh lebih tinggi daripada jenis teh hijau lainnya. Zat L-theanine dapat meningkatkan gelombang alfa sel otak sehingga membantu melawan sinyal stres sehari-hari.

L-theanine turut memodifikasi efek kafein dalam tubuh dengan meningkatkan kewaspadaan tanpa menyebabkan kantuk. Dengan demikian, matcha dapat memberikan efek kafein yang lebih ringan, namun lebih tahan lama daripada kopi.

Artikel Lainnya: Inilah Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Teh Hijau

3 dari 4 halaman

Lalu, Lebih Sehat Mana?

Setelah mengetahui apa saja perbedaan matcha dan green tea, pasti timbul pertanyaan mana yang lebih sehat. Baik matcha dan teh hijau, sama-sama mengandung antioksidan dan antiinflamasi yang baik bagi kesehatan. 

Secara keseluruhan, kandungan antioksidan dari matcha lebih tinggi daripada teh hijau. Maka, bisa dibilang bahwa matcha lebih sehat daripada teh hijau. 

Matcha juga mengandung seluruh daun teh yang ditumbuk halus dan budidayanya membuat minuman ini memiliki lebih banyak zat klorofil.

Ada hal lain yang perlu diketahui, kandungan kafein matcha lebih tinggi dari teh hijau biasa. Jadi, konsumsi matcha sebaiknya dibatasi, ya. Anda bisa mengonsumsi sebanyak 2 cangkir atau sekitar 400 ml matcha saja per hari.

Karena, kelebihan konsumsi kafein juga berdampak buruk bagi kesehatan.

Sudah tahu, kan, perbedaan matcha dan green tea? Kedua minuman ini sama-sama memiliki nutrisi penting yang dapat menunjang kesehatan Anda. 

Jadi, kembali lagi ke selera masing-masing orang yang lebih suka matcha atau teh hijau.

Apabila Anda mengonsumsi kedua minuman tersebut secara rutin dan dalam porsi wajar, tak hanya kenikmatan cita rasa yang Anda dapatkan, tubuh pun bisa lebih sehat dan bugar.

Cari tahu informasi kesehatan selengkapnya dengan membaca artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar