Sukses

Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Matcha dan Green Tea

Sering dikira sama, matcha dan teh hijau punya banyak perbedaan. Simak perbedaan rasa, manfaat, serta budidaya matcha dan green tea lewat ulasan ini.

Matcha dan green tea (teh hijau) sangat terkenal di dunia. Kendati begitu, masih banyak yang menganggap keduanya sama. Padahal, ada perbedaan matcha dan green tea yang mungkin belum banyak orang ketahui. 

Matcha dan green tea sama-sama merupakan jenis teh hijau. Namun, pengolahan dan bentuk produknya berbeda.

Teh hijau menggunakan daun teh yang diseduh. Sedangkan, matcha adalah versi bubuk dari daun teh hijau. 

Agar lebih memahami perbedaan green tea dan matcha, ikuti terus ulasan berikut ini.

Artikel Lainnya: Mana yang Lebih Efektif untuk Diet, Teh Hijau atau Teh Putih?

Beda Green Tea dan Matcha 

Matcha dan teh hijau berasal dari tumbuhan yang sama, yakni Camellia sinensis. Keduanya kaya nutrisi dan mempunyai ragam manfaat untuk kesehatan. 

Namun, pahami bedanya matcha dan green tea berikut ini:

1. Perbedaan Rasa 

Perbedaan matcha dan green tea bisa diketahui dari rasanya. Sebagian besar orang dapat merasakan sensasi sedikit pahit di lidah ketika menyeruput green tea

Namun, umumnya akan berbeda ketika mereka merasakan matcha yang cenderung lebih manis. 

Terlebih, matcha kini lebih sering dikemas dalam bentuk minuman latte, memiliki tekstur yang halus, dan bonus zat kafein yang membuat Anda semangat beraktivitas sepanjang hari.

2. Budidaya

Matcha dan teh hijau dibudidayakan dan diolah dengan cara berbeda. Secara umum, teh hijau ditanam di bawah sinar matahari langsung. Lalu, proses pengeringannya menggunakan metode artisanal.

Sedangkan, matcha ditanam di tempat yang teduh dan tidak terkena matahari langsung. Semak tanaman ini harus dilindungi dari matahari, kira-kira sekitar 20 hingga 30 hari sebelum dipanen. 

Setelah dipanen, urat dan batang diambil dari daun. Lalu, daunnya ditumbuk sampai menjadi bubuk yang dikenal dengan nama matcha.

3. Cara Konsumsi

Cara mengonsumsi green tea dan matcha pada dasarnya berbeda. Matcha dibuat dengan mencampurkan 1 sdt bubuk matcha ke dalam air panas. Kemudian, bubuk matcha diaduk sampai tidak ada lagi gumpalan terlihat. 

Beberapa kafe atau kedai teh sering mencampur matcha dengan tambahan gula, susu, atau bahan lain sebagai pemikat selera.

Sementara, cara mengonsumsi teh hijau cukup sederhana. Sama dengan teh lainnya, Anda dapat menyeduh kantung atau daun teh hijau dengan air panas, rendam sebentar, lalu angkat.

Artikel Lainnya: Benarkah Teh Hijau Lebih Baik Daripada Teh Hitam? 

4. Perbedaan Warna

Jika green tea dan matcha diletakkan berdekatan, akan terlihat perbedaan warna dari keduanya. Jika green tea diseduh, warna yang muncul adalah hijau bening atau lebih jernih dibandingkan matcha

Sedangkan, matcha akan memberikan warna hijau yang lebih terang dan pekat. Sebab, kandungan klorofil di dalam matcha lebih tinggi dibandingkan teh hijau.

5. Perbedaan Tekstur

Tekstur juga merupakan salah satu faktor mencolok yang membedakan matcha dan green tea

Green tea teksturnya tidak jauh beda dengan teh lain pada umumnya, yakni seperti daun kering yang dihancurkan dan terasa berpasir. Sedangkan, matcha memiliki tekstur seperti bedak tabur yang terasa halus.

6. Kafein Matcha Lebih Banyak

Karena cara budidayanya berbeda, maka kandungan kafein teh hijau dan matcha tidak sama. 

Secangkir teh hijau mengandung sekitar 28 mg kafein. Sementara, secangkir matcha mengandung kafein lebih banyak yaitu sekitar 70 mg. 

7. Kandungan Antioksidan dan Asam Amino

Katekin adalah antioksidan kuat yang dapat meningkatkan metabolisme, daya tahan, serta mengurangi radikal bebas dan racun sehingga Anda lebih terlindungi dari berbagai penyakit. 

Berikut perbedaan kandungan katekin pada matcha dan green tea:

  • Matcha: 134 miligram (tergantung jumlah yang digunakan)
  • Teh hijau: 63 miligram (tergantung jumlah yang digunakan)

Kemudian, L-theanine adalah asam amino yang menawarkan dorongan energi kafein tanpa peningkatan kafein berlebihan. Asam amino ini dinilai dapat meningkatkan pembelajaran, memori, dan kreativitas. 

Berikut perbedaan kadar L-theanine pada matcha dan green tea:

  • Matcha: 45 miligram (tergantung jumlah yang digunakan)
  • Teh hijau: 3 miligram (tergantung jumlah yang digunakan)

Manfaat Matcha dan Green Tea

Karena berasal dari tanaman yang sama, kandungan keduanya sebenarnya tidak jauh berbeda sehingga khasiatnya mirip. Berikut manfaat matcha dan green tea untuk tubuh:

  • Mengandung Antioksidan

Matcha merupakan minuman kaya antioksidan, khususnya jenis katekin yaitu epigallocatechin gallate (EGCG).  

Katekin dapat mengatasi peradangan di dalam tubuh, memelihara kesehatan pembuluh darah, dan mendorong perbaikan sel.

  • Menurunkan Risiko Penyakit

Kadar kolesterol total, LDL, trigliserida, dan gula darah yang tinggi dianggap bisa diatasi dengan mengonsumsi matcha atau green tea

Selain itu, teh hijau juga dapat mencegah oksidasi kolesterol LDL yang berisiko menyebabkan penyakit jantung

Studi menunjukkan, orang yang gemar mengonsumsi teh hijau berisiko lebih rendah terkena penyakit jantung hingga 31 persen dibanding orang yang tidak.

  • Mengurangi Berat Badan

Faktanya, teh hijau bisa meningkatkan laju metabolisme sehingga total kalori tubuh yang terbakar menjadi lebih banyak. 

  • Mengurangi Stres

Matcha memiliki kadar L-theanine yang jauh lebih tinggi ketimbang jenis teh hijau lainnya. Zat L-theanine bisa mendorong gelombang alfa sel otak sehingga membantu menangkal sinyal stres sehari-hari.

Lalu, L-theanine turut memodifikasi efek kafein di dalam tubuh dengan meningkatkan rasa waspada tanpa kantuk. 

Dengan demikian, matcha dapat memberikan efek kafein yang lebih ringan namun lebih tahan lama dibandingkan kopi.

Artikel Lainnya: Apa Bahayanya Jika Minum Teh Hijau Secara Berlebihan? 

Lebih Sehat Mana?

Matcha dan teh hijau sama-sama mengandung antioksidan dan antiinflamasi yang baik bagi kesehatan. 

Tapi, secara keseluruhan kandungan antioksidan matcha lebih tinggi ketimbang teh hijau. Maka, bisa dibilang matcha lebih sehat dibanding teh hijau. 

Meski begitu, kandungan kafein matcha lebih besar dibanding teh hijau biasa. Jadi, konsumsi matcha sebaiknya dibatasi, ya. Kelebihan konsumsi kafein bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Anda bisa mengonsumsi sebanyak 2 cangkir atau sekitar 400 ml matcha per hari. 

Kedua minuman tersebut sama-sama memiliki nutrisi penting yang dapat menunjang kesehatan. Pemilihannya kembali lagi kepada selera masing-masing. 

Dapatkan info kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter. Anda juga bisa konsultasi dengan dokter via LiveChat.

(FR/AYU)

Referensi:

  • Medical News Today. Diakses 2022. Matcha vs. green tea: Which is healthier?

0 Komentar

Belum ada komentar