Sukses

Anak Lakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM), Ini Cara Mengatasinya

Gerakan Tutup Mulut alias GTM pada anak bisa membuat orang tua pusing tujuh keliling. Lakukan ini untuk mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah si Kecil menutup mulutnya rapat-rapat saat melihat makanan? Anda tidak sendiri. Masalah makan pada anak yang biasa disebut Gerakan Tutup Mulut atau GTM ini adalah salah satu kondisi yang paling sering dikeluhkan orang tua. Sebagian besar anak berusia antara satu sampai lima tahun dibawa oleh orang tuanya ke dokter karena masalah makan.

Masalah makan pada anak pun bisa beragam, mulai dari anak malas makan, memilih-milih makanan (picky eater), bahkan hingga gerakan tutup mulut atau GTM. Khusus kondisi yang terakhir, kadang anak benar-benar menolak setiap makanan yang disajikan di hadapannya dan menutup mulutnya rapat-rapat.

Penyebab GTM pada anak

Ada beberapa alasan di balik GTM yang dilakukan anak. Berikut ini adalah di antaranya:

  1. Anak tengah berada di usia dua sampai lima tahun

Di usia ini penambahan berat badan anak umumnya akan melambat. Sebagian besar anak bertambah satu sampai dua kilogram dan enam sampai delapan sentimeter  setiap tahunnya.

Secara natural, nafsu makan anak akan cenderung lebih rendah dibandingkan saat bayi, sehingga ia akan makan lebih sedikit. Di sisi lain, kondisi ini berbenturan dengan ekspektasi orang tua yang berharap anaknya akan makan semakin banyak. Akibatnya, orang tua “melaporkan” anak mengalami susah makan atau GTM.

  1. Perkembangan emosional dan sosial anak usia balita

Anak yang berusia dua sampai lima tahun akan mengembangkan otonominya sendiri. Ia akan memaksa untuk makan sendiri dan memilih makanannya sendiri.

Hal ini akan kembali berbenturan dengan orang tua yang kerap memaksakan makanan kepada mereka. Akhirnya, anak akan menolak makanan yang disediakan.

  1. Mengonsumsi banyak minuman manis

Anak juga akan menutup mulutnya pada makanan padat bila ia banyak minum susu dan jus buah atau makanan camilan yang manis lainnya. Makanan dan minuman tersebut akan membuat anak merasa kenyang, sehingga ia tidak nafsu lagi untuk mengonsumsi makanan berat yang lebih bernutrisi.

Suasana makan yang membosankan atau tidak menyenangkan juga dapat memicu terjadinya GTM. Anak yang kerap dipaksa, diancam dan dihukum akan lebih sering mengalami masalah makan. Sebaliknya, suasana yang menyenangkan saat makan berbanding positif dengan nafsu makan anak.

Selain itu, orang tua yang memilih-milih makanan juga akan memicu terjadinya GTM karena anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang dewasa di sekitarnya.

1 dari 2 halaman

Tips mengatasi anak susah makan

Biasanya, GTM hanya berlangsung sementara dan nafsu makan anak akan kembali lagi seperti biasa. Namun, bila hal ini terjadi berulang atau dalam waktu lama, bukan tidak mungkin dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Karena itu, mau tidak mau GTM harus segera diakhiri. Nah, untuk menyiasatinya, beberapa kiat berikut dapat Anda lakukan di rumah:

  1. Tetap tenang dan jangan memaksa anak

Saat anak menutup mulut rapat-rapat, usahakan tetap tenang. Jangan memaksa anak untuk terus membuka mulutnya dan mengunyah. Hal tersebut hanya akan membuat waktu makan menjadi pengalaman buruk bagi anak dan memperburuk kondisi GTM. Bila ia sudah menolak makanan, mungkin memang anak merasa cukup atau sudah kenyang. 

  1. Ganti suasana makan

Bila biasanya Anda makan di ruang makan, sesekali ajak anak makan di teras rumah. Tentu sambil tetap mempraktikkan sikap makan yang benar, yakni duduk tegak. Anda juga bisa mengajak anak piknik di taman dekat rumah bersama teman sebayanya. Mengganti suasana makan akan membuat anak lebih semangat untuk mengunyah makanannya.

  1. Hidangkan makanan dalam porsi kecil

Melihat makanan dalam jumlah besar akan membuat anak frustrasi karena membayangkan dirinya harus menghabiskan semuanya. Sebagai alternatif, sediakan makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu atau dalam bentuk potongan-potongan kecil. Sajikan juga dengan peralatan makan yang berukuran kecil dengan gambar karakter yang ia gemari. Cara ini bisa meningkatkan nafsu makannya.

  1. Libatkan anak dalam persiapan makanan

Anak akan merasa senang bila diberi tanggung jawab walaupun dalam hal kecil. Untuk mengakomodasi hal tersebut, libatkan anak dalam persiapan makanan. Ajak ia menyusun menu dalam satu minggu, minta ia membantu Anda saat mempersiapkan makanan atau menyajikannya di piring saji. Kegiatan sederhana seperti ini dapat membantu meningkatkan nafsu makannya juga.

  1. Batasi jumlah pemberian susu

Bila anak terbiasa minum susu lebih dari 3 kali dalam sehari, sebaiknya Anda mulai membatasinya. Gizi yang diperoleh anak seharusnya lebih banyak dan kompleks dari makanan yang ia konsumsi sehari-hari.

Dengan membatasi asupan susu maksimal 600 ml per hari, diharapkan anak akan lebih selera terhadap makanan padat.

Bila dilakukan dengan konsisten dan sabar, langkah-langkah di atas umumnya dapat menangani GTM atau gerakan tutup mulut pada anak. Namun, bila tidak ada perubahan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter anak untuk mencari tahu penyebab pastinya dan bagaimana menanganinya. Dengan demikian, asupan nutrisi si Kecil akan tetap terjaga dan tumbuh kembangnya tetap optimal.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar