Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Lakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM), Ini Cara Mengatasinya

Anak Lakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM), Ini Cara Mengatasinya

Gerakan Tutup Mulut alias GTM pada anak bisa membuat orang tua pusing tujuh keliling. Tetaplah tenang, lakukan ini untuk mengatasinya.

Apakah si Kecil menutup mulutnya rapat-rapat saat melihat makanan? Anda tidak sendiri. Masalah makan pada anak yang biasa disebut Gerakan Tutup Mulut atau GTM ini adalah salah satu kondisi yang paling sering dikeluhkan orang tua. 

Sebagian besar anak berusia antara satu sampai lima tahun dibawa oleh orang tuanya ke dokter karena masalah makan.

Masalah makan pada anak pun bisa beragam, mulai dari anak malas makan, memilih-milih makanan (picky eater), bahkan hingga GTM.

Khusus kondisi yang terakhir, kadang anak benar-benar menolak setiap makanan yang disajikan di hadapannya dan menutup mulutnya rapat-rapat.

Lalu, bagaimana cara mengatasi anak GTM? Berikut penjelasan lengkapnya. 

Penyebab GTM pada Anak

Ada beberapa alasan di balik GTM yang dilakukan anak, seperti: 

  • Anak Tengah Berada di Usia Dua sampai Lima Tahun

Di usia ini penambahan berat badan anak umumnya akan melambat. Sebagian besar anak bertambah 1-2 kilogram setiap tahunnya.

Secara alami, nafsu makan anak akan cenderung lebih rendah dibandingkan saat bayi, sehingga ia akan makan lebih sedikit. 

Di sisi lain, kondisi ini berbenturan dengan ekspektasi orang tua yang berharap anaknya akan makan semakin banyak. Akibatnya, orang tua “melaporkan” anak mengalami susah makan atau GTM.

Artikel Lainnya: Cara Mencegah Anak Jadi Picky Eater Sejak Kehamilan

  • Perkembangan Emosional dan Sosial Anak Usia Balita

Anak yang berusia dua sampai lima tahun akan mengembangkan otonominya sendiri. Ia akan memaksa untuk makan sendiri dan memilih makanannya sendiri.

Hal ini akan kembali berbenturan dengan orang tua yang kerap memaksakan makanan kepada mereka. Akhirnya, anak akan menolak makanan yang disediakan.

  • Mengonsumsi Banyak Minuman Manis

Anak akan menutup mulutnya pada makanan padat bila ia banyak minum susu dan jus buah atau camilan yang manis lainnya. 

Makanan dan minuman tersebut akan membuat anak merasa kenyang, sehingga ia tidak nafsu lagi untuk mengonsumsi makanan berat yang lebih bernutrisi.

Suasana makan yang membosankan atau tidak menyenangkan juga dapat memicu terjadinya GTM. Anak yang kerap dipaksa, diancam dan dihukum akan lebih sering mengalami masalah makan. 

Sebaliknya, suasana yang menyenangkan saat makan berbanding positif dengan nafsu makan anak.

Selain itu, orang tua yang memilih-milih makanan juga akan memicu terjadinya GTM, karena anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang dewasa di sekitarnya.

Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Biasanya, GTM hanya berlangsung sementara dan nafsu makan anak akan kembali lagi seperti biasa. 

Namun, bila hal ini terjadi berulang atau dalam waktu lama, bukan tidak mungkin dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Karena itu, mau tidak mau GTM harus segera diakhiri. 

Nah, untuk menyiasatinya, berikut ini cara mengatasi anak yang sedang mengalami gerakan tutup mulut atau GTM: 

1. Tetap Tenang dan Jangan Memaksa Anak

Saat anak menutup mulut rapat-rapat, usahakan tetap tenang. Jangan memaksa anak untuk terus membuka mulutnya dan mengunyah. 

Hal tersebut hanya akan membuat waktu makan menjadi pengalaman buruk bagi anak dan memperburuk kondisi GTM. 

Bila ia sudah menolak makanan, mungkin memang anak merasa cukup atau sudah kenyang. 

2. Ganti Suasana Makan

Untuk mengatasi anak GTM, caranya juga bisa dengan mengganti suasana makan. 

Bila biasanya Anda makan di ruang makan, sesekali ajak anak makan di teras rumah. Tentu sambil tetap mempraktikkan sikap makan yang benar, yakni duduk tegak. 

Anda juga bisa mengajak anak piknik di taman dekat rumah bersama teman sebayanya. Mengganti suasana makan akan membuat anak lebih semangat untuk mengunyah makanannya.

Artikel Lainnya: Cara Ampuh Mengatasi Anak Susah Makan Sayur

3. Disiplin pada Jadwal Makan

Cara lainnya untuk mengatasi gerakan tutup mulut adalah dengan disiplin pada jadwal makan. 

Usahakan membuat anak makan sesuai jadwal, misalnya sarapan pukul 08.00, makan siang pukul 12.00 dan makan malam pukul 18.00. Di antara makan besar, di berikan snack, misalnya pukul 10.00 dan 15.00.

Pastikan juga anak makan tidak lebih dari 30 menit. Jika lebih dari 30 menit, anak-anak umumnya sudah bosan dan cenderung tidak mau makan. 

Dengan menerapkan jadwal makan secara konsisten, diharapkan anak akan lapar pada waktunya dan terdorong untuk makan dengan sendirinya. 

4. Hidangkan Makanan dalam Porsi Kecil

Melihat makanan dalam jumlah besar akan membuat anak frustrasi karena membayangkan dirinya harus menghabiskan semuanya. 

Sebagai alternatif, sediakan makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu atau dalam bentuk potongan-potongan kecil. 

Sajikan juga dengan peralatan makan yang berukuran kecil dengan gambar karakter yang ia gemari. Cara ini bisa meningkatkan nafsu makannya, sekaligus mengatasi gerakan tutup mulut pada anak. 

5. Variasikan Makanan 

Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak sangat mungkin merasakan bosan saat makan. Untuk itu, cara mengatasi anak GTM yang bisa dilakukan adalah memvariasikan masakan yang akan diberikan. 

Misalnya, jika anak sering diberikan nasi sebagai sumber karbohidrat, cobalah untuk mengganti sumber karbohidrat lainnya dengan kentang, mi, maupun jagung. 

Atau, apabila anak tidak menyukai sayur, coba selipkan potongan sayur kecil-kecil di dalam campuran telur maupun daging.

Anda juga bisa menyajikan makanan dengan berbagai bentuk yang menarik. Misalnya, bola-bola atau seperti karakter dengan menggunakan cetakan bento. Penampilan makanan yang menarik bisa membantu meningkatkan nafsu makan anak.

Artikel Lainnya: Sugar Rush, Masalah pada Anak Akibat Makanan Manis

6. Libatkan Anak dalam Persiapan Makanan

Salah satu cara mengatasi gerakan tutup mulut atau GTM pada anak adalah dengan melibatkannya dalam persiapan makan. Anak akan merasa senang bila diberi tanggung jawab walaupun dalam hal kecil. 

Ajaklah anak menyusun menu dalam satu minggu, minta ia membantu Anda saat mempersiapkan makanan atau menyajikannya di piring saji. Kegiatan sederhana seperti ini dapat membantu meningkatkan nafsu makannya juga.

7. Batasi Jumlah Pemberian Susu

Bila anak terbiasa minum susu lebih dari 3 kali dalam sehari, sebaiknya Anda mulai membatasinya. Gizi yang diperoleh anak seharusnya lebih banyak dan kompleks dari makanan yang ia konsumsi sehari-hari.

Dengan membatasi asupan susu maksimal 600 ml per hari, diharapkan anak akan lebih selera terhadap makanan padat.

8. Hindari Menonton TV atau Menggunakan Gadget Saat Makan

Saat makan, sebaiknya hindari sambil menonton TV atau menggunakan gadget. Cara ini bisa diterapkan untuk membantu mengatasi GTM pada anak juga. 

Adanya distraksi seperti TV membuat anak sulit berkonsentrasi dengan makanan yang dihadapannya. 

9. Buat si Kecil Lapar

Agar anak Anda mau membuka mulut, ajaklah ia untuk beraktivitas fisik lebih sering. Menghabiskan energi dengan beraktivitas fisik akan membantu anak merasa lapar, dan saat jam makan pun ia akan mau membuka mulut. 

Bila dilakukan dengan konsisten dan sabar, cara-cara di atas umumnya dapat membantu mengatasi gerakan tutup mulut atau GTM pada anak.  

Namun, bila tidak ada perubahan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter anak untuk mencari tahu penyebab pastinya dan bagaimana menanganinya. 

Apabila masih ada pertanyaan seputar topik ini, konsultasikan langsung kepada dokter lewat fitur Live Chat 24 Jam di aplikasi KlikDokter.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar