Kehamilan

Cara Mencegah Anak Jadi Picky Eater Sejak Kehamilan

dr. Sepriani Timurtini Limbong, 02 Nov 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Anak yang picky eater rentan mengalami kekurangan nutrisi akibat asupan gizi yang kurang seimbang. Dapatkah dicegah sejak dalam kandungan?

Cara Mencegah Anak Jadi Picky Eater Sejak Kehamilan

Anak yang suka memilih-milih makanan biasa disebut sebagai picky eater. Kebiasaan ini sering membuat orang tua jadi pusing. 

Sebab, orang tua khawatir dan takut anaknya yang picky eater tidak mendapatkan nutrisi memadai untuk mendukung tumbuh kembangnya. 

Ada banyak faktor yang memengaruhi anak jadi suka memilih-milih makanan. Faktor ini dapat dibagi menjadi beberapa fase, yaitu dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibu semasa hamil, pada fase awal makan (tahun pertama kehidupan anak), serta di tahun kedua kehidupan anak. 

Untuk mencegah anak jadi picky eater, berikut hal-hal yang dapat ibu lakukan sejak masa kehamilan.

1 dari 3

Sekilas tentang Picky Eater

Secara definisi, picky eater dibagi menjadi dua, yaitu anak hanya makan dalam jumlah sedikit serta dan anak mengonsumsi variasi makanan yang sangat terbatas. 

Berdasarkan pengertian tersebut, seorang anak dikatakan picky eater jika ia menolak untuk mengonsumsi makanan tertentu, misalnya sayuran dan buah.

Anak juga disebut picky eater ketika ia menyukai dan hanya mau makan jenis sajian tertentu, contohnya seperti gorengan atau makanan siap saji. Biasanya, puncak seorang anak menjadi picky eater adalah di usia tiga tahun. 

Penelitian menunjukkan, kondisi anak picky eater ada hubungannya dengan sejumlah hal yang terjadi saat kehamilan. 

Misalnya, berhubungan dengan ibu yang hamil di usia tua, ibu merokok, dan ibu yang punya indeks massa tubuh (IMT) rendah atau terlalu kurus. 

Selain itu, pola makan ibu selama hamil juga kerap memengaruhi preferensi rasa anak. 

Faktor di fase awal makan pun berpengaruh terhadap selera makan anak. 

Proses transisi dari ASI ke MPASI (Makanan Pendamping ASI) sangat menentukan bagaimana pola makan anak di kemudian hari. 

Perubahan tekstur makanan di usia 6-12 bulan hingga anak mengonsumsi makanan keluarga pun bisa memengaruhi si kecil menjadi picky eater atau tidak. 

Terakhir, pola asuh orang tua turut menjadi faktor risiko anak jadi suka memilih-milih makanan. 

Artikel Lainnya: Ibu, Ini Daftar Makanan Penambah Nafsu Makan Anak

2 dari 3

Apa Kebiasan Picky Eater Bisa Dicegah?

Pada dasarnya, penyebab utama anak menolak makanan tertentu adalah karena rasanya yang pahit. Mereka menganggap rasa pahit makanan sebagai racun yang harus dihindari. 

Maka itu, kebanyakan anak tidak menyukai sayur-sayuran karena rasanya yang cenderung pahit. 

Selain itu, anak juga dapat mengalami food neophobia, yaitu ketakutan atau enggan untuk mencoba makanan baru. Hal ini biasa terjadi saat anak berusia 2-3 tahun dan akan berkurang dengan sendirinya secara perlahan di usia 5-8 tahun. 

Kendati perilaku pilih-pilih makanan adalah sebuah hal normal yang dilalui setiap anak, picky eater dapat dicegah atau diminimalkan. Bahkan, langkah pencegahan tersebut bahkan dapat dilakukan sejak kehamilan. 

Artikel Lainnya: Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

3 dari 3

Cegah Anak Jadi Picky Eater Sejak dalam Kandungan

Jika Anda sedang hamil anak kedua atau ketiga dan ingin mencegahnya agar tak jadi picky eater, berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan sejak masa kehamilan.

  • Variasikan Menu Makanan Selama Hamil

Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi beraneka ragam makanan, kecuali yang diolah mentah atau setengah matang. Makanan bervariasi dapat memberikan jenis zat gizi yang berbeda dan saling melengkapi satu sama lain. 

Selain itu, janin secara tak langsung juga akan belajar mengenal berbagai rasa melalui cairan ketuban yang ditelannya sejak di dalam kandungan. 

Ibu yang mengonsumsi makanan kurang bervariasi berpotensi memunculkan perilaku picky eater saat si kecil besar nanti. 

  • Periksa Kehamilan Rutin 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, anak picky eater berhubungan dengan nutrisi dan indeks massa tubuh ibu selama hamil. 

Kedua hal tersebut dapat dicegah dan dijaga dengan baik dengan kontrol rutin selama kehamilan. 

Oleh karena itu, salah satu cara mencegah anak picky eater adalah dengan melakukan pemeriksaan hamil yang rutin sesuai anjuran dokter. Tujuannya, untuk memantau kondisi kehamilan dan janin Anda. 

Artikel Lainnya: Cara Ampuh Mengatasi Anak Susah Makan Sayur

  • Berikan ASI Eksklusif 

Fase makan paling awal dari seorang bayi adalah ASI yang diberikan secara eksklusif selama enam bulan. Pemberian ASI eksklusif berperan penting untuk mencegah si kecil menjadi picky eater 

Pemberian ASI eksklusif turut membentuk pola lapar dan kenyang yang teratur untuk si kecil kelak.  Karena sejak bayi, anak sudah dapat mencicipi berbagai rasa makanan lewat ASI. 

Dengan memberikan ASI eksklusif dan ibu terbiasa makan makanan yang beragam, maka hal tersebut dapat membantu menurunkan risiko picky eater di kemudian hari. 

Picky eater merupakan proses yang mungkin dialami banyak anak dan bisa berhenti seiring bertambahnya usia. 

Akan tetapi, kondisi tersebut dapat dicegah sejak kehamilan dengan menjaga asupan nutrisi ibu, mengonsumsi menu yang dikonsumsi selama hamil, serta memberikan ASI eksklusif saat bayi lahir. 

Dengan demikian, anak dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan dan tidak mengalami kekurangan nutrisi hingga mengganggu tumbuh kembangnya. 

Apabila ada yang ingin ditanyakan tentang pola makan anak, jangan ragu konsultasi dengan dokter anak lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

pola asuh