Sukses

Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri, Apa Penyebabnya?

Tiap orang punya bau khas masing-masing, yang kerap tidak disadari pemiliknya. Lalu mengapa seseorang tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin pertanyaan “Kenapa sih, saya tidak bisa mencium bau badan sendiri?” pernah terlintas di pikiran Anda. Pasalnya, sebagian orang pernah menghindar dan bahkan memberitahu bahwa bau badan Anda kurang sedap.

Sayangnya aroma badan sendiri sering tidak bisa diidentifikasi oleh si pemilik. Jika sedari awal tahu bahwa bau badan Anda kurang sedap, mungkin Anda bisa mencari cara untuk mengatasinya sedari awal.

Lantas, mengapa ya bau badan sendiri sering kali tidak bisa tercium?

Reseptor hidung dan otak sudah terlalu terbiasa

Perlu diketahui, sebuah penelitian tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Nature mengungkapkan, pada dasarnya, manusia memiliki kemampuan untuk mencium 1 triliun jenis bau di dunia. Meski manusia sangat mudah untuk mencium dan mendeteksi bau di sekitar, kenyataannya, itu tidak berlaku untuk mencium bau sendiri.

Dalam dunia medis, ketidakmampuan untuk mencium bau badan sendiri disebut dengan olfactory fatigue. Lebih jelasnya, itu adalah kondisi indra penciuman yang sudah terbiasa mencium dan mengenali jenis bau tertentu. Karena itu, reseptor bau di hidung sudah lelah dan akhirnya berhenti mendeteksi jenis bau itu.

Pendapat itu dikemukakan oleh seorang psikolog bernama Pamela Dalton dari Monell Chemical Senses Center, Philadelphia. Saat Anda mencium bau tertentu untuk pertama kalinya, reseptor bau di hidung akan mengirimkan sinyal ke otak dan menentukan apakah bau ini termasuk bau yang wangi atau tidak enak.

Saat bau sudah terdeteksi, tentu kerja otak tidak berhenti di situ. Meski ternyata hasilnya adalah bau yang tidak enak, karena reseptor hidung Anda menciumnya setiap hari, maka otak akan terbiasa menerima sinyal bau tersebut. Saking sudah terbiasanya, otak akan menganggapnya sebagai “informasi” yang tidak penting lagi.

Orang lain lebih bisa mencium bau Anda

Mungkin dulu sekali, Anda pernah mencium aroma yang kurang enak dari tubuh. Tapi, seiring berjalannya waktu, hidung Anda sudah terbiasa mencium bau badan tersebut sampai tidak mampu mengenalinya lagi. Alhasil, justru orang lainlah yang lebih bisa mendeteksi aroma “asam” dari ketiak Anda.

Ini juga berlaku ketika Anda menyemprotkan parfum ke tubuh supaya wangi. Jika Anda termasuk orang yang jarang bergonta-ganti parfum, kini pasti Anda sudah tak bisa mencium aroma yang menyengat dari tubuh pasca menyemprotkan parfum.

Beda halnya jika Anda termasuk orang yang sering bergonta-ganti parfum. Reseptor hidung dan otak akan berusaha untuk mengenali bau-bau terbaru dari parfum yang disemprotkan ke tubuh. Jadi, kalau bicara soal bau badan sendiri, lebih baik percaya pada pendapat orang lain, ya! Sebab, penilaiannya akan lebih akurat.

Nah, untuk mengatasi bau badan, dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter menyarankan untuk mandi dengan sabun antiseptik, memakai anti-perspiran, dan kurangi konsumsi makanan seperti bawang-bawangan serta makanan berlemak.

Bisa mencium bau badan sendiri asalkan lewat media lain

Meski otak cenderung menganggap bau badan Anda sudah bukan persoalan penting, tetapi sebenarnya Anda masih bisa mencium bau dengan bantuan benda lain. Misalnya saja, untuk mengetahui apakah badan Anda bau atau tidak, ciumlah baju yang dipakai. Jika baju itu berbau tidak sedap, maka badan Anda juga begitu.

Biasanya, bau benda-benda yang sering digunakan dipengaruhi oleh tubuh pemiliknya. Jadi, jika benda itu harum, kemungkinan besar, tubuh pemiliknya juga harum, dan sebaliknya. Mencium bau badan sendiri dengan cara langsung mencium bagian tubuh tertentu kemungkinan besar tidak terlalu efektif.

Itu dia alasan mengapa Anda tidak bisa mencium badan sendiri. Jika ada lebih dari satu orang yang menyinggung soal bau badan tersebut kepada Anda, ada kemungkinan itu memang benar. Sebab, orang lain lebih bisa mendeteksi bau itu karena reseptor hidung dan otak mereka masih mengenalinya sebagai “hal asing”.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar