Sukses

Penyebab Batu Empedu yang Harus Anda Waspadai

Waspadai penyebab batu empedu berikut ini. Sebab, jika tidak hati-hati, tidak menutup kemungkinan Anda harus menjalani operasi.

Klikdokter.com, Jakarta Di dalam tubuh, kantung empedu berfungsi untuk memproduksi cairan empedu guna mencerna lemak dan beberapa vitamin lainnya. Tapi jika terjadi penyumbatan pada kantung empedu, kondisi ini biasanya disebabkan oleh batu empedu. Kondisi ini biasanya memerlukan tindakan operasi untuk mengatasinya. Kenali penyebab batu empedu agar Anda bisa mewaspadai gangguan kesehatan yang satu ini.  

Batu empedu atau yang dalam bahasa medisnya disebut kolelitiasis, merupakan gangguan kesehatan di mana terdapat batu dalam kantung atau saluran empedu. Dalam beberapa kasus, batu juga bisa muncul pada keduanya.

Batu tersebut merupakan hasil dari cairan empedu yang memadat menjadi partikel keras yang menyerupai potongan batu atau batu kerikil.

Jika batu empedu masuk ke dalam saluran empedu, maka dapat terjadi penyumbatan dan infeksi pada saluran empedu (kolangitis). Sebab, penyumbatan ini akan membuat bakteri tumbuh dan berkembang.

Penyebab batu empedu

Menurut dr. Valda Garcia dari KlikDokter, batu empedu terbentuk akibat adanya pengerasan kolesterol yang tertimbun di dalam cairan empedu.

“Makanan berlemak merupakan salah satu penyebab batu empedu. Makanan yang terlalu berlemak akan menyebabkan penempelan plak pada dinding kolesterol, sehingga bisa menyebabkan penyumbatan yang disebut sebagai batu empedu,” jelas dr. Valda.

“Orang yang mengalami obesitas dan kelebihan berat badan juga berisiko terkena batu empedu karena adanya penumpukan lemak yang bisa berujung pada kolesterol dan pada akhirnya membuat saluran empedu itu sendiri jadi tersumbat,” tambah dr. Valda.

Selain akibat mengonsumsi makanan berlemak, batu empedu juga bisa muncul pada ibu yang baru melahirkan. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kadar kolesterol akibat perubahan hormon estrogen selama masa kehamilan.

Secara umum, batu empedu paling sering terjadi pada orang tua, wanita, dan orang yang memiliki berat badan berlebih. Akan tetapi, pada sebagian kasus, batu empedu tidak menunjukan gejala-gejala tertentu.

Namun, jika batu empedu yang Anda miliki berukuran cukup besar, maka akan ada gejala yang timbul seperti nyeri yang cenderung hebat dan menetap di saluran empedu. Tidak hanya itu, batu empedu juga bisa menimbulkan sakit perut hebat yang bisa menjalar ke punggung dan bahu. Lalu, mual dan muntah juga mungkin Anda rasakan ketika nyeri ini datang.

Gejala lain yang bisa muncul adalah demam, nyeri di seluruh permukaan perut, serta perut terasa melilit dan kembung. Rasa nyeri yang hebat tersebut bisa berlangsung lebih dari 15 menit dan baru menghilang beberapa jam kemudian.

“Timbulnya rasa nyeri sering kali berlangsung perlahan-lahan. Namun, ada 30 persen rasa nyeri yang timbul secara tiba-tiba. Nyeri ini biasanya menetap dan bertambah buruk sewaktu menarik napas dalam. Maka dari itu, jika ada batu empedu yang menetap di dalam tubuh, harus segera dilakukan tindakan medis oleh dokter,” ujar dr. Valda.

Pengobatan batu empedu

Sebagian besar orang yang mengalami penyakit batu empedu perlu mendapatkan tindakan operasi untuk mengangkat batu yang memenuhi kantung empedu. Jika tidak, keluhan nyeri dan sakit perut akan terus berlanjut.

Bahkan, bukan tidak mungkin penderita akan merasakan sakit perut yang berkelanjutan dengan durasi yang lama.

Akan tetapi, jika batu empedu tidak menimbulkan gejala apa pun, biasanya dokter tidak akan melakukan tindakan medis secara khusus. Namun, dokter juga akan memastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada kemungkinan komplikasi yang akan terjadi.

Pada tahap ini, dokter akan memberikan obat untuk Anda minum secara rutin. Biasanya, obat tersebut adalah obat pereda rasa nyeri atau sakit.

Selain itu, dokter akan meminta Anda untuk mengubah pola hidup menjadi sehat, seperti rutin berolahraga dan mengurangi konsumsi makanan yang berlemak dan digoreng. Di samping itu, Anda pun harus mengonsumsi makanan kaya serat, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta minum air putih sebanyak 10-12 gelas per hari.

Meski beberapa kasus batu empedu tidak perlu dioperasi, perlu dicatat bahwa batu empedu merupakan kondisi berbahaya yang dapat menurunkan kualitas penderitanya. Jadi, selalu waspadai dan hindari penyebab batu empedu di atas, ya.

[MS/ RVS]

1 Komentar