Sukses

Batuk saat Hamil, Apa Dampaknya bagi Janin?

Batuk pada ibu hamil kerap dianggap sepele. Namun, apakah batuk saat hamil berbahaya bagi janin? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Bagi para ibu yang sedang mengandung, apa pernah mengalami batuk pilek selama hamil? Sakit batuk pilek atau yang lebih dikenal dengan istilah salesma dalam dunia kedokteran merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. 

Tidak hanya virus influenza, sebenarnya banyak lagi jenis virus yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran napas. 

Nah, saat hamil, batuk tidak boleh disepelekan karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi ibu. Bahkan, batuk juga dapat berbahaya bagi janin. 

Meski begitu, ibu hamil juga tidak boleh sembarangan minum obat batuk. Hal ini karena ada beberapa jenis obat batuk yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil. 

1 dari 3 halaman

Bahaya Batuk saat Hamil bagi Ibu dan Janin

Berikut beberapa risiko kesehatan akibat batuk yang perlu diwaspadai:

1. Dapat Menyebabkan Keguguran 

Walaupun sangat jarang terjadi, batuk dapat memicu terjadinya keguguran. Batuk yang terjadi pada trimester pertama kehamilan (tiga bulan pertama kehamilan) berpotensi menyebabkan keguguran bila terjadi batuk yang sangat kuat, berulang, dan lama. 

Batuk menyebabkan tekanan dalam perut menjadi meningkat. Inilah yang memicu terjadinya keguguran. 

2. Memicu Kelahiran Prematur 

Sama seperti risiko sebelumnya, peningkatan tekanan dalam perut dan guncangan bagi janin akibat batuk yang kuat, berulang, dan lama dapat juga memicu kelahiran prematur

Tentunya tidak hanya serta merta kondisi batuk yang menyebabkan keguguran. Namun, biasanya ada kondisi pemicu lain, seperti rahim yang tidak kuat, adanya infeksi saluran kemih, atau keputihan

Artikel Lainnya: Manfaat Madu bagi Wanita Hamil

3. Memicu Rasa Nyeri pada Perut 

Bila pernah mengalami batuk hebat berhari-hari, Anda akan merasakan nyeri perut dan dada saat batuk. 

Bayangkan kalau ini terjadi pada ibu hamil dengan perut yang besar dan tekanan dalam perut yang memang sudah besar. Tentunya nyeri perut akan lebih mudah terjadi dan membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. 

Apalagi bagi ibu yang harus menjalani operasi caesar saat mengalami batuk. Luka jahitan pada perut tentunya akan terasa sangat nyeri dalam masa penyembuhan. 

4. Gangguan Pertumbuhan Janin

Salah satu hal yang dapat menyebabkan batuk adalah penyakit tuberkulosis. Jika ibu mengalami penyakit tuberkulosis selama kehamilan, dapat terjadi berbagai dampak bagi janin. 

Mulai dari hambatan pertumbuhan janin hingga penularan tuberkulosis dari ibu ke janin. Itulah sebabnya tuberkulosis pada ibu hamil harus segera diobati.

Artikel Lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Batuk untuk Meredakan Batuk?

2 dari 3 halaman

Kondisi Batuk yang Berbahaya bagi Ibu Hamil

Tidak semua batuk pada ibu hamil berbahaya. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai dan segera dibawa ke dokter, antara lain:

  1. Batuk Disertai Demam Tinggi dan Sesak Napas

Batuk yang disertai demam tinggi dan sesak napas merupakan gejala pneumonia yang harus mendapatkan pengobatan oleh dokter. 

Jika ibu hamil mengalami ini, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

  1. Batuk Keras yang Tidak Membaik Selama 1 Minggu

Batuk dalam jangka waktu lama bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus tertentu. 

Telah dijelaskan di atas, batuk dalam jangka waktu lama dapat memicu keguguran dan kontraksi prematur, sehingga harus segera diobati sebelum hal itu terjadi.

Artikel Lainnya: Sering Batuk Saat Hamil? Ini Tips Mudah Mengatasinya

  1. Batuk Disertai Gejala Tuberkulosis 

Jika ibu hamil mengalami batuk dengan gejala lain berupa berat badan turun, keringat malam, nyeri dada, sesak, dan batuk berdarah, ia harus segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Pemeriksaan berkaitan dengan tuberkulosis dan terapi tuberkulosis bila terbukti mengalami penyakit tersebut.

  1. Batuk pada Awal Kehamilan (Trimester 1) dan Akhir Kehamilan (Trimester 3)

Batuk pada awal kehamilan dapat memicu keguguran. Sementara, batuk pada trimester akhir dapat memicu kontraksi prematur dan menyebabkan nyeri luar biasa bila ibu menjalani operasi bedah caesar. 

Oleh karena itu, batuk pada waktu-waktu ini harus segera dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Nah, kini Anda telah mengetahui kondisi-kondisi batuk yang berbahaya bagi ibu dan janin. Ingat, hindari minum obat batuk sembarangan selama kehamilan. Sebaiknya, konsultasikan ke dokter bila ingin minum obat saat hamil.

Pakai LiveChat dari Klikdokter untuk konsultasi dengan dokter seputar kehamilan lebih mudah dan cepat!

(FR/AYU) 

0 Komentar

Belum ada komentar