Sukses

Kenali 6 Tanda Ibu Hamil Kekurangan Cairan

Selain membahayakan ibu, kekurangan cairan selama hamil juga berefek pada janin. Kenali tandanya saat ibu hamil kekurangan cairan.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika Anda hamil, maka otomatis kebutuhan cairan dalam tubuh akan meningkat. Selain untuk membentuk cairan ketuban, cairan juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin di dalam kandungan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda saat ibu hamil kekurangan cairan.

Kekurangan cairan atau yang biasa disebut dengan dehidrasi bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Bahkan, bisa dibilang ibu hamil lebih rentan terkena dehidrasi, sebab rahim yang membesar akan menekan kandung kemih, sehingga urine tidak dapat tersimpan dalam jumlah banyak.

Akibatnya, ibu hamil akan lebih sering buang air kecil. Hal ini akan meningkatkan risiko ibu hamil terkena dehidrasi. Apalagi jika sejak awal, asupan cairan dalam tubuhnya tidak tercukupi dengan baik.

Bahaya dehidrasi untuk ibu hamil

Di awal kehamilan, risiko dehidrasi akan semakin meningkat ketika ibu mengalami gejala mual dan muntah yang berlebih, sehingga sulit untuk makanan dan minuman masuk ke dalam tubuh.

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, dehidrasi yang bersifat ringan biasanya tidak berbahaya selama Anda bisa dengan cepat mengganti cairan yang hilang. Sedangkan untuk dehidrasi berat, ini bisa menimbulkan beberapa komplikasi serius pada sang ibu maupun pada janin yang dikandung.

“Dehidrasi yang terjadi pada trimester ketiga dapat memengaruhi produksi ASI di kemudian hari. Bahkan dalam kasus terberat, dehidrasi mampu meningkatkan risiko koma dan kematian pada ibu,” ujar dr. Fiona.

Lalu, apa pengaruhnya untuk janin? Dehidrasi membuat cairan dalam ketuban jadi berkurang, yang pada akhirnya akan memengaruhi tumbuh kembang janin dan meningkatkan risiko persalinan prematur.

1 dari 2 halaman

Tanda dehidrasi pada ibu hamil

Setelah mengetahui risiko dehidrasi pada ibu hamil, kini saatnya Anda mengetahui tanda-tandanya agar terhindar dari risiko yang mungkin terjadi.

Menurut dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter, beberapa tanda ibu hamil kekurangan cairan, antara lain:

1. Mulut terasa kering

Tidak hanya pada orang biasa, dehidrasi pada ibu hamil pun akan menyebabkan mulut terasa kering. Selain menimbulkan rasa yang tidak mengenakkan, mulut kering juga bisa menyebabkan bau mulut.

“Ketika dehidrasi, mulut akan terasa kering. Ini adalah tanda yang paling mudah dikenali. Jika hal ini terjadi pada Anda, segera ambil air putih dan minum untuk kembali menyegarkan mulut dan badan Anda, ” jelas dr. Fiona.

2. Kulit kering dan kusam

Saat hamil, tubuh Anda memang mengalami perubahan hormon yang menyebabkan kulit jadi lebih kering dan kasar. Tapi, kondisi ini akan diperparah jika Anda mengalami dehidrasi.

“Tidak hanya membuat mulut jadi kering, dehidrasi juga membuat kulit Anda jadi kering dan kasar. Selain itu, kulit juga akan jadi lebih bersisik karena dehidrasi. Minumlah banyak air putih untuk mencegah kulit bersisik dan tampak kusam selama masa kehamilan. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan body lotion untuk melembapkan kulit,” tambahnya.

3. Kontraksi palsu

Kontraksi palsu atau dalam bahasa medisnya disebut Braxton Hicks juga bisa muncul sebelum waktunya. Umumnya, kontraksi palsu muncul pada trimester ketiga dan hanya terjadi sekitar satu sampai dua menit. Jika Anda mengalaminya, ini bisa menjadi tanda dehidrasi pada ibu hamil.

4. Suhu tubuh panas

Kurang cairan akan membuat tubuh kesulitan dalam mengatur panas (overheating). Selanjutnya, kondisi ini akan semakin memperburuk dehidrasi. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin ibu hamil akan merasa lemas, pusing, dan hilang kesadaran.

5. Jantung berdebar

Saat kekurangan cairan, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh agar seluruh organ dalam tubuh tetap mendapatkan suplai darah yang cukup. Hal ini akan membuat jantung berdetak lebih cepat dari biasanya.

6. Urine berwarna pekat

Perubahan warna urine bisa menjadi tanda lainnya saat Anda kekurangan cairan. Normalnya, jika tubuh Anda mendapatkan asupan cairan yang cukup, maka urine akan berwarna kuning bening. Tapi, jika warna urine berubah menjadi kuning pekat, artinya tubuh Anda sedang mengalami kekurangan cairan.

Perlu diingat juga bahwa kebutuhan ibu hamil akan berbeda jika ada pengaruh dari lingkungan, suhu dan kelembapan udara. Jadi, pastikan untuk selalu sedia botol air minum di tas agar tanda-tanda kekurangan cairan tidak muncul.

Beberapa tanda ibu hamil kekurangan cairan tersebut perlu Anda waspadai. Untuk menghindarinya, ibu hamil dianjurkan untuk minum 8 sampai 10 gelas per hari atau jumlah kurang lebih sekitar 2,3 liter. Asupan ini juga bisa didapatkan dari makanan yang mengandung banyak cairan seperti sayur dan buah.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar