Sukses

Dysania, Kondisi yang Bikin Susah Bangun dari Tempat Tidur

Mungkin Anda kena dysania ketika susah bangun dari tempat tidur dan sering telat beraktivitas. Lalu apa sih dysania itu?

Klikdokter.com, Jakarta Anda sering susah bangun dari tempat tidur, khususnya saat libur? Tenang, Anda tidak sendirian. Bisa jadi Anda kena dysania. Faktanya, memang tak sedikit orang yang sulit untuk beranjak dari tempat tidur, meski sebenarnya sudah harus melakukan aktivitas.

Keadaan tersebut tak melulu akibat rasa malas. Berbeda dengan susah bangun pagi, dysania adalah kondisi ketika seseorang merasa sangat sulit untuk bangun dari tempat tidurnya. Orang yang mengalami dysania tidak memiliki keinginan untuk beranjak dari tempat tidur meski sudah terbangun dengan mata yang terbuka lebar.

Waktu yang dibutuhkan untuk beranjak dari tempat tidur pun terbilang ekstrem, yakni minimal 2 jam. Jadi, bayangkan saja betapa “ngaret”-nya acara bila bekerja sama dengan penderita dysania.

Untungnya, mereka yang mengalami kondisi tersebut tidak kesulitan untuk bangun pagi. Penderita dysania hanya kesulitan untuk beranjak atau terbangun dari tempat tidur karena ketidakinginan yang kronis.

Penyebab susah bangun dari tempat tidur

Dysania sebenarnya bukan penyakit. Kondisi ini tergolong pada sebuah gejala, meski belum banyak diakui oleh ahli kesehatan. Kendati demikian, studi yang diterbitkan dalam Public Library of Science pernah menyebutkan kondisi ini. 

Disebutkan bahwa dysania berkaitan dengan depresi. Sebab, gangguan psikis tersebut memicu rasa sedih mendalam yang berlarut-larut sehingga tubuh menjadi lelah berlebihan serta kehilangan energi dan minat untuk beranjak dari tempat tidur. Pada mereka yang depresi, terkadang tempat tidur memang dianggap sebagai tempat paling nyaman sehingga enggan untuk beranjak meninggalkannya.

Di luar masalah depresi, dysania alias susah bangun dari tempat tidur juga sering terjadi pada mereka yang mengalami masalah kesehatan seperti:

  • Anemia. Akibat kekurangan sel darah merah dalam tubuh, Anda akan mengalami kelelahan yang parah sehingga rentan alami dysania.
  • Sleep apnea. Punya gangguan pernapasan membuat Anda sering terbangun di malam hari. Alhasil, tubuh menjadi tidak segar keesokan harinya dan keengganan untuk bangun dari tempat tidur juga semakin besar. 
  • Fibromyalgia. Kondisi ini menimbulkan nyeri pada tubuh, mood yang buruk, dan kelelahan yang berlebih. Kalau sudah begini, kondisi dysania akan lebih mungkin terjadi. 

Mengatasi susah bangun dari tempat tidur

Seperti yang sempat disinggung, penyebab umum dari dysania adalah depresi. Maka, salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan konsumsi obat antidepresan. Namun, obat jenis ini tidak boleh dikonsumsi secara mandiri. Harus ada dokter atau psikiatri yang meresepkannya. 

Jika dysania tidak diatasi sama sekali, depresi bisa bertambah buruk. Bukan hanya masalah susah bangun dari tempat tidur, penderitanya juga berpotensi untuk melakukan tindakan berbahaya seperti menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. 

Selain antidepresan, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter menyarankan beberapa hal agar Anda bisa mengatasi depresi, yaitu:

  • Sempatkan diri untuk melakukan hobi.
  • Jadwalkan hari libur rutin dan manfaatkan waktu cuti untuk melakukan hal yang menyenangkan.
  • Pahami akar masalah yang dihadapi, lalu cari jalan keluarnya.
  • Prioritaskan waktu bersama keluarga atau orang yang disayang. 
  • Tingkatkan ibadah dan lakukan yoga atau meditasi. 

Bila penyebab susah bangun dari tempat tidur bukan karena depresi, maka pengobatannya pun harus disesuaikan dengan penyakit yang mendasari. Itulah mengapa, bila Anda merasakan rasa lelah berlebih, enggan beranjak dari tempat tidur selama berjam-jam, dan merasakan nyeri tubuh lebih baik periksakan diri ke dokter. 

Satu hal yang perlu diingat, dysania tidak sama dengan malas bangun pagi. Pada dysania, orang yang mengalaminya hanya susah untuk bangun dari tempat tidur. Meski terkesan sepele, kondisi ini perlu segera diatasi karena bisa menjadi tanda dari adanya depresi.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar