Sukses

Demensia, Risiko yang Mengintai di Balik Polusi Udara

Bukan hanya masalah pernapasan, polusi udara bisa mengakibatkan gangguan saraf. Salah satunya adalah demensia.

Klikdokter.com, Jakarta Polusi udara di beberapa kota di Indonesia dikategorikan tak sehat. Jika polutan terus-menerus dihirup, dampaknya tak hanya ke organ paru, tetapi juga memicu gangguan saraf seperti demensia.

Kondisi polusi udara di Tanah Air tengah menyedot perhatian banyak kalangan masyarakat. Pasalnya, beberapa kota besar di Indonesia ditetapkan memiliki tingkat polusi udara yang buruk. Ibu Kota pun sempat diklaim menjadi kota dengan kualitas udara terburuk sedunia, yang penilaiannya berdasarkan indeks kualitas udara (AQI).

Buruknya kualitas udara tersebut tentu tak boleh dianggap remeh. Polusi udara dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi tubuh. Kalau belakangan Anda sering merasa mudah sakit atau sering bersin dan batuk, bisa jadi itu karena polusi udara membuat daya tahan tubuh Anda menurun. Bukan hanya itu saja, menghirup udara yang mengandung polutan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan lain. Salah satunya adalah demensia. 

Sekilas mengenai demensia

Demensia, atau awam sering menyebutnya pikun, adalah kondisi seseorang yang mengalami kesulitan untuk mengingat, mengenali anggota keluarga dekat, dan melakukan kegiatan sehari-hari.

Adanya gangguan fungsi kognitif di otak menyebabkan penderita demensia sulit untuk berkonsentrasi, susah menemukan kata-kata saat bicara, sering tampak bingung, dan tersesat di tempat-tempat yang familier atau sering dikunjungi sebelumnya.

Demensia disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari usia yang semakin lanjut, adanya riwayat penyakit tertentu seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) atau stroke, serta riwayat keluarga yang mengalami demensia. Selain itu ada juga faktor lain seperti gaya hidup, pola aktivitas fisik, kehidupan sosial, termasuk faktor eksternal seperti polusi udara.

Kaitan antara polusi udara dan demensia

Para peneliti di berbagai negara telah melakukan telaah mengenai efek polusi udara dengan demensia. Salah satunya adalah sebuah penelitian di London, Inggris, yang dimuat dalam jurnal kesehatan “British Medical Journal”. Penelitian tersebut menemukan bahwa mereka yang tinggal di area London dengan tingkat polusi udara yang tinggi, lebih rentan mengalami demensia dibandingkan mereka yang tinggal di area yang tingkat polusi udaranya rendah.

Sebelum penelitian tersebut, hal serupa juga ditemukan oleh para peneliti di Kanada. Mereka melaporkan bahwa orang-orang yang tinggal dalam jarak 50 meter dari jalan raya yang ramai, mereka tujuh persen lebih tinggi risikonya untuk mengalami demensia dibandingkan mereka yang tinggal lebih jauh dari jalan raya. 

Bukti-bukti ilmiah secara kuat telah menunjukkan bahwa paparan terhadap polutan dalam udara erat hubungannya dengan risiko demensia. 

Sejauh ini, memang belum ada teori yang pasti mengenai mekanisme polusi udara dapat mencetuskan demensia. Salah satu kemungkinannya adalah partikel polutan kecil dalam udara dapat masuk ke dalam darah dan menembus lapisan di otak. Partikel ini kemudian menumpuk dan membentuk plak yang mengganggu, yang kemudian bisa menyebabkan kematian sel otak. Akibatnya, terjadi gangguan fungsi otak hingga berakhir dengan demensia.

Turunkan risiko demensia dengan mengurangi paparan polusi udara

Mau tidak mau, Anda perlu menghindari polusi udara agar jauh dari risiko demensia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan beberapa cara untuk mengurangi paparan polusi udara, yaitu:

  1. Batasi waktu berjalan di jalan raya yang padat, terutama saat jam-jam sibuk. Bila Anda membawa anak, gendong ia hingga posisinya lebih tinggi dari knalpot kendaraan bermotor.
  2. Batasi waktu berdiri atau berjalan di area yang padat kendaraan, seperti di sekitar lampu lalu lintas.
  3. Lakukan aktivitas fisik di area yang minim kendaraan bermotor. Selain itu, berolahragalah di luar jam sibuk. 
  4. Gunakan kendaraan umum dan batasi penggunaan kendaraan bermotor, terutama saat polusi udara sedang tinggi.
  5. Jangan membakar sampah karena akan memperparah kondisi polusi udara. 

Anda juga sangat direkomendasikan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat. Lakukan dengan rutin beraktivitas fisik, perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan antioksidan untuk membantu menangkal radikal bebas dari polusi udara, serta tidur cukup agar daya tahan tubuh kuat.

Bila dikombinasikan dengan lima langkah mengurangi paparan polusi udara yang disebutkan di atas, usaha Anda akan berbuah manis. Anda akan terhindar dari demensia dan penyakit-penyakit lainnya.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar