Sukses

Bayi Lebih Baik Tidur Tanpa Bantal, Benarkah?

Beberapa orang percaya bahwa posisi tidur bayi yang aman adalah dengan tidak menggunakan bantal. Apakah medis setuju dengan anggapan ini?

Setiap bayi membutuhkan waktu tidur yang cukup setiap hari, agar tumbuh kembangnya berlangsung dengan optimal. Nah, agar bayi tidur nyenyak, salah satu benda yang wajib disingkirkan adalah bantal.

Tidak dimungkiri, sebagian orang memang berpendapat bahwa posisi tidur bayi yang aman adalah dengan tidak menggunakan bantal. Lantas, apakah medis setuju dengan hal ini?

1 dari 3 halaman

Penggunaan Bantal untuk Bayi saat Tidur

Berbeda dengan orang dewasa, bayi sesungguhnya tidak membutuhkan bantal saat tidur. Ini karena proporsi tubuh bayi tidak dapat disamakan dengan orang dewasa.

Bayi memiliki ukuran leher yang kecil, ditambah dengan ukuran kepala yang relatif lebih besar dari tubuhnya. Karena itu, penggunaan bantal pada bayi  dapat menyebabkan terjadinya masalah.

Bahkan, penggunaan bantal yang tidak tepat pada bayi dapat menyebabkan kepala menekuk sehingga jalan napas di leher menjadi tertutup. Hal ini bisa sangat mengancam keselamatan buah hati Anda.

Artikel Lainnya: Posisi Tidur Bayi yang Benar agar Terhindar dari Segala Risiko

2 dari 3 halaman

Bahaya Bantal bagi Bayi

Secara spesifik, berikut ini adalah beberapa bahaya bantal bagi bayi yang bisa saja terjadi tanpa disadari.

  • Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah kematian mendadak pada bayi berusia di bawah 1 tahun yang hingga saat ini penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. 

Meski demikian, kalangan medis berpendapat bahwa penggunaan bantal, terutama jika bayi tidur di ranjang tanpa pengawasan, merupakan hal yang berperan pada terjadinya SIDS.

Atas dasar itu, bayi di bawah usia 1 tahun tidak disarankan untuk menggunakan bantal, karena belum mampu membalikkan tubuh atau mengangkat kepala. 

Tentu, dengan posisi tubuh yang salah pada penggunaan bantal, bahaya malah dapat terjadi.

Contoh, penggunaan bantal yang terlalu besar dapat membuat kepala bayi terlalu menunduk. Hal ini bisa menyumbat jalan napas, sehingga si Kecil bisa saja kekurangan pasokan oksigen.

  • Posisi Tubuh yang Tidak Alami

Berbeda dengan orang dewasa yang terbantu dengan bantal agar poros kepala sejajar dengan tulang belakang, penggunaan bantal pada bayi justru akan membuat lengkung poros kepala-leher-tulang punggung alaminya terganggu. 

Artikel Lainnya: Tips Memilih Tempat Tidur Bayi yang Tepat

  • Berisiko Alergi

Penggunaan sarung bantal yang dicuci menggunakan detergen, pewangi, atau pelembut dapat memicu reaksi alergi pada kulit bayi. Apalagi jika tidak dicuci dengan benar. 

Selain itu, bantal yang kotor dan tidak rutin dicuci dengan benar juga dapat menjadi sumber penumpukan debu, bakteri, dan kutu yang tentu akan menyebabkan masalah pada kulit bayi Anda.

  • Tersedak

Posisi kepala bayi yang tidak natural pada penggunaan bantal akan menyebabkan tersedak. Hal ini dikarenakan kemampuan refleks bayi masih belum cukup baik untuk menelan. 

Jika bayi menyusu dengan posisi yang salah, hal itu dapat menyebabkan tersedak. Lebih lanjut, tersedak dapat menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernapasan, sesak, bahkan kehilangan nyawa.

  • Terguling

Posisi bantal yang lebih tinggi daripada kepala si Kecil membuatnya dapat berguling ke samping. 

Jika bayi tidur tanpa pengawasan, si Kecil berguling ke arah yang salah hingga membuatnya terjatuh dari tempat tidur.

Itulah bahaya bantal bagi bayi. Daripada menempatkan bayi pada risiko tersebut, lebih baik biarkan biarkan si Kecil tidur tanpa bantal.

Apabila ingin si Kecil tetap merasa nyaman tanpa khawatir akan bahaya bantal bagi bayi, lebih baik sisipkan gulungan kain untuk mengalasi kepalanya. Jika si Kecil sudah genap berusia satu tahun, barulah Anda bisa memberikan bantal yang sesuai untuknya.

Jika Anda punya pertanyaan seputar bantal bayi atau posisi tidur bayi yang aman, tak perlu sungkan untuk chatting pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar