Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeIbu Dan anakKesehatan BayiPosisi Tidur Bayi yang Benar agar Terhindar dari Segala Risiko
Kesehatan Bayi

Posisi Tidur Bayi yang Benar agar Terhindar dari Segala Risiko

dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, 08 Sep 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Jika ingin bayi tidur dengan nyaman, orang tua perlu memperhatikan posisi tidur si Kecil. Cari tahu posisi tidur bayi yang benar di sini!

Posisi Tidur Bayi yang Benar agar Terhindar dari Segala Risiko

Posisi tidur bayi sering menjadi pertanyaan para orang tua. Meski sejak dulu kebanyakan bayi ditidurkan telentang, tapi banyak orang tua khawatir kalau kepala bayinya bisa menjadi peyang (datar di satu sisi).

Di sisi lain, bayi yang tidur tengkurap umumnya terlihat lebih nyenyak saat tidur. Namun, tetap saja ada kekhawatiran lain dengan menidurkan bayi dalam posisi ini. 

Sebenarnya, bagaimana posisi tidur bayi yang benar? Mari baca penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

1. Tidur Telentang

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), posisi tidur bayi yang terbaik adalah telentang. AAP menganjurkan agar bayi dibiasakan tidur telentang, setidaknya hingga usia satu tahun. 

Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS). Di banyak negara, jumlah kematian bayi karena SIDS menurun dengan menerapkan aturan tidur telentang pada bayi.

Selain itu, posisi tidur telentang dapat mencegah agar bayi tidak tersedak. Hal ini dikarenakan bayi lebih mampu membersihkan saluran udara mereka saat tidur telentang. 

Untuk mencegah kepala bayi menjadi peyang bila tidur telentang, biasakan untuk memindahkan posisi kepalanya sedikit menoleh ke kiri atau kanan tiap 1-2 jam. Jangan biarkan posisi kepalanya sama terus-menerus.

Artikel Lainnya: Posisi Tidur yang Tepat untuk Bayi yang Sakit Pneumonia

2. Tidur Tengkurap

Tengkurap bukanlah posisi tidur bayi yang benar. Karena itu, hindari posisi tidur tengkurap atau bersandar pada perut. 

Selain leher bayi yang masih lemah, tidur posisi tengkurap juga bisa meningkatkan risiko terjadinya SIDS.

Namun, memasuki usia 5 bulan ke atas, ketika leher dan otot-otot pernapasan mereka sudah cukup kuat, maka sesekali boleh membiarkan anak tidur pada posisi tengkurap (namun tidak boleh lama-lama dan dalam pengawasan ketat orang tua). 

3. Tidur Menyamping

Tak jarang, bayi yang sudah diposisikan telentang justru berubah posisi menyamping ketika sedang tidur. 

Sebagian orang tua mungkin berpikir bahwa posisi menyamping baik untuk mencegah terjadinya muntah dan refluks, tetapi hal itu tidaklah benar. Posisi tidur bayi yang dapat menghindarinya dari tersedak adalah telentang. 

AAP juga mengatakan bahwa tidur pada posisi menyamping tidak memberikan manfaat bagi bayi, bahkan tidak aman bagi mereka. 

Oleh karena itu, posisikanlah kembali bayi ke posisi telentang ketika mereka berubah menyamping.

4. Hindari Tidur Bersampingan dengan Bayi

Tidur bersampingan dengan bayi mungkin akan memberikan rasa aman bagi bayi dan orang tuanya. Tetapi, kebiasaan itu sebenarnya cukup berbahaya bagi keselamatan si bayi. Mengapa? Karena bayi berisiko terjepit dan tertekan jalan napasnya.

Dampaknya, bayi akan kesulitan bernapas dan bisa berakhir dengan kematian. Bayi masih terlalu lemah untuk dapat berteriak dalam keadaan terjepit dan menahan badan orang tuanya.

Jika ingin tidur di kasur yang sama, buatlah penghalang seperti bantal di antara orang tua dan bayi. 

Artikel Lainnya: Bayi Lebih Baik Tidur Tanpa Bantal, Benarkah?

5. Singkirkan Mainan atau Benda Lainnya di Area Tidur Bayi

Saat tertidur, banyak gerakan yang mungkin dilakukan oleh bayi. Misalnya, menggerakkan tangan dan kaki. 

Karena itu, jauhkan benda-benda seperti bantal, selimut, dan mainan dari area tidur bayi untuk mencegah benda-benda tersebut menutupi wajah mereka dan mengganggu pernapasannya.

Posisi telentang telah terbukti sebagai posisi tidur bayi yang benar dan terbaik. Karena dapat mencegah SIDS atau ketidaknyamanan pada leher, seperti tortikolis

Sementara tidur miring biasanya aman setelah bayi berusia lebih dari 4 hingga 6 bulan, dan bisa berguling sendiri setelah diletakkan telentang. 

Jadi, selalu posisikan bayi untuk tidur telentang sampai usia 1 tahun, demi keamanan mereka.  

Apabila memiliki pertanyaan seputar posisi tidur bayi yang aman, orang tua dapat bertanya langsung kepada dokter melalui Tanya Dokter. Jangan lupa download aplikasi KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu!

[RS]

Tidur BayiPosisi Tidur Bayi

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter