Kesehatan Bayi

Tips Memilih Tempat Tidur Bayi yang Tepat

dr. Dyah Novita Anggraini, 21 Apr 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Kematian mendadak dapat terjadi pada bayi saat tidur. Untuk mencegahnya pilihlah tempat tidur bayi yang aman dan tepat. Ini kiatnya.

Tips Memilih Tempat Tidur Bayi yang Tepat

Selama beberapa bulan setelah lahir, bayi akan menghabiskan waktu kira-kira 20 jam setiap hari untuk tidur. Karena itulah, pemilihan tempat tidur bayi harus diperhatikan betul. Mengapa demikian? Tempat tidur yang tepat akan menjaga kualitas tidur bayi.

Menurut sebuah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal Paediatrics & Child Health, kebiasaan tidur yang baik penting untuk kondisi fisik dan emosional bayi. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan di antaranya lingkungan bayi tidur, tempat tidur, dan tipe matras atau kasur.

 

1 dari 2

Lebih Baik Tidur Terpisah atau Bersama Orang Tua?

Canadian Pediatric Society merekomendasikan agar bayi tidak tidur bersama di tempat tidur orang tuanya. Menurut lembaga tersebut, bayi (terlebih yang berusia di bawah 1 tahun) tidak aman ketika tidur bersama orang tua.

Lingkungan tidur tersebut berisiko kematian mendadak pada bayi baru lahir kurang dari 1 tahun (suddent infant death syndrome atau SIDS). Ini adalah kematian yang mendadak dan tanpa sebab yang jelas pada bayi di bawah usia 1 tahun.

Artikel lainnya: Pola Tidur yang Tepat untuk Bayi Anda

Kematian ini sering terjadi ketika bayi tidur sehingga sering disebut cot/crib death. Untuk bayi di bawah 1 tahun, lebih baik Anda memilih boks bayi.

Banyak juga studi berskala besar menunjukkan bahwa bayi yang berbagi tempat tidur dengan orang dewasa lebih berisiko terjepit dan mati lemas kehabisan napas. Jika Anda ingin selalu dekat dengan bayi, boks bisa diletakkan di sebelah tempat tidur Anda. Menyusui bayi yang bangun tengah malam pun jadi lebih mudah.

Di sisi lain, ada keuntungan dan kerugian orang tua tidur satu kamar dengan bayi. Berikut beberapa penjelasannya:

Keuntungan tidur satu kamar

  • Orang tua lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan anak dan memonitor secara langsung.
  • Risiko SIDS lebih rendah pada bayi yang tidur satu kamar dengan orang tua, dengan catatan menjaga jarak tidur atau bayi tetap di tempat tidurnya.
  • Mengurangi risiko ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) pada anak sebanyak 50%.
  • Anak menjadi percaya diri karena sudah terbiasa aman dan terlindungi orang tua sejak bayi.

Kerugian tidur satu kamar

  • Orang tua tidak dapat istirahat dengan kualitas tidur yang baik.
  • Jika bayi tidur satu tempat tidur, risiko SIDS akan meningkat.

Artikel Lainnya: Bayi Lebih Baik Tidur di Ruangan Terang atau Gelap?

2 dari 2

Tips Aman Pilih Tempat Tidur Bayi

Jika saat ini Anda sedang mencari tempat tidur bayi, beberapa tips ini bisa menjadi panduan:

  • Tak perlu cari yang paling mahal. Faktor keamanan lebih penting dibandingkan desain atau harga.
  • Hindari boks bayi antik dan sudah turun-temurun, atau boks bayi dengan sisi drop-down(yang bisa dilipat ke bawah untuk memudahkan akses mengambil dan meletakkan bayi).

Menurut Komisi Keselamatan Konsumen Amerika Serikat (CPSC), isu keselamatan membuatnya tak lagi diproduksi dan dijual.

  • Ukur bilah atau teralinya. Jangan sampai jaraknya lebih dari 6 cm agar bayi tak bisa melewati sela tersebut, atau menyebabkan tubuh atau kepalanya terjepit.
  • Ketinggian bilah atau terali juga tak boleh luput diperhatikan, yaitu minimal 65 cm dari matras. Seiring bertambahnya usia, matras sebaiknya diturunkan lebih rendah sehingga bayi sulit memanjat keluar dari boksnya.
  • Ukur juga tiap sudutnya. Idealnya tak kurang dari dari 0,15 cm, sehingga pakaian bayi tak akan tersangkut.
  • Periksa jika ada bagian yang membahayakan. Misalnya, ada yang longgar atau mudah terlepas, cat yang mengelupas, ujung yang tajam, atau apa pun yang membuat tempat tidurnya tidak aman.
  • Pilih matras dengan tingkat keempukan solid dan padat (firm). Yang tidak disarankan adalah bayi tak boleh tidur di kasur air, bahan matras atau karpet kulit domba, bantal, sofa, kursi santai, atau permukaan empuk lainnya untuk mencegah kejadian SIDS.
  • Ukuran matras harus pas dengan tempat tidur, agar tak ada celah pada tiap sudutnya.
  • Jangan tempatkan boks bayi di sebelah jendela atau dekat dengan barang-barang berbahaya. Tali tirai gulung (blind cords), tirai serangga (bug screen) yang dipasang di jendela, atau pelengkap jendela lainnya punya potensi bahaya.

Selain itu, paparan sinar matahari langsung dari jendela juga bisa membuat bayi tak nyaman.

  • Jika perlu, pasang kelambu pelindung yang berukuran lebih panjang dan besar dari boks bayi. Si Kecil pun bisa tidur nyenyak tanpa gangguan gigitan nyamuk.
  • Hindari penggunaan bumper (bantalan pelindung yang dipasang pada terali tempat tidur bayi), karena bisa membuat bayi tercekik. Selain itu, untuk balita yang sudah agak besar, bumper tersebut bisa dijadikan pijakan untuk melompat keluar dari boks.
  • Jangan letakkan selimut tebal, bed cover, bantal, atau boneka besar di dalam boks bayi. Mereka akan dengan mudah “tertimbun” benda-benda tersebut.

Itulah sejumlah tips memilih tempat tidur bayi yang aman. Pastikan juga bayi tidur dalam keadaan bersih dan tidak lapar agar tidurnya lebih nyenyak. Masih ada pertanyaan seputar pemilihan boks bayi? Tanyakan pada dokter di aplikasi KlikDokter.

[HNS]

Bayi
Tempat tidur bayi