Sukses

Begini Cara Melindungi Hati dari Serangan Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit infeksi virus pada hati. Sayangi hati sekaligus ketahui cara melindungi hati dari serangan hepatitis.

Klikdokter.com, Jakarta Hepatitis adalah penyakit infeksi virus pada hati dan angka kejadiannya termasuk tinggi di Indonesia. Karenanya, lindungi kesehatan hati Anda dari serangan penyakit hepatitis atau beragam gangguan kesehatan lain yang rentan menyerang organ tersebut.

Berdasarkan data dari Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), setidaknya satu dari 10 orang terindikasi terjangkit hepatitis. Banyak pula yang menyebut penyakit ini layaknya fenomena gunung es, jumlah penderita yang terdeteksi jauh lebih sedikit ketimbang yang tidak terdeteksi.

Hati atau lever adalah salah satu organ di dalam rongga perut yang perannya sangat vital. Selain untuk mencerna makanan, hati juga bekerja untuk menetralisir zat kimia yang toksik, serta memproduksi protein dan faktor pembekuan darah. Jika Anda menderita hepatitis, berbagai fungsi hati akan terganggu.

Hepatitis: penyebab, jenis, dan penularannya

Hepatitis ditandai dengan adanya peradangan pada sel-sel hati. Di antara berbagai penyakit yang dapat menyerang hati, hepatitis merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi.

Berdasarkan penyebabnya, ada beberapa jenis hepatitis. Di antaranya adalah hepatitis yang disebabkan oleh virus, kebiasaan minum alkohol, efek samping obat, dan kolesterol yang tinggi. Dari semua penyebab tersebut, hepatitis yang paling sering ditemui di Tanah Air adalah hepatitis virus, terutama hepatitis A, B, dan C.

Meski sama-sama disebabkan oleh virus, penularan virus hepatitis A, B, dan C berbeda-beda.

Virus hepatitis A umumnya masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang tidak bersih atau terkontaminasi. Hepatitis A biasanya bersifat akut, sembuh dengan sendirinya, dan tidak menyebabkan infeksi kronis. Pengobatannya pun hanya mengobati gejalanya saja.

Sementara itu, hepatitis B dan hepatitis C ditularkan melalui cairan tubuh, misalnya melalui hubungan seksual atau penggunaan jarum suntik yang dipakai bergantian (seperti pada pengguna narkoba suntik). Selain itu, hepatitis B juga sering ditularkan dari ibu ke anak saat proses persalinan.

1 dari 2 halaman

Cara melindungi hati dari hepatitis sesuai jenisnya

Cara penularan hepatitis yang berbeda-beda, juga memerlukan cara pencegahan yang  berbeda pula.

Untuk mencegah hepatitis A, berikut ini adalah langkah yang perlu dilakukan:

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setiap kali akan menyiapkan makanan dan sebelum makan.
  • Hindari makanan yang dijual di pinggir jalan, yang kebersihannya diragukan atau lingkungan di sekitarnya tampak kotor.
  • Biasakan untuk selalu minum air yang dijamin kebersihannya.
  • Hindari konsumsi daging dan ikan yang tidak dimasak sampai matang.
  • Lakukan vaksinasi hepatitis A sebanyak dua kali dengan jarak 6 bulan. Vaksinasi ini dapat diberikan pada anak yang usianya di atas 1 tahun atau pada orang dewasa.

Sementara itu, untuk mencegah serangan hepatitis B dan C, lakukan cara-cara ini:

  • Hindari bertukar sikat gigi, gunting kuku, dan pisau cukur dengan orang lain.
  • Tidak menggunakan narkoba, khususnya narkoba suntik.
  • Ketahui apakah pasangan seksual Anda mengidap hepatitis B atau C. Jika belum pernah diperiksa, sebaiknya selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Hindari membuat tato atau melakukan tindik di tempat atau dengan cara yang tidak steril. Jika Anda gemar atau ingin mencoba terapi akupunktur, pastikan jarum yang digunakan selalu baru.
  • Untuk hepatitis B, cara paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan vaksin hepatitis B. Vaksinasi diberikan pada bayi pertama kalinya segera setelah lahir, paling lambat 12 jam setelah persalinan. Lalu, vaksinasi berikutnya diberikan saat bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan.

Optimalkan juga dengan melindungi kesehatan hati lewat pola makan sehat bergizi seimbang. Jenis makanan dan minuman yang diketahui baik untuk hati antara lain: air, sayuran cruciferous, sayuran berdaun hijau, tanaman laut, makanan yang kaya akan sulfur, buah-buahan, makanan dengan serat prebiotik, makanan fermentasi, lemak sehat, rempah-rempah, protein hewan, serta biji-bijian berkecambah, kacang-kacangan, dan padi-padian.

Hindari konsumsi garam yang berlebihan, karena berisiko menyebabkan penumpukan cairan sehingga hati bisa menjadi bengkak. Batasi pula makanan atau minuman yang tinggi gula karena bisa menimbulkan penumpukan lemak di hati.

Demikianlah cara melindungi hati dari serangan hepatitis sekaligus melindungi kesehatannya. Ingat, pengobatan hepatitis tidak mudah dan umumnya penderita butuh waktu yang cukup lama untuk pulih. Sebaliknya, pencegahan hepatitis tidaklah sulit dan sangat efektif untuk melindungi Anda dari penyakit tersebut.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar