Sukses

Benarkah Perceraian Tingkatkan Risiko Stroke?

Berkaca pada kasus yang menimpa artis Korea Selatan, Song Hye Kyo dan Song Joong Ki, benarkah perceraian tingkatkan risiko stroke?

Klikdokter.com, Jakarta Belum genap 2 tahun usia pernikahan artis cantik asal Korea Selatan, Song Hye Kyo dan aktor Song Joong Ki, pasangan selebritis favorit pecinta K-drama ini mengumumkan perceraian mereka. Kabar mengejutkan ini sontak membuat sedih pecinta K-drama dan orang-orang yang menjadi fans keduanya.

Kasus perceraian yang terjadi pada Song Hye Kyo dan Song Joong Ki tentu akan menyisakan luka hati, termasuk pada mereka yang telah mendukung hubungan keduanya. Tak hanya dapat berdampak pada psikis saja, kasus perceraian seperti yang menimpa pasangan selebritis tersebut juga konon mampu meningkatkan risiko stroke.

Nikah, cerai dan stroke

Pernikahan merupakan suatu keputusan besar yang dapat mengubah hidup seseorang. Tindakan ini pun dapat menjadi sumber cinta, kebahagiaan, kenyamanan dan rasa aman.

Di sisi lain, pernikahan tak selamanya seperti kisah Cinderella. Ada kalanya pernikahan bisa membuat seseorang menjadi stres, cemas, patah hati hingga berujung perceraian. Hal ini tentu berpengaruh pada penurunan kondisi fisik maupun mental, sehingga risiko terjadinya penyakit juga bisa meningkat. Salah satu penyakit yang mungkin terjadi akibat kondisi tersebut adalah stroke.

Perlu Anda tahu, stroke adalah kematian jaringan otak yang terjadi akibat organ tersebut kekurangan pasokan darah atau oksigen. Kondisi ini dibedakan menjadi dua, yaitu stroke iskemik atau sumbatan dan stroke hemoragik atau perdarahan.

Stroke adalah penyakit yang sangat memengaruhi kualitas hidup penderita. Ini karena stroke bisa menyebabkan komplikasi yang benar-benar menganggu fungsi tubuh secara permanen.

1 dari 2 halaman

Kasus stroke meningkat usai perceraian

Menurut studi yang dilakukan di Swedia dan dipublikasikan di jurnal Cerebrovascular Diseases, angka kejadian stroke bisa meningkat dalam beberapa tahun pertama usai perceraian terjadi. Risiko ini bisa semakin tinggi pada pria maupun wanita usai berpisah dengan pasangannya, termasuk saat ditinggal pasangan akibat kematian.

Penelitian tersebut juga mengatakan bahwa risiko stroke ditemukan lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Hal ini diduga terjadi karena pria cenderung mengalami tingkat stres yang tinggi setelah bercerai, sehingga sering merasa cemas, kesedihan mendalam dan kecenderungan malas memerhatikan kesehatan diri.

Lebih jauh, memilih bertahan pada pernikahan yang tidak bahagia juga dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke. Terkait ini, sebuah penelitian yang dilakukan oleh the University of Colorado Boulder di Amerika Serikat melaporkan bahwa bertahan pada pernikahan yang tidak bahagia akan meningkatkan risiko terkena stroke. Tingkat stres yang tinggi dapat membuat tekanan darah meningkat (hipertensi), yang merupakan salah satu faktor penyebab stroke.

Parahnya lagi, risiko stroke juga bisa dialami oleh anak yang orang tuanya bercerai. Menurut penelitian, anak akan mengalami “perjuangan psikis” dalam 1 atau 2 tahun pertama setelah orang tua bercerai.

Sebagai akibatnya, anak akan merasa stres, marah, kecewa dan memiliki rasa tidak percaya yang tinggi. Maka itu, studi yang dipublikasikan di the International Journal of Stroke menyebut bahwa perceraian orang tua semasa anak masih kecil dapat meningkatkan risiko stroke hingga 3 kali lipat saat ia dewasa.

Kasus perceraian seperti yang dialami Song Hye Kyo dan Song Joong Ki bisa saja menyebabkan beban mental yang tinggi dan berujung pada stroke. Kendati begitu, risiko tersebut bisa diturunkan jika keduanya terus berpikiran dan berada di lingkungan positif yang memberikan dukungan penuh serta menerapkan gaya hidup sehat setiap saat. Jadi, jika Anda fans setia keduanya, jangan lupa untuk terus memberikan dukungan positif agar perceraian yang mereka alami tidak menyebabkan kondisi yang lebih menyedihkan lagi.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar