Sukses

Mantan Suami Denada, Jerry Aurum Diciduk Polisi Akibat Narkoba

Mantan suami Denada, Jerry Aurum dikabarkan ditangkap oleh polisi pada Rabu (19/6) lantaran terjerat kasus narkoba.

Klikdokter.com, Jakarta Berita tentang penyalahgunaan obat-obatan terlarang kembali datang dari dunia hiburan Indonesia. Kali ini narkoba berhasil “mengelabui” fotografer Jerry Aurum. Mengutip Liputan6.com, mantan suami Denada tersebut diamankan Resnarkoba Polres Jakarta Barat pada Rabu, (19/6), setelah ada laporan dari warga.

“Ini berdasarkan informasi yang kita dalami. Terus akhirnya kita coba selidiki. Jadi penyelidikan dari informasi yang ada. Setelah diselidiki, polisi melakukan penangkapan di kediaman Jerry Aurum di Cirendeu, Tangerang Selatan,” kata Kanit 1 Resnarkoba Polres Jakarta Barat, AKP Arif Oktora kepada liputan6.com.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa beberapa jenis narkotika. Termasuk di antaranya adalah ekstasi atau inex, sepaket ganja, dan tembakau gorila.

Bahaya narkoba yang dibawa Jerry Aurum

Narkoba yang menjadi barang bukti penangkapan Jerry Aurum terbukti dapat membahayakan kesehatan tubuh bagian luar maupun dalam. Secara spesifik, berikut adalah jenis narkoba yang ditemukan di kediaman Jerry beserta dampak negatifnya bagi kesehatan.

  • Ekstasi

Ekstasi adalah jenis narkotika yang membuat penggunanya mengalami berbagai efek samping, termasuk stimulan dan halusinasi.

Seseorang yang menggunakan ekstasi dapat mengalami efek samping berupa euforia, emosi tinggi, halusinasi, nafsu makan menurun dan mudah haus. Efek ini dapat berlangsung 3 hingga 8 jam setelah penggunaan.

Tak hanya itu, ekstasi juga bisa memberikan efek jangka pendek berupa hipertermia, berkeringat, panas dingin, tekanan darah meningkat, perasaan cemas berlebi, mual, penglihatan kabur, tegang otot, tremor hingga pingsan.

Dalam jangka panjang, orang yang mengonsumsi narkotika jenis ekstasi sangat mungkin untuk mengalami rasa gelisah berlebih, depresi, masalah tidur, gangguan ingatan, nafsu makan menurun, perilaku impulsif dan cenderung agresif. Parahnya, efek ini bisa bertahan meski penggunaan ekstasi dihentikan.

  • Ganja

Berdasarkan penjelasan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, ganja berasal dari tanaman Cannabis sativa yang banyak tumbuh di beberapa daerah di Indonesia.

“Zat yang dikenal dengan sebutan mayiruana ini termasuk psikotropika golongan halusinogen, karena bisa memberikan efek delusi atau khayalan yang tidak sesuai dengan kenyataan,” ungkap dr. Sepri.

Lebih lanjut, dr. Sepri berkata bahwa konsumsi ganja secara oral atau diolah bersama makanan bisa memberikan efek antinyeri dan peningkatan nafsu makan pada orang-orang yang mengalami kanker. Sedangkan jika dihirup, ganja bisa memberikan efek melayang alias fly.

“Ganja bisa memberikan efek buruk pada otak, karena penggunaannya dapat merusak daerah prefrontal dan mengurangi volume hipokampus otak. Ini artinya, penggunaan ganja bisa membuat volume otak menjadi lebih kecil atau menyusut sehingga mengganggu memori atau ingatan,” jelas dr. Sepri.

  • Tembakau gorila

Tembakau gorila atau juga dikenal dengan nama hanoman dan ganesha adalah narkoba jenis ganja sintetis, yang di dalamnya terkandung zat cannabinoid. Narkotika jenis ini sempat populer di Indonesia pada tahun 2016 silam.

Seperti narkotika jenis lain, tembakau gorila juga memberikan efek samping merugikan bagi tubuh. Karena berbentuk tembakau, penggunaan narkotika jenis ini adalah dengan dibakar. Apabila asap hasil pembakaran masuk ke dalam tubuh, efek yang akan terjadi dapat berupa sensasi melayang, pusing, kesenangan berlebih, mual dan muntah.

Tak hanya itu, narkotika jenis ini juga bisa menimbulkan efek samping yang sesuai dengan namanya. Ya, penggunaan tembakau gorila bisa memberikan efek seperti tertimpa gorilla. Penggunanya akan mengalami kebiruan pada kulit, sesak hingga kesulitan bernapas dan akhirnya gagal napas, bahkan kematian.

Berkaca dari kasus yang menimpa mantan suami Denada, Jerry Aurum, Anda sebaiknya benar-benar menarik diri dari segala sesuatu yang berhubungan dengan narkoba, narkotika, atau zat adiktif lainnya. Jangan sekali-sekali merasa penasaran dan mencobanya, karena sekali terjerat Anda akan sulit melepaskan diri. Alhasil, mau tak mau Anda akan bergantung pada zat berbahaya tersebut dan mengalami semua efek samping merugikan yang bahkan bisa mengancam keselamatan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar