Sukses

Sulit Punya Anak, Jangan-Jangan Anda Kena Azoospermia!

Jika Anda kesulitan hamil, bahkan sudah berlangsung selama satu tahun, bisa jadi ini disebabkan oleh azoospermia.

Banyak pasangan yang sudah menikah mendambakan agar segera dikaruniai momongan. Namun, tak jarang keinginan ini tidak terpenuhi karena bagi beberapa pasangan, sangat sulit untuk punya anak.

Jika kondisi ini telah berlangsung selama satu tahun, bahkan setelah Anda mencoba berbagai cara, maka hal ini termasuk dalam infertilitas atau kemandulan.

Bagi Anda yang pria, jangan terburu-buru menyalahkan pasangan atas kondisi yang terjadi. Bisa jadi hal ini bukan disebabkan oleh pasangan Anda, melainkan Anda yang mengalami azoospermia.

1 dari 4 halaman

Azoospermia, Apa Itu?

Meskipun tergolong jarang karena hanya terjadi pada 1 persen pria, azoospermia menjadi penyebab kemandulan sebesar 10-15 persen. Apa yang dimaksud dengan azoospermia?

Dalam keadaan normal, seorang pria memiliki sekitar 15 juta sel sperma dalam tiap milimeter air mani. Namun pada azoospermia, sel sperma sama sekali tidak ditemukan di dalam air mani atau cairan ejakulat. 

Sel sperma diproduksi dan disimpan di dalam testis dengan peran hormon dari otak. Ketika seorang pria mengalami ejakulasi atau klimaks, sel sperma akan bergabung dengan cairan yang dihasilkan oleh beberapa kelenjar, mengeluarkan cairan putih yang disebut ‘sperma’.

Artikel Lainnya: Pasangan Golongan Darah O dan AB Sulit Punya Anak? Ini Penjelasannya

Sel sperma yang disimpan di testis akan keluar melalui saluran kencing pria hingga keluar dari ujung penis.

Telah dikatakan bahwa bagi pria dengan azoospermia, sel sperma tidak ditemukan dalam mani. Padahal, sel ini berperan untuk membuahi sel telur yang dimiliki wanita sehingga terjadinya kehamilan. Tentunya kondisi ini menjadi penyebab Anda sulit punya anak. Lantas, apa yang melatarbelakangi hal ini?

Penyebab azoospermia bisa terjadi akibat kelainan otak yang menyebabkan gangguan hormon, tumor, infeksi atau radang pada organ dan saluran organ reproduksi, kecelakaan, diabetes, serta paparan radiasi berbahaya.

Beberapa gejala azoospermia, antara lain:

  • Gairah seksual (libido) menurun 
  • Sulit ereksi
  • Bengkak atau benjolan pada buah zakar
  • Rambut rontok pada wajah dan tubuh

Artikel Lainnya: Program Hamil Tak Kunjung Berhasil? Bisa Jadi Anda Alergi Sperma

2 dari 4 halaman

Jenis-Jenis Azoospermia

Terdapat tiga jenis azoospermia tergantung penyebabnya, yaitu:

  • Azoospermia Pra-Testis

Penyebab azoospermia ini adalah faktor hormonal yang diperankan oleh kelenjar hipofisis yang ada di otak. Hal ini yang menyebabkan sel sperma di testis tidak diproduksi.

  • Azoospermia Testis

Azoospermia testis disebabkan oleh adanya kelainan pada organ yang menjadi ‘pabrik’ sel sperma, yaitu testis atau buah zakar.

  • Azoospermia Pasca-Testis

Penyebab azoospermia pasca-testis adalah sumbatan pada saluran tempat sel sperma keluar yang menyebabkan sel sperma tertahan. Meskipun diproduksi, tetapi sel sperma tidak ikut keluar bersama cairan mani.

Artikel Lainnya: Kenali Ciri-Ciri Pria Mandul

3 dari 4 halaman

Pengobatan Azoospermia

Pengobatan azoospermia tergantung jenis dan penyebabnya, apakah karena masalah hormonal, kelainan testis, atau ada sumbatan pada salurannya. Berikut beberapa tindakan yang bisa dilakukan:

  • Terapi Hormon

Kelenjar hipofisis pada otak berperan menghasilkan hormon yang berperan dalam menginstruksikan organ pria, yaitu testis, untuk memproduksi sel sperma. Jika hormon ini sedikit atau tidak ada, maka testis jadi tidak memproduksi sel sperma. 

Maka dari itu, secara umum terapi hormon efektif dalam pengobatan azoospermia apabila penyebabnya bukan karena adanya sumbatan.

  • Operasi

Jika saluran reproduksi Anda mengalami sumbatan akibat pernah kecelakaan, riwayat operasi pada saluran kencing, ataupun tumor, maka operasi menjadi pilihan utama dalam pengobatan azoospermia.

  • Bayi Tabung

Beberapa pengobatan azoospermia di atas tidak 100 persen menjamin keberhasilan. Namun, Anda tetap dapat mencoba program bayi tabung agar bisa punya anak.

Pada prosesnya, sel sperma langsung diambil dari ‘pabriknya’ (testis), lalu dipertemukan dengan sel telur di dalam cawan laboratorium.

Bagi Anda yang mengalami azoospermia, jangan dulu menyerah dan berkecil hati. Penting untuk mengonsultasikan masalah Anda kepada dokter urologi atau andrologi agar dapat dicari penyebabnya dan pengobatan azoospermia yang dilakukan sesuai.

Anda juga dapat berkonsultasi mengenai keluhan terkait kepada dokter, melalui layanan Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Semoga bermanfaat!

[WA]

2 Komentar