Sukses

Tips Mengatasi Mata Lelah Akibat Computer Vision Syndrome

Mata lelah akibat terlalu lama menatap layar elektronik disebut computer vision syndrome. Yuk, cari tahu cara mengatasinya!

Klikdokter.com, Jakarta Di era serba digital saat ini, pekerjaan yang Anda lakukan sebagian besar berkaitan dengan komputer, laptop, dan smartphone. Dengan waktu bekerja 7-9 jam setiap hari, tak heran mata Anda akan sering terpapar layar elektronik hingga menimbulkan kelelahan. Mata lelah akibat terlalu banyak menatap layar elektronik itu disebut computer vision syndrome.

Computer vision syndrome (CVS) adalah kumpulan gejala yang ditimbulkan pada mata sebagai hasil dari penggunaan komputer, tablet, telepon genggam, dan alat elektronik lainnya secara berlebih atau dalam waktu panjang. Rasa tidak nyaman pada mata akan semakin meningkat seiring bertambahnya durasi penggunaan perangkat elektronik.

Diagnosis CVS ditetapkan dengan pemeriksaan mata secara keseluruhan. Pemeriksaan tersebut antara lain dengan menggali keluhan pasien, pemeriksaan tajam penglihatan, pemeriksaan refraksi (tajam penglihatan mata), serta pemeriksaan bagaimana mata dapat fokus, bergerak, dan bekerja bersama.

Gejala computer vision syndrome

Pada umumnya, computer vision syndrome menujukkan gejala yang mudah dikenali, seperti:

  • Mata lelah
  • Nyeri kepala
  • Penglihatan buram
  • Mata kering
  • Nyeri pada leher dan pundak

Berbagai gejala itu dapat timbul karena kurangnya pencahayaan, kontras pada layar digital, jarak pandang yang tidak sesuai, postur duduk yang salah, gangguan penglihatan, khususnya kelainan refraksi yang tidak terkoreksi dengan baik. Penyebab CVS juga dapat merupakan kombinasi dari faktor-faktor di atas.

Derajat gangguan fungsi penglihatan sangat dipengaruhi oleh tajam penglihatan seseorang dan durasi terpapar layar perangkat elektronik yang digunakan. Beberapa faktor yang meningkatkan beratnya keluhan CVS, yaitu:

  • Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi dengan baik, seperti rabun jauh atau yang sering disebut dengan mata minus dan astigmatisme atau silinder.
  • Kurangnya kemampuan mata untuk dapat fokus pada satu objek atau gangguan koordinasi pada mata.
  • Proses penuaan pada mata, seperti presbiopia.

Berbagai keluhan akibat CVS umumnya bersifat sementara dan akan berkurang setelah Anda menghentikan pekerjaan di depan layar elektronik. Namun, beberapa studi menemukan keluhan penurunan tajam penglihatan dapat menetap. Misalnya, buram ketika melihat jauh, meski sudah mengurangi durasi atau menghentikan sementara penggunaan perangkat elektronik.

1 dari 2 halaman

Bagaimana cara mengatasinya?

Secara garis besar, penanganan mata lelah akibat CVS dapat dibagi menjadi dua, yaitu perawatan mata dan cara melihat komputer atau layar perangkat elektronik lainnya.

  1. Perawatan mata

    • Bagi pengguna kacamata maupun lensa kontak, ukuran yang digunakan sehari-hari mungkin belum sesuai untuk digunakan saat bekerja dengan komputer.

    Beberapa orang mungkin membutuhkan lensa khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kerja. Anda dapat mengonsultasikannya dengan dokter spesialis mata untuk menentukan ukuran yang tepat.

    • Anda yang memiliki gangguan pada fokus atau koordinasi pada mata yang tidak dapat dikoreksi dengan baik menggunakan kacamata atau lensa kontak, dapat menggunakan visual training yang dapat melatih hubungan antara otak dan mata.
  1. Cara melihat komputer

    • Lokasi layar komputer harus diperhatikan agar tetap nyaman saat melihat komputer. Layar komputer sebaiknya berada 15-20 derajat di bawah pandangan mata.
    • Bahan yang dijadikan referensi sebaiknya diletakkan di atas keyboard atau di bawah monitor sehingga tidak perlu menggerakkan kepala berulang kali yang dapat menimbulkan rasa lelah.
    • Menggunakan layar anti-glare untuk dapat menurunkan jumlah cahaya yang direfleksikan langsung oleh layar komputer.
    • Posisi duduk harus nyaman. Tinggi kursi sebaiknya disesuaikan sehingga kaki dapat menapak ketika duduk.
    • Menyiapkan waktu untuk beristirahat dari paparan layar komputer. Setelah dua jam penggunaan komputer, sebaiknya beristirahat selama 15 menit. Selain itu, setiap 20 menit penggunaan komputer diberi jeda selama 20 menit untuk melihat jarak jauh sehingga dapat memberi kesempatan bagi mata untuk fokus kembali.
    • Untuk meminimalkan risiko terjadinya dry eyes karena penggunaan komputer jangka panjang, usahakan untuk berkedip sehingga permukaan mata tetap lembap.

Tuntutan bekerja menggunakan perangkat elektronik saat ini tidak dapat dihindari. Namun, keluhan mata lelah akibat computer vision syndrome dapat diminimalkan dengan mengatur pencahayaan layar yang tepat. Selain itu, pastikan jarak kerja Anda dengan layar sesuai, yakni sekitar 50 cm. Anda juga harus menjaga postur duduk dengan benar saat bekerja dan memeriksakan mata secara berkala. Jika Anda punya keluhan menetap, segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar