Sukses

Tips agar Berat Badan Tak Melonjak Usai Lebaran

Berat badan naik setelah Ramadan adalah cerita lama. Agar tak jadi korban, ikuti tips ini agar berat badan tak melonjak usai Lebaran.

Klikdokter.com, Jakarta Berat badan yang meningkat setelah Lebaran bukanlah hal yang mengejutkan. Apalagi jika libur Lebaran Anda banyak melahap makanan khas dan aneka kue lezat yang berjejer rapi di meja makan. Jangan sampai menjadi ‘korban’. Ada tipsnya supaya berat badan Anda tak melonjak usai Lebaran.

Mengingat Hari Raya Idul Fitri adalah momen setahun sekali plus dimanfaatkan sebagai ajang “balas dendam” setelah berpuasa selama sebulan lamanya, tangan seperti tak habis-habisnya memasukkan makanan ke mulut. Tak heran setelahnya berat badan naik dalam waktu relatif singkat.

Selain pola makan yang tak terkontrol, faktor lain yang juga bisa bikin angka timbangan bertambah antara lain:

  • Kurang tidur

Saat bulan puasa, waktu tidur biasanya akan berkurang, apalagi jika Anda termasuk rajin beribadah. Saat kurang tidur, terjadi penurunan produksi hormon penekan nafsu makan (leptin), sedangkan hormon penambah nafsu makan (grelin) meningkat.

Dengan adanya peningkatan hormon grelin ini, maka ada kecenderungan Anda akan melahap apa saja yang ada di depan mata tanpa memikirkan kandungan kalori makanan tersebut.

  • Minim berolahraga

Banyak makan tapi tidak disertai dengan olahraga dan tidak aktif bergerak saat bulan puasa juga bisa bikin berat badan meningkat.

  • Kurang asupan serat

Asupan serat dari sayur dan buah yang dibaikan saat puasa, lalu berlanjut hingga Lebaran, bisa mengakibatkan pencernaan tidak berjalan lancar. Kondisi dapat meningkatkan terjadinya penumpukan lemak, sehingga berat badan melonjak.

1 dari 2 halaman

Tips agar berat badan tak melonjak usai Lebaran

Agar berat badan tetap terkontrol, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti terjait pola makan selama Lebaran dan aktivitas setelahnya. Strategi yang bisa Anda tetapkan adalah:

1. Kurangi makan manis, berlemak, dan bersantan

Aneka kue khas saat Hari Raya Idul Fitri, baik kue kering maupun basah, juga makanan berlemak seperti opor, gulai, lodeh, kari, rendang, celimpungan, gudeg, sambal goreng ati, dan lain-lain, harus dibatasi. Meski menggoda selera, tetapi jenis makanan tersebut tinggi kalori.

Tahukah Anda bahwa 1 sdm santan bisa menyumbang 34 kalori! Jadi, ketika Anda sedang menyendok ketupat, gulai, dan opor, ingatlah untuk mengurangi porsinya.

2. Makan porsi sedikit tapi sering

Jika nafsu makan Anda meningkat selama berpuasa dan Lebaran, pasang strategi makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Pola makan yang seperti ini dapat mengendalikan nafsu makan dan membiasakan lambung untuk cukup makan dengan porsi sedikit.

Penggunaan piring kecil juga bisa jadi strategi jitu. Atau, sebisa mungkin tidak duduk dekat dengan meja makan atau tempat makanan agar Anda tak tergoda terus-terusan menyendok makanan.

3. Mengendalikan stres

Stres bisa muncul saat Anda kurang tidur atau banyak aktivitas menjelang libur Lebaran. Keduanya bisa mengakibatkan peningkatan berat badan.

4. Banyak minum air putih

Minum air putih yang cukup dapat memperlancar sistem pencernaan. Selain itu, Anda dapat menahan hasrat untuk menambah makanan ke piring makan.

5. Jangan bepergian dengan perut kosong

Sebelum berangkat mengunjungi sanak saudara, makanlah terlebih dulu di rumah. Sehingga, makanan banyak di tempat tujuan bisa dihindari. Pilihlah sarapan yang tinggi serat dan rendah kalori, misalnya oatmeal atau roti gandum. Dengan begitu, Anda akan kenyang lebih lama sehingga tidak makan berlebihan saat berkunjung ke rumah saudara nantinya.

6. Makan dengan perlahan

Hindari makan secara terburu-buru. Makan dengan perlahan membantu tubuh untuk mencerna makan lebih baik, sehingga tubuh akan merasakan kenyang dan tahu kapan harus berhenti makan.

7. Kembali berolahraga

Selain mengatur pola makan, mulailah kembali berolahraga! Selama puasa Ramadan, banyak orang yang mengabaikan olahraga karena takut akan menguras tenaga. Berolahraga akan membantu tubuh kembali bugar dan pembakaran kalori menjadi optimal. Rekomendasinya adalah berlatih fisik tiga kali seminggu, selama 30 menit tiap sesinya.

Daripada menyesal berat badan naik tapi susah turun, baiknya lakukan tips di atas agar berat badan tak melonjak dalam waktu cepat usai Lebaran. Menikmati sajian Lebaran yang enak memang tidak dilarang, tapi batasilah jumlahnya, ya, apalagi jika Anda punya kondisi medis tertentu. Ajak anggota keluaraga lainnya untuk ikut berolahraga agar manfaatnya bisa dirasakan bersama-sama!

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar