Sukses

4 Penyebab Penyakit Autoimun Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun dan peradangan sistem saraf pusat yang memengaruhi sel saraf otak dan tulang belakang. Apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Aktris Hollywood Selma Blair buka-bukaan dengan multiple sclerosis yang dideritanya. Presenter dan komedian Indonesia, almarhum Pepeng, juga diketahui mengidapnya. Gejala yang ditimbulkan penyakit ini cukup berat, menyebabkan Selma harus menggunakan tongkat, dan almarhum Pepeng sempat harus ditopang kursi roda. Apa penyebab penyakit autoimun multiple sclerosis?

Multiple sclerosis adalah jenis penyakit autoimun. Artinya, sistem imun yang seharusnya melawan benda asing, justru berbalik menyerang jaringan tubuh sendiri. Pada multiple sclerosis, imunitas tubuh menyerang sel saraf yang memiliki selubung (mielin) di sistem saraf pusat. Kerusakan sel saraf bisa terjadi di otak maupun di sumsum tulang belakang.

Jenis multiple sclerosis

Akibat serangan pada sistem imunitas tersebut, terjadi kerusakan dari selubung mielin berikut sel sarafnya. Kerusakan yang terjadi pada setiap penderita sangat bervariasi. Diperkirakan, lebih dari 30 persen penderita akan mengalami kecacatan dalam 20-25 tahun ke depan.

Terdapat tiga jenis multiple sclerosis yang perlu Anda kenali, yaitu:

  • Multiple sclerosis kambuh-reda (relapsing-remitting multiple sclerosis). Jenis ini sering muncul pada gejala awal dan memengaruhi 80 persen penderita.
  • Multiple sclerosis progresif primer (primary-progressive multiple sclerosis). Jenis ini terbilang jarang, umumnya diderita oleh mereka yang berusia 40 tahun. Penyakit ini terus berkembang dengan tingkat yang beragam dan memiliki masa kambuh yang tidak jelas.
  • Multiple sclerosis progresif sekunder (secondary-progressive multiple sclerosis). Hampir 70 persen penderita multiple sclerosis kambuh reda mengalami jenis ini. Gejala yang muncul bisa berupa kekambuhan yang diperburuk dengan kehilangan fungsi saraf.
1 dari 2 halaman

Gejala multiple sclerosis

Gejala penyakit ini sangat bergantung pada area otak atau sumsum tulang belakang yang mengalami kerusakan. Gejala yang paling sering muncul adalah:

  • Gangguan pada indra peraba (dari mulai kesemutan hingga baal)
  • Bicara terbata-bata
  • Tangan bergetar
  • Kehilangan penglihatan pada mata atau muncul pandangan ganda
  • Nyeri di wajah (trigeminal neuralgia)
  • Otot kram dan kaku
  • Otot wajah berkedut
  • Sulit berjalan
  • Gangguan berkemih, buang air besar, dan seputar hubungan seksual
  • Mudah lelah dan pusing
  • Gangguan kognitif, perhatian, dan konsentrasi
  • Depresi

Mengingat otak dan sumsum tulang belakang adalah pusat pengatur berbagai organ tubuh, maka gejala multiple sclerosis bisa dirasakan di organ mana pun. Tidak ada yang bisa memperkirakan gejala mana yang akan timbul pada pasien.

Penyebab multiple sclerosis

Siapa saja dapat terkena penyakit autoimun ini, baik pria maupun wanita. Namun, diketahui bahwa penderita multiple sclerosis wanita jumlahnya 2 hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan pria.

Sayangnya, penyebab tunggal multiple sclerosis belum diketahui. Namun, para ahli meyakini penyebabnya merupakan kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan.

  1. Faktor genetik

Anak-anak maupun saudara kandung dari penderita multiple sclerosis memiliki risiko 7 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami penyakit yang sama. Namun, bukan berarti keturunannya ini akan 100 persen mengalaminya.

  1. Infeksi virus

Infeksi virus juga diperkirakan punya andil dalam terjadinya multiple sclerosis, yang hingga kini masih diperdebatkan.

Virus yang dicurigai memicu penyakit ini adalah virus Epstein-Barr (EBV). Hal ini disebabkan karena pada darah penderita multiple sclerosis ditemukan antibodi terhadap EBV.

  1. Rendahnya kadar vitamin D

Faktor lingkungan seperti rendahnya kadar vitamin D diperkirakan meningkatkan risiko seseorang mengalami multiple sclerosis. Defisiensi ini dikaitkan dengan paparan sinar matahari yang kurang. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan tingginya jumlah penderita di negara-negara yang kurang mendapatkan sinar matahari. Namun lagi-lagi, hal tersebut belum jelas kebenarannya. Hipotesis kaitan antara keduanya kemungkinan disebabkan karena vitamin D memiliki peran dalam mengatur kerja respon imun.

  1. Merokok

Menjadi perokok aktif diketahui meningkatkan kemungkinan mengalami multiple sclerosis. Hasil penelitian ini menambah panjang deretan penyakit yang dicurigai memiliki kaitan dengan rokok.

Meski penyebab tunggal penyakit autoimun multiple sclerosis belum diketahui pasti, tetapi kemungkinan penyebabnya adalah kombinasi faktor genetik dan lingkungan, diturunkan di keluarga, infeksi virus EBV, defisiensi vitamin D, serta kebiasaan merokok. Karenanya, kewaspadaan atas faktor-faktor tersebut sangat dibutuhkan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar