Sukses

Puasa bagi Ibu Hamil Muda, Apakah Aman?

Saat hamil muda, ibu membutuhkan nutrisi yang baik untuk membantu tumbuh kembang janin. Namun, bolehkah ibu berpuasa? Ketahui risiko puasa bagi ibu hamil muda di sini.

Anda baru saja dinyatakan hamil oleh dokter? Selamat, ya! Untuk Anda yang sebelumnya sudah puasa, mungkin Anda bertanya-tanya apakah tetap perlu melanjutkannya atau tidak. Apalagi puasa hanya dijalani sekali dalam setahun. Artikel ini akan menjawab pertanyaan Anda apakah puasa bagi ibu hamil muda aman bagi janin.

Dari sisi agama, terdapat pengecualian berpuasa yang salah satunya ditujukan bagi ibu hamil. Mereka dibolehkan untuk tidak berpuasa dan “membayar” puasanya nanti setelah melahirkan. Meski demikian, tak sedikit ibu hamil yang tetap ingin berpuasa.

Berbahayakah Puasa bagi Ibu Hamil Muda?

Sebelum memutuskan untuk berpuasa, wanita yang hamil muda perlu memperhatikan kondisi tubuh, apakah kuat atau tidak. Karenanya, diperlukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengetahui apakah kondisi tubuh memungkinkan atau tidak.

Artikel lainnya: Aturan Puasa yang Aman bagi Kesehatan Ibu Hamil

Masalahnya, ada beberapa kondisi ibu hamil yang dianggap berbahaya dan berisiko tinggi sehingga tidak disarankan untuk berpuasa. Suatu kehamilan dianggap memiliki risiko tinggi apabila:

  • Usia kehamilan terlalu muda
  • Usia kehamilan terlalu tua
  • Kehamilan kembar
  • Kehamilan disertai penyakit (misalnya tekanan darah tinggi, gula darah, dan anemia)
  • Kehamilan dengan status gizi ibu yang buruk
  • Pada saat pemeriksaan ditemukan pertumbuhan janin terhambat  

Jadi, apabila sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan dan Anda dinyatakan baik-baik saja, tidak memiliki risiko tinggi selama kehamilan, dan tidak ditemukan tanda-tanda bahaya, silakan saja menjalankan ibadah puasa.

Artikel lainnya: 5 Tips Puasa Sehat bagi Ibu Hamil

1 dari 3 halaman

Tanda-Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

Sekarang Anda sudah tahu, kan, bahwa puasa bagi ibu hamil muda juga ada syaratnya? Nah, apabila Anda diperkenankan untuk berpuasa saat hamil muda, Anda juga perlu memperhatikan tanda bahaya agar puasa tidak membahayakan diri maupun janin. Beberapa kondisi yang harus diwaspadai adalah sebagai berikut:

  • Apabila selama berpuasa berat badan tidak mengalami kenaikan, ibu hamil harus setop berpuasa. Berat badan yang disarankan adalah 0,5 kg setiap minggu.
  • Apabila merasa lemas dan pusing dan tidak teratasi setelah beristirahat, sebaiknya ibu hamil segera berhenti puasa.
  • Terjadi perubahan pada gerakan janin.
  • Muncul kontraksi terus-menerus.

 

2 dari 3 halaman

Risiko Jika Ibu Hamil Muda Memaksakan Berpuasa

Trimester pertama adalah masa di mana organ-organ janin berkembang secara pesat. Selain itu, tubuh ibu juga sedang melakukan adaptasi terhadap kehamilan. Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi jika ibu hamil tetap memaksakan diri untuk berpuasa meski sudah dilarang dokter:

1. Bayi Rentan Mengalami Cacat

Apabila di masa awal kehamilan ibu sering mengalami morning sickness, tetap memaksakan berpuasa akan membuat kondisi kesehatan semakin menurun drastis. Risiko terjadinya gangguan cacat bisa saja terjadi.

Artikel lainnya: Mau Hamil? Ternyata, Puasa Pengaruhi Kesuburan Anda, Lho!

2. Risiko Keguguran

Ibu yang memiliki riwayat penyakit sebelumnya (misal, anemia) jika dipaksakan berpuasa dan tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, maka dapat memiliki risiko keguguran.

3. Kelahiran Prematur

Pada ibu yang kekurangan nutrisi dan memaksakan diri untuk berpuasa, juga dapat memiliki risiko melahirkan bayi prematur, yaitu kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37.

Untuk ibu hamil yang sudah diizinkan berpuasa, terdapat beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar ibadah puasa tetap lancar:

  • Pastikan mengonsumsi makanan sehat dan seimbang saat sahur dan berbuka puasa. Tambah asupan protein dan karbohidrat kompleks agar perut kenyang lebih lama. Misalnya dari gandum, sayuran segar, daging yang dimasak matang, telur, ikan, dan kacang-kacangan.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh saat sahur dan berbuka. Minumlah air putih minimal 1,5 liter per hari. Hindari minuman berkafein seperti teh, kopi, dan soft drinkyang mudah menyebabkan dehidrasi.
  • Perbanyak sayur dan buah. Vitamin dan mineral di dalamnya dapat melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit yang bisa menyerang saat berpuasa.
  • Perbanyak istirahat dan kurangi aktivitas yang menguras tenaga. Usahakan tetap istirahat 8 jam di malam hari, dan mengurangi aktivitas berat.

Jadi, puasa saat hamil muda boleh saja dan aman untuk janin. Asal kondisi tubuh prima, bisa memenuhi kebutuhan gizi saat hamil, dan tentu saja sudah diizinkan oleh dokter. Semoga ibadah puasa dan kehamilan Anda lancar, ya, Bu!

Bila masih ada yang ingin ditanyakan mengenai kehamilan dan puasa, Anda dapat bertanya langsung kepada dokter kami. Gunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[NWS/ RS]

1 Komentar