Sukses

Hipertensi dan Diabetes, Benarkah Saling Berkaitan?

Penyakit diabetes dan hipertensi sama-sama berbahaya. Tapi, tahukah Anda bahwa keduanya berhubungan? Apa hubungan diabetes dan hipertensi?

Di antara berbagai penyakit tidak menular, yang cukup sering ditemui adalah diabetes  dan hipertensi. Meski dapat muncul terpisah, tak jarang keduanya terjadi bersamaan di tubuh pasien. Hal ini salah satunya pernah dikemukakan American Diabetes Association

Menurut laporan mereka, sejak tahun 2000-2012, lebih dari 70 persen pasien dengan diabetes memiliki tekanan darah lebih tinggi dari normal dan mengonsumsi obat penurun tekanan darah. 

Lantas, apakah ini berarti penyakit diabetes dan hipertensi saling berkaitan? Yuk, simak ulasannya!

1 dari 4 halaman

Kondisi Diabetes dan Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dianggap sebagai “silent killer” atau pembunuh diam-diam karena banyak tidak disadari penderitanya. 

Biasanya, seseorang baru tahu menderita tekanan darah tinggi saat diperiksa dokter atau memeriksa menggunakan alat sendiri.

Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg, dengan pre-hipertensi 120-129/<80 mmHg. Di atas angka tersebut sudah dianggap alami tekanan darah tinggi.

Mirip seperti penyakit tekanan darah tinggi, gejala-gejala penyakit diabetes sering juga tidak disadari. 

Beberapa tanda tersebut adalah haus yang berlebihan, sering ingin buang air kecil, sering buang air kecil saat malam hari, mudah lelah, dan penglihatan yang buram.

Selain itu , penderita diabetes atau sering disebut kencing manis akan mulai mengalami banyak infeksi, seperti infeksi saluran kemih dan infeksi saluran napas atas, serta luka dan infeksi yang lama untuk sembuh.

Artikel Lainnya: Turunkan Hipertensi dengan Makan Timun, Efektifkah?

2 dari 4 halaman

Hubungan Diabetes dengan Hipertensi

Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2012, hubungan diabetes dengan hipertensi dikaitkan dengan penyebab yang sama. Yakni, obesitas, peradangan, stres oksidatif, dan resistensi insulin.

Bagaimana cara diabetes menyebabkan hipertensi? Seseorang dengan diabetes tidak mempunyai cukup hormon insulin untuk memproses glukosa (gula dari makanan) atau insulin mereka tidak bekerja dengan efektif.

Insulin adalah hormon yang membuat tubuh dapat memproses glukosa dari makanan dan menggunakannya untuk energi. 

Karena adanya masalah pada insulin, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh untuk membentuk energi dan akhirnya akan terkumpul di aliran darah.

Tingginya gula dalam pembuluh darah yang mengelilingi tubuh akan menyebabkan kerusakan pada organ-organ tubuh khususnya pembuluh darah dan ginjal. Organ-organ inilah yang mempunyai peran dalam menjaga tekanan darah yang normal.

Bila terjadi kerusakan, tekanan darah dapat meningkat dan menyebabkan kerusakan yang lebih jauh dan komplikasi.

Selain itu, ada tiga cara lain yang menyebabkan kadar gula darah yang tinggi di dalam darah dapat meningkatkan tekanan darah. Yang pertama, pembuluh darah kehilangan kemampuan untuk melebar atau meregang.

Kedua, jumlah cairan di dalam tubuh meningkat, terlebih bila penyakit kencing manis sudah menyerang ginjal. Yang terakhir, resistensi insulin dapat ikut serta dalam proses yang meningkatkan risiko dari hipertensi.

Lalu, bagaimana hipertensi menyebabkan penyakit kencing manis? Sebuah kumpulan penelitian yang diterbitkan di Journal of the American College of Cardiology pada tahun 2015 meneliti data dari lebih 4 juta orang dewasa.

Dari penelitian itu, mereka menyimpulkan, orang-orang dengan penyakit tekanan darah tinggi berisiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2. 

Hubungan ini mungkin disebabkan adanya proses di dalam tubuh yang memengaruhi kedua kondisi ini, misalnya peradangan.

Artikel Lainnya: Sering Kencing di Malam Hari Juga Tanda Hipertensi?

3 dari 4 halaman

Kesamaan Hipertensi dan Diabetes

Selain hal-hal tersebut, masih ada kesamaan hipertensi dan diabetes tipe 2. Beberapa di antaranya adalah berikut ini.

  • Faktor Risiko

Tekanan darah tinggi dan diabetes diketahui punya faktor risiko yang sama. Yakni, berat badan atau lemak tubuh berlebih, pola makan tidak sehat, gaya hidup tidak aktif, stres, dan kebiasaan tidur yang buruk, merokok, usia tua, dan kekurangan vitamin D.

  • Faktor Genetika

Adanya riwayat keluarga juga berperan dalam timbulnya kedua penyakit tersebut. Selain itu—seperti sudah dijelaskan di atas—penderita tekanan darah tinggi akan meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2 dan sebaliknya. Tak heran, diabetes dan hipertensi dapat terjadi bersamaan di tubuh pasien.

Itu sebabnya Anda harus senantiasa menjaga kebugaran tubuh agar terhindar dari diabetes dan hipertensi, serta penyakit lainnya. Terapkan gaya hidup sehat, tidak merokok, membatasi alkohol, olahraga teratur, dan mengelola stres. 

Yuk, manfaatkan layanan LiveChat untuk berkonsultasi langsung dengan dokter via aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar