Sukses

Benarkah Sisha Berbahaya bagi Kesehatan?

Kerap jadi alternatif rokok, shisha ternyata juga berbahaya! Apa efek shisha bagi kesehatan? Simak bahaya shisha dan cara menghentikannya di sini.

 

Kecanduan rokok yang mungkin sudah terjadi bertahun-tahun membuat seseorang sulit terlepas dari kebiasaan yang membahayakan kesehatan ini. Berbagai alternatif mungkin dicoba demi berhenti rokok, salah satunya dengan beralih mengisap shisha. 

Shisha digunakan dengan cara diisap melalui pipa dan selang yang terhubung langsung ke tabung berisi cairan ekstrak tembakau. Shisha juga mengandung campuran perasa, seperti apel, anggur, stroberi, mangga, dan lainnya. 

Shisha menghasilkan asap yang lebih tebal dan relatif tidak membuat orang yang menghirupnya kesakitan. Karena alasan-alasan ini, efek samping shisha dianggap lebih ringan dan lebih sehat daripada rokok konvensional.

Padahal, shisha juga memiliki efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.

Artikel Lainnya: Ini Bedanya Rokok, Vape, dan Shisha

Faktanya, shisha dan rokok konvensional menyimpan bahaya yang sama banyaknya. Baik rokok konvensional maupun shisha sama-sama berbahan dasar tembakau.

Di dalam tembakau terdapat kandungan tar, karbon monoksida, arsenik, timah, besi dan tembaga. Perlu Anda tahu, bahan tersebut akan menghasilkan butiran racun bila terurai oleh panas.

Lebih lanjut, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan mengisap shisha sama saja dengan menghirup asap dari 200 batang rokok. Maka, bahaya shisha akan sama saja dengan rokok konvensional, bahkan mungkin lebih besar.

Data juga menyebutkan bahwa shisha menghasilkan asap mengandung nikotin 2,5 kali lebih banyak dibandingkan rokok biasa. Otomatis, orang yang menggunakan shisha lebih terekspos oleh racun dari asap tersebut.

Berikut berbagai risiko kesehatan yang terjadi akibat efek samping mengisap shisha:

1 dari 4 halaman

1. Kecanduan

Ekstrak tembakau pada shisha dapat memberikan efek kecanduan di otak. Nikotin adalah zat yang terdapat dalam tembakau dan berperan dalam proses adiksi ini.

Akibatnya, Anda akan sulit menghentikan kebiasaan mengisap shisha, bahkan mengalami serangkaian gejala klinis saat tidak melakukannya. Tentunya hal ini dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.

2. Kanker

Baik shisha maupun rokok berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya kanker. Rokok menyebabkan tubuh terpapar lebih dari 7.000 zat kimia, sebanyak 70 zat di antaranya diketahui menyebabkan kanker.

Berbagai jenis kanker di seluruh tubuh dapat terjadi akibat rokok. Kanker paru, kanker tenggorokan, dan kanker lidah adalah beberapa jenis kanker yang umum disebabkan oleh kebiasaan merokok dan mengisap shisha. 

Kanker dari organ dalam, misalnya kanker kerongkongan, kanker usus besar, kanker serviks, kanker kandung kemih, leukemia, kanker hati, kanker pankreas, dan lainnya juga dapat terjadi akibat merokok dan mengisap shisha.

3. Gangguan Paru

Beberapa gangguan paru seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan bronkitis bisa terjadi akibat merokok konvensional maupun shisha. Bila kedua kondisi ini sudah terjadi, tentunya produktivitas seseorang akan terganggu.

Aktivitas sehari-hari akan menjadi lebih sulit dan terjadi penurunan kualitas hidup.

Merokok dan mengisap shisha juga dapat memicu kekambuhan serta memperberat penyakit asma.

4. Gangguan Jantung

Rokok dan shisha meningkatkan risiko terjadinya gangguan jantung seperti penyakit jantung dan serangan jantung mendadak. 

Risiko mengalami penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali lipat pada orang yang merokok.

5. Kerusakan Pembuluh Darah

Rokok dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Kerusakan ini disebabkan oleh perubahan seperti penyempitan dan penebalan dinding pembuluh darah.

Kerusakan ini menyebabkan tekanan darah meningkat. Kerja jantung juga terbebani akibat harus memompa darah pada kondisi-kondisi tersebut. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu terjadinya gagal jantung.

6. Risiko Stroke Meningkat

Merokok shisha dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah. Bekuan darah yang berjalan hingga ke pembuluh darah otak dapat menyebabkan sumbatan dan mengakibatkan stroke.

7. Peningkatan Risiko Penularan Infeksi

Shisha dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi menular. Tabung dan selang shisha yang dipakai bergantian dapat menjadi media penyebaran penyakit menular seperti herpes oral, flu, dan pilek.

Artikel Lainnya: Rokok Herbal Apakah Lebih Baik dari Rokok Tembakau?

2 dari 4 halaman

8. Gangguan Kesehatan Mulut

Kondisi ini dapat terjadi jika Anda terpapar asap shisha secara berlebihan. Nikotin yang menumpuk di jaringan mulut dapat menyebabkan peradangan. 

Selain itu rokok berkaitan juga dengan kejadian kehilangan gigi (tooth loss). Rongga mulut yang sering terpapar asap rokok ini juga terlihat lebih pucat.

9. Performa Kerja dan Kualitas Hidup Menurun

Berdasarkan kumpulan studi, Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyimpulkan bahwa rokok jenis apa pun, termasuk shisha, menyebabkan penurunan level kesehatan seseorang.

Merokok juga dapat meningkatkan angka absen kerja dan meningkatkan biaya pelayanan kesehatan seseorang.

10. Gangguan Kesuburan

Rokok beserta asapnya dapat meningkatkan gangguan kesuburan pada wanita dan pria. Selain itu, asap rokok maupun shisha berisiko menyebabkan persalinan prematur, kematian janin, berat bayi lahir rendah, kehamilan ektopik, hingga janin lahir dengan kondisi sumbing di orofasial.

Rokok juga memengaruhi kesuburan pria. Kualitas sperma pria dapat menurun akibat merokok. Kebiasaan merokok turut meningkatkan risiko keadaan cacat janin dan keguguran.

11. Penurunan Kesehatan Tulang

Berdasarkan studi, wanita-wanita yang telah lewat usia subur dan sering terpapar asap rokok memiliki kadar densitas (kepadatan) tulang yang lebih rendah.

12. Peningkatan risiko katarak

Merokok dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami katarak. Katarak adalah kekeruhan lensa mata yang menyebabkan ketajaman penglihatan menurun. 

Rokok juga menyebabkan peningkatan kejadian age-related macular degeneration (AMD). Penyakit AMD adalah kondisi kerusakan di titik pusat retina mata, bagian yang berperan dalam penglihatan sentral manusia.

Artikel Lainnya: Benarkah Rokok Kretek Bikin Lendir di Tenggorokan Cepat Keluar?

3 dari 4 halaman

13. Meningkatkan Risiko Terkena Diabetes Melitus

Rokok diteliti menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2. Terdapat pula studi yang menyatakan bahwa merokok menyebabkan diabetes lebih sulit terkontrol. 

Risiko mengalami diabetes meningkat jauh, yaitu 30-40 persen lebih tinggi pada orang yang merokok secara aktif, baik rokok shisha maupun rokok konvensional.

14. Peradangan di Seluruh Tubuh

Zat yang terdapat dalam rokok menginduksi terjadinya peradangan. Bahkan, peradangan akibat zat rokok tersebut bisa terjadi seluruh tubuh. 

Di samping itu, terjadi penurunan fungsi imun pada orang-orang yang merokok secara aktif.

15. Penuaan Dini

Rokok berhubungan dengan terjadinya proses oksidasi yang berlebihan di berbagai sel tubuh. Salah satu sel atau bagian tubuh yang terdampak akibat merokok adalah kulit. Perokok berisiko mengalami kulit keriput yang lebih cepat.

Agar Anda terhindar dari bahaya tembakau, cobalah untuk menjauhkan diri dari rokok konvensional maupun shisha. Beberapa tips yang bisa Anda andalkan antara lain:

  • Lakukan olahraga rutin supaya pikiran Anda teralihkan dari keinginan merokok. Selain itu, olahraga rutin yang dilakukan setiap hari selama minimal 30 menit juga bikin tubuh lebih bugar dan sehat setiap saat.
  • Hindari tempat-tempat penuh asap rokok untuk mengurangi munculnya keinginan kembali merokok
  • Kunyah permen karet atau potongan buah untuk mengatasi rasa asam di mulut yang menyebabkan keinginan merokok meningkat.
  • Minta dukungan dari keluarga dan kerabat. Dengan demikian, Anda akan menjadi lebih semangat dan konsisten sebagai orang yang sudah terbebas dari rokok atau shisha.
  • Bila Anda kesulitan untuk berhenti merokok sendiri, kunjungi Klinik Berhenti Merokok yang memberikan layanan dukungan medis untuk dapat menyetop kebiasaan merokok.

Kesimpulannya, shisha menyimpan bahaya yang tak jauh berbeda dengan rokok konvensional. Oleh karena itu, alih-alih menjadi alternatif, efek shisha tetap bisa membuat Anda mengalami berbagai risiko penyakit berbahaya.

Cari tahu informasi kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi KlikDokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar