Sukses

Cara untuk Menaikkan Berat Badan Saat Hamil

Umumnya wanita hamil akan mengalami penambahan berat badan. Namun, bagi wanita yang terlalu kurus, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menaikkan berat badan.

Penambahan berat badan selama kehamilan merupakan hal yang penting diperhatikan. Mengapa? Kurangnya penambahan berat badan saat hamil dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, sehingga berat lahir bayi menjadi rendah.

Sebaliknya, kenaikan berat badan berlebihan juga tidak baik karena dapat menyebabkan berat lahir bayi terlalu besar. Tak hanya itu, hal ini juga berpotensi mencetuskan berbagai komplikasi pada ibu hamil, seperti diabetes dan hipertensi.

Perlu diketahui bahwa penambahan berat badan selama kehamilan tidak hanya disebabkan oleh pertumbuhan janin. Tetapi juga pertumbuhan massa rahim, tali pusat dan ari-air, cairan ketuban, serta massa payudara.

Selain itu, penambahan berat badan selama kehamilan harus disesuaikan dengan kondisi gizi ibu sebelum hamil yang biasa direpresentasikan melalui indeks massa tubuh (IMT). Lalu, bagaimana cara menambah berat badan saat hamil? Berikut beberapa tips yang penting untuk Anda perhatikan:

1 dari 4 halaman

1. Asupan Gizi Seimbang

Ibu hamil membutuhkan asupan gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien terdiri dari karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan sel janin, serta lemak untuk pertumbuhan otak janin dan sebagai cadangan lemak untuk menyusui nantinya.

Mikronutrien seperti zat besi, asam folat, vitamin B, vitamin D, kalsium, serta vitamin dan mineral lainnya juga sangat penting untuk menunjang kehamilan.

Artikel Lainnya: Berat Badan Ibu Hamil Susah Naik, Perlukah Khawatir?

2. Mengetahui Kebutuhan Kalori Tiap Trimester

Salah satu cara menambah berat badan saat hamil adalah dengan mengetahui kebutuhan kalori tiap trimester.

Pasalnya, pada setiap trimester, kebutuhan kalori harian ibu hamil berbeda-beda. Selama trimester pertama, ibu hamil belum membutuhkan kalori tambahan. Pada trimester kedua, dibutuhkan tambahan 300 kalori per hari, sedangkan pada trimester ketiga butuh 500 kalori per hari.

Pastikan Anda tidak makan melebihi batasan asupan kalori yang dianjurkan agar kenaikan berat badan selama kehamilan tidak berlebihan.

2 dari 4 halaman

3. Tingkatkan Frekuensi Makan

Makanlah dengan frekuensi yang lebih sering dan porsi kecil selama kehamilan. Selama kehamilan, terdapat beberapa keluhan yang sering muncul, yaitu mual, nyeri perut, hingga begah.

Makan sebanyak 5-6 porsi kecil dapat menyiasati keluhan tersebut, dan Anda tetap bisa memperoleh asupan yang dibutuhkan. Pastikan pula Anda makan secara yang teratur. Bila perlu, bawa makanan kecil ketika bepergian sehingga Anda dapat makan tepat waktu.

Artikel Lainnya: Berat Badan Ideal Saat Hamil, Ini Cara Menghitungnya

4. Variasikan Jenis Makanan dan Bentuk Sajian

Hal ini juga penting sebagai cara menambah berat badan saat hamil. Memvariasikan jenis makanan berguna agar tubuh mendapatkan berbagai nutrisi yang berbeda-beda dari jenis makanan yang berbeda-beda pula. Selain jenis, bentuk sajian dan masakan juga perlu divariasikan agar terhindar dari kebosanan untuk makan selama hamil.

Namun, sebaiknya hindari makanan mentah seperti sayuran mentah serta daging yang kurang matang selama kehamilan. Sebab, hal tersebut dapat berisiko menyebabkan penularan kista toksoplasma.

3 dari 4 halaman

5. Ukur Berat Badan dan Kontrol Rutin

Selama kehamilan, Anda dianjurkan untuk melakukan penimbangan berat badan secara teratur. Dengan begitu, Anda bisa memantau penambahan berat badan apakah sudah sesuai target atau belum.

Diskusikan kenaikan berat badan Anda dengan dokter kandungan saat kontrol rutin, agar tahu apakah kenaikan berat badan Anda sudah sesuai atau belum. Selain kenaikan berat badan Anda, dokter kandungan juga dapat memantau kenaikan berat badan janin.

Nah, kini Anda telah mengetahui bagaimana cara menaikkan berat badan saat hamil yang aman.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter secara langsung. Gunakan layanan Live Chat 24 jam yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar