Sukses

5 Gejala Gangguan Katup Jantung yang Dialami Mick Jagger

Ketahui gejala gangguan katup jantung yang mengharuskan Mick Jagger menjalani operasi katup jantung.

Klikdokter.com, Jakarta Grup musik rock legendaris, The Rolling Stones, terpaksa menunda tur di Amerika Utara karena kondisi kesehatan sang vokalis, Mick Jagger. Musikus senior berkebangsaan Inggris ini harus menjalani operasi katup jantung. Hal ini disampaikan oleh manajemen band serta Mick Jagger sendiri melalui akun media sosialnya.

Operasi katup jantung seperti yang dijalani Mick Jagger adalah sebuah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk menangani gangguan pada katup jantung. Jantung sendiri merupakan organ vital dalam tubuh yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jantung memiliki empat ruang dengan empat katup, yaitu katup trikuspid, pulmonal, mitral, dan aorta. Keempat katup itu akan membuka dan menutup untuk memastikan darah mengalir dengan benar dan tidak kembali ke ruang jantung sebelumnya (backflow). Gangguan katup jantung terjadi ketika katup tidak menutup atau membuka dengan baik sehingga terjadi gangguan peredaran darah.

Terdapat dua kelompok besar gangguan katup jantung, yaitu regurgitasi dan stenosis. Regurgitasi adalah ketika katup jantung tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga darah mengalir balik ke ruang jantung di belakang. Sementara itu, stenosis adalah kondisi saat katup jantung tebal dan kaku. Akibatnya, katup tersebut tidak dapat membuka dengan sempurna dan jadi lebih sempit.

Kondisi ini menyebabkan sedikit darah yang berhasil melewati katup tersebut. Kedua hal itu dapat terjadi pada katup jantung manapun. Namun, yang cukup sering adalah stenosis aorta, yakni katup aorta menjadi kaku. Biasanya, stenosis aorta terjadi karena proses degenerasi (penuaan).

1 dari 2 halaman

Gejala gangguan katup jantung

Gangguan katup jantung tidak mudah dikenali secara fisik. Umumnya, penderitanya tidak mengalami gejala khas apapun, bahkan setelah bertahun-tahun mengalami masalah katup jantung.

Gejala biasanya timbul bila gangguan katup jantung sudah cukup lanjut, diantaranya adalah:

  1. Mudah lelah. Penderita penyakit katup jantung akan mudah merasa lelah, terutama bila melakukan aktivitas dengan intensitas sedang berat.
  2. Sesak napas. Pasien dapat mengalami sesak napas, khususnya saat beraktivitas dan saat berbaring telentang. Rasa sesak napas akan berkurang bila pasien beristirahat atau tidur menggunakan 2-3 bantal agar posisi kepalanya lebih tinggi.
  3. Kaki bengkak. Kondisi ini biasanya terjadi pada pasien yang sudah lama mengalami gangguan katup jantung. Kedua kaki yang bengkak menandakan adanya gangguan jantung yang lebih lanjut dan mengarah pada gagal jantung.
  4. Gangguan denyut jantung. Pasien dapat merasakan denyut jantungnya tidak teratur atau berdebar-debar. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan menemukan bunyi jantung tambahan yang tidak normal atau disebut dengan murmur.
  5. Gejala gangguan aliran darah. Karena darah tidak mengalir dengan optimal ke seluruh bagian tubuh, penderita gangguan katup jantung akan mengalami berbagai keluhan. Antara lain pusing, keringat dingin, dan penurunan kesadaran.

Penentuan diagnosis penyakit katup jantung merupakan hal yang menantang, bahkan bagi para praktisi kesehatan. Karena itu, bila seseorang mengalami gejala di atas, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk memastikan apakah ada masalah katup jantung atau tidak. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya adalah elektrokardiografi (rekam jantung) dan ekokardiografi.

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter akan menemukan katup jantung mana yang bermasalah, tipe gangguannya (regurgitasi atau stenosis), serta derajat keparahannya. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang akan sangat krusial untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan, yaitu apakah masih dapat dilakukan langkah konservatif (pengawasan) saja atau harus dilakukan tindakan operasi katup jantung, seperti yang terjadi pada Mick Jagger.

Gangguan katup jantung seperti yang dialami Mick Jagger bukanlah situasi umum yang mudah dikenali. Akan tetapi, ada beberapa gejala yang dapat menjadi pertanda adanya kondisi ini. Bila Anda atau anggota keluarga ada yang mengalami satu atau lebih gejala di atas, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar