Sukses

Kenali Peran Bakteri dalam Usus bagi Kesehatan Jantung

Bakteri baik di dalam usus selain bermanfaat bagi pencernaan juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung Anda, lo.

Klikdokter.com, Jakarta Bakteri di dalam usus memang banyak jumlahnya dan terdiri dari berbagai jenis. Jika komposisinya seimbang, kesehatan pencernaan akan terjaga. Nah, berdasarkan penelitian terbaru, bakteri dalam usus terbukti baik untuk kesehatan jantung.

Sejak lama keberadaan bakteri di usus memang telah diketahui dapat membantu mencerna makanan dan memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh. Hanya saja, seperti disebutkan di atas, hal tersebut dapat terjadi terjadi jika jumlahnya seimbang.

Bila tidak, keberadaan bakteri justru dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini kemudian dijelaskan oleh dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter.

"Sebaliknya, bila tidak seimbang, bakteri usus dapat memengaruhi perkembangan otak, perilaku, suasana hati, dan daya tahan tubuh Anda. Hati-hati, bakteri tersebut juga bisa meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung, diabetes, dan kanker, serta memengaruhi berat badan," ujarnya.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh dr. Fiona, sebuah penelitian diterbitkan di The Journal of Physiology dengan menggunakan tikus sebagai bahan percobaan terkait bakteri di usus dan kesehatan kardiovaskular. Hasilnya, memang terbukti bahwa bakteri pada usus berkaitan dengan kesehatan jantung.

Penelitian membuktikan

Selain penelitian di atas, penelitian lainnya juga dilakukan untuk memastikan hasil yang diperoleh cukup valid. Sehingga, hasil yang ada juga dapat dikembangkan dalam metode pengobatan di dunia medis.

Vienna Brunt dan Profesor Doug Seals misalnya. Mereka menambahkan antibiotik ke dalam air minum tikus selama 3-4 minggu untuk menekan pertumbuhan bakteri di dalam usus. Sebagaimana diketahui, antibiotik biasanya dipakai untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri.

Selanjutnya, para peneliti memeriksa kesehatan sistem pembuluh darah tikus dengan mengukur kekakuan arteri dan kesehatan endotelium, yaitu lapisan sel yang melapisi bagian dalam arteri. Brunt dan timnya juga memeriksa sampel darah tikus untuk mencari tanda-tanda adanya peradangan dan stres oksidatif, misalnya akibat radikal bebas.

Stres oksidatif biasanya terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak radikal bebas dan tidak memiliki cukup antioksidan untuk menurunkannya. Studi menunjukkan bahwa fenomena ini berkontribusi terhadap hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan penuaan. Jadi, kondisi ini juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

Para peneliti juga mengukur kadar oksida nitrat, senyawa yang memperluas pembuluh darah. Sampai akhirnya, mereka memeriksa hubungan penuaan, bakteri, dan masalah jantung.

Hasilnya, para ilmuwan menemukan bahwa tikus yang berusia tua mendapat banyak manfaat dari perawatan antibiotik, sementara intervensi antibiotik tidak berpengaruh pada tikus muda.

"Hasil penelitian ini memberikan bukti pertama bahwa bakteri usus menjadi mediator penting untuk masalah arteri yang berkaitan dengan usia dan stres oksidatif. Keduanya berpengaruh terhadap kesehatan jantung," tulis Brunt dan tim peneliti lainnya menyimpulkan.

1 dari 2 halaman

Kelola bakteri usus untuk jantung sehat

Dari berbagai penelitian di atas, bisa disimpulkan jika bakteri di usus sehat, maka fungsi pembuluh darah akan terjaga dan risiko penyakit kardiovaskular juga akan berkurang.

Bakteri susu yang sehat bisa diperoleh dari diet yang tepat. Para peneliti menyarankan konsumsi makanan yang kaya akan probiotik seperti kefir (semacam susu fermentasi), yoghurt, atau kimchi. Jenis makanan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan jantung hingga usia tua lewat bakteri usus.

"Kami telah lama mengetahui bahwa stres oksidatif dan peradangan menyebabkan kinerja arteri terganggu dari waktu ke waktu, tetapi kami tidak tahu mengapa arteri mulai meradang dan stres. Ada sesuatu yang memicu ini," ujar Prof. Seals.

Menurutnya, ia menduga bahwa seiring bertambahnya usia seseorang, bakteri di dalam usus akan mulai memproduksi molekul beracun yang masuk ke aliran darah, sehingga menyebabkan peradangan dan stres oksidatif, kemudian merusak jaringan.

"Penelitian ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa perubahan bakteri di usus memiliki dampak buruk pada kesehatan jantung. Hal ini kemudian bisa dimanfaatkan untuk mencegah penyakit kardiovaskular," Brunt menegaskan.

Berdasarkan penelitian di atas, bakteri di usus ternyata memang berpengaruh terhadap kesehatan jantung Anda. Jadi mulai sekarang, mulailah mengonsumsi makanan dan minuman yang baik bagi usus untuk menjaga kesehatannya. Dengan demikian, Anda pun turut menjaga kesehatan jantung.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar