Sukses

Mengenal Abses Payudara yang Mengintai Wanita

Tak cuma puting lecet dan kanker payudara. Ketahui juga infeksi yang kerap menyerang wanita, seperti abses payudara.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap wanita di dunia diwajibkan untuk senantiasa memperhatikan kesehatan payudara. Ini karena organ tubuh tersebut tergolong sering mengalami masalah kesehatan, seperti misalnya puting lecet atau kanker. Selain dua kondisi itu, ternyata ada juga gangguan payudara yang sangat rentan terjadi pada kaum hawa. Gangguan tersebut dikenal dengan sebutan abses payudara.

Berdasarkan penjelasan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, abses payudara adalah salah satu di antara lima masalah kesehatan yang kerap mengintai wanita, khususnya ibu menyusui.

Apa itu abses payudara?

Abses payudara merupakan suatu kondisi yang menimbulkan benjolan yang terinfeksi di bawah kulit. Benjolan tersebut umumnya berisi pus atau nanah. Pembengkakan dan nanah pada payudara dipicu oleh infeksi lokal yang berasal dari invasi bakteri pada bagian tubuh tersebut.

Abses payudara paling sering ditemukan pada wanita usia 18–50 tahun. Pada ibu menyusui, abses umumnya terjadi di bagian pinggir payudara. Keadaan tersebut berawal dari puting atau pinggiran puting yang terluka kemudian terserang bakteri. Hal itu lantas menyebabkan saluran air susu menjadi tersumbat dan berujung pada mastitis atau peradangan payudara.

Adapun tanda-tanda seorang ibu mengalami mastitis yang akan berujung pada abses payudara, yaitu payudara bengkak, merah, nyeri, teraba hangat, dan demam menggigil.

“Mastitis yang tidak segera diatasi hingga membuat nanah berkumpul di bawah kulit. Itulah yang akhirnya menjadi abses payudara,” jelas dr. Sepri.

Lalu, bagaimana dengan wanita yang tidak menyusui? Sama, mereka juga dapat terkena abses payudara. Pada wanita yang tidak menyusui, abses kerap ditemukan di bagian tengah payudara, terutama di bagian yang berwarna gelap di sekitar puting. Keadaan tersebut terjadi akibat cedera pada payudara dan puting yang terluka karena dipicu perilaku seks berisiko ataupun pemasangan anting di puting (tindik).

Tak cuma dua golongan tersebut, wanita yang mengalami diabetes, memiliki kelemahan daya tahan tubuh, dan pernah mendapatkan operasi pemasangan implan payudara juga lebih berisiko untuk mengalami abses payudara.

Solusi abses payudara

Meski abses payudara termasuk gangguan yang sering mengintai wanita, bukan berarti kondisi ini tidak bisa dicegah. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya mastitis dan abses payudara, yaitu:

  • Gunakan bra dan pakaian yang tidak terlalu ketat.
  • Jaga kebersihan payudara dengan membilasnya setiap hari menggunakan sabun dan air yang mengalir.
  • Usai menyusui, usap puting dan pinggiran puting yang berwarna gelap (areola) dengan kapas steril yang dicelupkan dalam air hangat atau dingin.
  • Saat menyusui, pastikan perlekatan mulut bayi dan payudara tepat untuk mencegah lecet pada puting.
  • Jangan lupa gunakan krim yang diresepkan oleh dokter pada puting dan areola untuk mencegah luka.

Bila abses payudara sudah terlanjur terjadi, Anda disarankan untuk segera berobat ke dokter untuk dilakukan penanganan khusus. Di dokter, ada dua penanganan yang kemungkinan akan dilakukan, yakni penggunaan antibiotik dan prosedur pembedahan. Resep antibiotik dibutuhkan untuk membunuh bakteri Staphylococcus aureus yang umumnya menjadi penyebab abses payudara. Sementara pembedahan dilakukan untuk mengalirkan nanah yang mengumpul.

Bagi para wanita, perlu selalu ingat bahwa payudara adalah organ vital yang kesehatannya juga mesti dijaga. Untuk hal itu, Anda bisa memulainya dengan memperhatikan kebersihan payudara dengan saksama dan menghindari segala perilaku yang membuatnya cedera. Akan tetapi, jika abses payudara sudah telanjur terjadi, jangan sungkan untuk segera berobat ke dokter.

(NB/ RVS)

1 Komentar