Sukses

Berapa Banyak Kebutuhan Cairan Ibu Hamil?

Ibu hamil memerlukan cairan dalam jumlah yang banyak agar terhindar dari dehidrasi. Sebanyak apakah kebutuhan cairan yang harus dipenuhi?

Klikdokter.com, Jakarta Sekitar 55-65 persen tubuh manusia terdiri dari air, sehingga menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran air sangat penting bagi tubuh. Namun, karena air tidak dapat diproduksi secara mandiri oleh tubuh, kebutuhan cairan sudah seharusnya dipenuhi, termasuk juga pada ibu hamil.

Pentingnya memenuhi kebutuhan cairan ibu hamil

Pada dasarnya pengeluaran cairan dari tubuh dilakukan melalui beberapa cara, yakni lewat keringat, buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Oleh sebab itu, pasokan air ke dalam tubuh juga harus selalu dipenuhi agar terhindar dari kekurangan cairan atau dehidrasi.

Air sendiri memiliki berbagai peran penting dalam tubuh yakni memberi bentuk dan struktur kepada sel, membantu pengaturan suhu tubuh, menolong pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Selain itu, pemenuhan cairan juga akan mendukung penyaluran zat gizi dan oksigen ke sel, membantu pembuangan zat sisa metabolisme, membentuk lendir serta cairan lubrikasi lainnya dalam tubuh.

Dari segi penyerapan nutrisi, memenuhi kebutuhan cairan akan membantu penyerapan yang optimal dari beberapa jenis vitamin, terutama vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C, B2, B3, B6 serta B12.

Selain melarutkan vitamin, air juga berperan melarutkan mineral, glukosa, serta asam amino. Oleh sebab itu, memenuhi kebutuhan cairan amat penting bagi ibu hamil.

1 dari 2 halaman

Manfaat memenuhi kebutuhan cairan pada ibu hamil

Bagi ibu hamil, pemenuhan kebutuhan cairan juga berperan dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi janin serta peningkatan volume darah ibu hamil. Selain itu, pembentukan air ketuban serta ASI juga sangat bergantung pada cairan.

Dengan mencukupi kebutuhan cairan, ibu hamil akan memiliki cadangan yang cukup untuk menghadapi kehilangan darah semasa persalinan. Selain itu, masih banyak manfaat lain dari pemenuhan cairan tubuh pada ibu hamil, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mencegah dehidrasi

Pada ibu hamil, terutama saat hamil muda, keluhan mual dan muntah sangat umum ditemui. Diperkirakan, lebih dari setengah wanita hamil mengeluhkan hal tersebut. Minum dengan cukup dapat membantu mencegah dehidrasi, yang mungkin dipicu muntah berlebihan saat kehamilan.

  1. Terhindar dari sembelit

Selanjutnya, kurang lebih sepertiga wanita hamil, terutama mereka yang tengah mengalami kehamilan trimester pertama dan kedua, akan mengeluhkan sembelit yang disebabkan efek dari hormon progesteron semasa kehamilan yang mengurangi pergerakan usus.

Selain dapat diatasi dengan suplementasi zat besi, meningkatkan konsumsi cairan juga dapat membantu mengurangi keluhan konstipasi ini.

  1. Menghindari infeksi saluran kemih (ISK)

Cukup minum juga membantu ibu hamil melawan infeksi saluran kemih (ISK). Dengan sering berkemih, anda akan rutin membuang urine dalam kandung kemih, yang jika tidak dilakukan dapat menjadi lokasi pertumbuhan bakteri penyebab ISK.

Diperkirakan, ISK dalam kehamilan menyebabkan kurang lebih 3 persen wanita hamil perlu dirawat inap di rumah sakit.

  1. Mencegah pembengkakan dan rasa mudah lelah

Cairan juga membantu sistem pengaturan suhu tubuh berjalan dengan baik dengan mengeluarkan kelebihan panas tubuh melalui keringat. Hal ini akan membantu mengurangi keluhan ibu hamil yang sering kali merasakan gerah atau kepanasan yang kemudian menyebabkan ibu hamil mudah lelah.

Selain itu, cairan juga membantu tubuh membuang kelebihan garam yang dapat menyebabkan pembengkakan, yakni salah satu keluhan lain yang sering muncul semasa hamil, terutama pada kaki dan pergelangan kaki.

Dengan memenuhi kebutuhan cairan harian, ibu hamil akan senantiasa terhindar dari gangguan kesehatan yang dapat mengancam kondisi kesehatan diri dan janin yang dikandungnya.

Takaran cairan yang perlu dikonsumsi

Pada kondisi normal, Anda disarankan mengonsumsi 1–1,5 ml cairan untuk setiap konsumsi kalori. Dengan asumsi wanita mengkonsumsi 2000 kalori per hari, maka kebutuhan cairannya kurang lebih 2000 ml per harinya (setara 8-10 gelas).

Saat hamil, Anda disarankan untuk menambah kebutuhan kalori sebanyak 300 kalori sejak awal trimester 2. Artinya, ketika hamil Anda membutuhkan tambahan 300 ml cairan setiap harinya.

Dari kebutuhan cairan tersebut, sebaiknya 70-80 persennya didapatkan dari minuman dan sisanya dari makanan sehat seperti sup serta buah-buahan yang mengandung air seperti semangka dan melon.

Air putih sendiri merupakan sumber asupan cairan yang baik dan menyehatkan untuk wanita hamil. Alasannya karena air putih bebas dari kalori, gula, serta kafein.

Pilihan sumber asupan cairan lainnya yang dapat Anda konsumsi adalah susu, teh tanpa kafein, atau jus buah dan sayur. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan tambahan gula di dalamnya.

Masa kehamilan memang membutuhkan perhatian khusus, termasuk dalam hal pemenuhan atas kebutuhan cairan tubuh. Dengan asupan cairan yang cukup sesuai yang telah disarankan di atas, maka ibu hamil akan terhindar dari dehidrasi dan gangguan kehamilan lainnya. Sehingga, janin di dalam kandungan pun akan tumbuh dengan sehat dan perkembangannya optimal.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar