Sukses

5 Olahraga yang Cocok bagi Penderita Hipotiroid

Meski mudah lelah, orang dengan hipotiroid harus tetap berolahraga. Ketahui jenis olahraga yang cocok dilakukan oleh penderita penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika seseorang mengalami hipotiroid, kelenjar tiroid di dalam tubuhnya tidak mampu memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Hal ini dijelaskan oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter. Akibatnya, penderita menjadi mudah lelah. Meski demikian, aktivitas olahraga tetap dibutuhkan untuk menjaga tubuh tetap bugar.

Mengenal hipotiroid dan tanda-tandanya

Bahasa mudahnya, hipotrioid terjadi ketika kelenjar tiroid tidak terlalu aktif. Gejala paling umum ketika seseorang mengalaminya adalah tubuh menjadi mudah lemas. Penyakit ini mungkin tidak menyebabkan gejala yang jelas pada tahap awal.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, hipotiroid yang tidak diobati dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan seperti obesitas, nyeri sendi, infertilitas (ketidaksuburan), dan penyakit jantung.

Tanda dan gejala hipotiroid sendiri bisa bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan serta kekurangan hormon yang dialami masing-masing orang. Pada awalnya, gejala hipotrioid seperti kelelahan dan penambahan berat badan mungkin tidak disadari. Sebagian orang juga mengaitkannya dengan pertambahan usia.

Tetapi karena metabolisme lama-kelamaan akan melambat, pada akhirnya gejala hipotiroid akan terlihat. Beberapa gejala hipotiroid yang perlu Anda waspadai diantaranya:

  • Kelelahan
  • Sensitivitas meningkat terhadap dingin
  • Sembelit
  • Kulit kering
  • Berat badan bertambah
  • Wajah bengkak
  • Suara serak
  • Kelemahan otot
  • Peningkatan kadar kolesterol darah
  • Nyeri otot
  • Nyeri, kaku, atau bengkak di persendian
  • Periode menstruasi tidak teratur
  • Rambut mulai rontok dan menipis
  • Detak jantung melambat
  • Depresi
  • Memori yang rusak
  • Kelenjar tiroid membesar (gondok)

Karena penderita hipotiroid kerap kelelahan, pada akhirnya bisa timbul rasa malas untuk bergerak, termasuk untuk berolahraga. Karena untuk beraktivitas biasa saja tubuh terasa lemas, apalagi untuk berolahraga.

Namun ternyata, para ahli menyarankan bahwa penderita hipotrioid sebaiknya tetap berolahraga. Sebab, aktivitas fisik seperti olahraga dapat membantu penderita merasa lebih baik.

1 dari 2 halaman

Olahraga yang bisa dilakukan penderita hipotrioid

Menurut John C. Morris, MD, profesor kedokteran dan endokrinologi di Mayo Clinic College of Medicine, jika seseorang dengan hipotiroid memiliki kondisi yang terkontrol dengan baik, maka ia tetap bisa melakukan aktivitas fisik sama seperti orang tanpa gangguan tiroid.

Namun, jika penderita baru memulai rencana olahraga, latihan aerobik bisa memberikan dampak tertentu yang tergolong rendah.

"Pada penderita hipotiroid, rasa sakit yang timbul dan pembengkakan pada otot serta persendian akan sangat mengganggu aktivitas. Namun, latihan low impact tidak memberikan banyak tekanan. Oleh sebab itu, olahraga jenis ini masih aman untuk dilakukan oleh penderita hipotiroid.," kata Norma Lopez, MD, seorang profesor endokrinologi dan metabolisme di Loyola University Medical Center.

Di sisi lain, berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental penderita hipotiroid, sehingga kualitas hidupnya pun akan meningkat. Berikut ini adalah jenis olahraga yang aman dilakukan oleh penderita hipotiroid:

1. Berjalan kaki

Jalan kaki adalah salah satu jenis olahraga yang paling mudah untuk dilakukan. Anda hanya membutuhkan sepasang sepatu yang nyaman untuk melakukannya. Dengan berjalan kaki, jantung akan terpompa dan tubuh mampu membakar sekitar 280 kalori per jam.

2. Aerobik air

Jika pergelangan kaki atau kaki Anda bengkak, beberapa olahraga mungkin akan terasa menyakitkan. Salah satu jenis olahraga yang tepat untuk dilakukan adalah aerobik air. Sebab, air mampu menahan bobot Anda dan mengurangi dampak pada persendian selama aktivitas olahraga.

3. Yoga

Olahraga ini dapat meregangkan dan menguatkan otot-otot Anda. Selain itu, yoga juga membantu Anda untuk fokus pada pernapasan. Sebuah studi menemukan bahwa penderita hipotiroid memiliki kekuatan paru-paru yang lebih baik setelah berlatih yoga dan pernapasan selama 6 bulan.

4. Tai chi

Digambarkan sebagai “meditasi bergerak,” bentuk seni bela diri asal Tiongkok yang bergerak lambat ini terbukti dapat menghilangkan stres. Penelitian juga menunjukkan bahwa tai chi dapat membantu meningkatkan kekuatan, keseimbangan, serta memperbaiki suasana hati.

5. Latihan beban

Baik mengangkat beban atau menggunakan berat badan Anda sendiri, membangun otot dapat membantu membakar lebih banyak kalori. Selain bisa membantu mengurangi berat badan, otot yang kuat berkat latihan beban juga akan membantu mengurangi tekanan pada persendian Anda.

Penderita hipotiroid memang mudah lelah. Namun, ketika mengalaminya, Anda disarankan untuk tetap melakukan olahraga secara rutin. Pilihan olahraga di atas bisa membantu Anda tetap dalam kondisi fisik yang prima, meski tengah memiliki gangguan pada kelenjar tiroid.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar