Sukses

Suplemen Protein Picu Gangguan Ginjal dan Hati?

Katanya, mengonsumsi suplemen protein bisa memicu sakit ginjal. Sebenarnya, itu mitos atau fakta?

Anda mungkin pernah mendengar desas-desus tentang efek samping suplemen protein terhadap ginjal dan hati. Ada anggapan bahwa suplemen protein dapat merusak kedua organ tersebut. 

Apakah hal tersebut benar adanya? Mari simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. 

1 dari 3 halaman

Tentang Suplemen Protein

Umumnya, suplemen protein yang berbentuk bubuk berasal dari tumbuhan (kedelai, beras, kentang, kacang polong), telur, dan susu (kasein atau whey protein).

Bubuk protein biasanya juga memiliki kandungan lain, seperti gula tambahan, penambah rasa buatan, pengental, vitamin, dan mineral. 

Kadar protein per 1 sendok takaran dapat bervariasi dari 10 hingga 30 gram. 

Artikel Lainnya: 3 Jenis Sumber Protein untuk Membentuk Otot Tubuh

Efek Samping Suplemen Protein bagi Tubuh

Mengonsumsi suplemen protein memberikan beberapa manfaat yang baik bagi tubuh. Mulai dari untuk menurunkan kolesterol, melingsirkan berat badan, mengurangi tekanan darah, hingga meningkatkan respons kekebalan tubuh anak-anak dengan riwayat asma. 

Namun di balik itu, diet tinggi protein dapat menjulangkan kadar pengeluaran kreatinin dan ureum dari tubuh. Hal ini sebetulnya aman bagi orang yang sehat. Hanya saja, bagi mereka yang sudah memiliki gangguan ginjal kronis, maka dapat mempercepat perkembangan penyakit yang diidapnya. 

Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa terdapat efek samping suplemen protein terhadap ginjal dan hati (khususnya pada orang yang sehat). Bahkan, hati Anda membutuhkan protein untuk memperbaiki dirinya dan mengubah lemak menjadi lipoprotein.

Meski begitu, pengidap sirosis hati tetap perlu lebih berhati-hati. Pasalnya, penderita sirosis memiliki hati yang tidak berfungsi baik, sehingga konsumsi protein berlebih dapat meningkatkan kadar amonia dalam darah. Hal ini kemudian bisa merusak otak. 

Artikel Lainnya: Inilah 4 Efek Samping Minum Susu

Dengan demikian, orang dengan gangguan hati lebih berisiko merasakan efek samping akibat minum suplemen protein, dibandingkan mereka yang tidak memiliki gangguan hati. 

Hal lain yang perlu diperhatikan, konsumsi suplemen protein bisa menimbulkan alergi. Karena whey protein berasal dari susu sapi, orang yang alergi susu sapi dapat mengalami alergi jika mengonsumsi suplemen ini. 

Selain itu, jika Anda mengonsumsi whey protein tanpa menyeimbangkannya dengan sayur buah, maka bisa memicu konstipasi. 

2 dari 3 halaman

Kebutuhan Suplemen Protein bagi Para Atlet

Bagaimana dengan populasi atlet yang membutuhkan ekstra protein untuk kekuatan dan tenaga? Bagaimana efek samping suplemen protein terhadap ginjal dan hati mereka? 

Pada umumnya, atlet menjalani diet tinggi protein, yakni hingga 2 kg/hari. Namun, tidak pula ditemukan bukti bahwa para atlet memiliki risiko lebih tinggi akan gangguan ginjal atau hati.  

Artikel Lainnya: 5 Makanan Ini Lebih Tinggi Protein daripada Daging Sapi

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang sehat, rekomendasi asupan protein per harinya adalah 46 gram untuk wanita dan 56 gram untuk pria. Dalam sehari, misalnya Anda dapat mengonsumsi:

  • Telur saat sarapan (6 gram)
  • 6 ons yoghurt plain (18 gram)
  • Segenggam kacang-kacangan untuk camilan (4-7 gram)
  • Segelas susu (8 gram) dan 2 ons ayam untuk makan malam (14 gram)

Berlebihan dalam mengonsumsi sesuatu akan berdampak buruk, begitu juga dengan protein. Tanda-tanda bahwa Anda mengonsumsi protein berlebihan adalah rasa tidak nyaman di perut, dehidrasi, rasa lelah, mual, mudah tersinggung, nyeri kepala, dan diare. 

Asupan tinggi protein sering kali dikaitkan sebagai penyebab gangguan ginjal serta hati. Meski batasan protein dapat berlaku untuk mereka yang mengidap penyakit ginjal, tidak ditemukan bukti yang cukup signifikan bahwa diet tinggi protein merugikan orang yang sehat. 

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai suplemen protein, silakan berkonsultasi dengan dokter kami melalui layanan Live Chat. Gratis!

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar