Sukses

Cara Jitu Atasi Pusing dan Mual Saat Hamil

Sedang hamil muda dan terganggu oleh keluhan pusing dan mual? Jangan khawatir, lakukan ini untuk mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Mengalami pusing dan mual saat hamil? Jangan panik, Anda tidak sendiri. Studi menyebutkan bahwa setidaknya 1 dari 2 ibu hamil pernah mengeluhkan rasa pusing atau mual selama kehamilan, khususnya saat hamil muda.

Rasa pusing dan mual merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada masa awal kehamilan, khususnya mulai minggu keenam kehamilan. Hal ini karena hormon kehamilan bernama beta HCG (beta human chorionic gonadotrophine) sedang dalam kadar puncaknya.

Hormon beta HCG itu sendiri berada dalam kadar tertinggi di pagi hari. Itulah mengapa sebagian besar ibu hamil merasakan keluhan pusing, mual, atau muntah lebih berat di pagi hari (morning sickness).

Berita baiknya, kadar hormon beta HCG akan menurun pada kehamilan 12–14 minggu. Oleh karena itu, setelah usia kehamilan berada di kisaran tersebut keluhan pusing, mual, dan muntah akan berkurang atau hilang.

Solusi pusing dan mual saat hamil

Supaya bisa melewati bulan-bulan awal kehamilan dengan baik, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa mual dan pusing:

  • Makan sedikit-sedikit tapi sering, misalnya 6–7 sendok per sekali makan dengan frekuensi tiap dua jam sekali.
  • Makan kapanpun dan apapun yang diinginkan, selama itu makanan sehat dan bergizi.
  • Hindari makanan yang rasa dan baunya terlalu mencolok.
  • Hindari konsumsi makanan pedas, kecuali memang sangat menginginkannya.
  • Meski merasa mual, usahakan untuk tetap makan walau hanya sedikit. Membiarkan perut benar-benar kosong bisa mencetuskan gangguan lambung pada ibu hamil.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan. Berbaring hanya boleh dilakukan paling cepat 1,5–2 jam setelah makan.
  • Minum teh hangat, jahe, atau jus bisa membantu meredakan rasa pusing atau mual.
  • Usahakan untuk bisa beristirahat setidaknya 30 menit di siang hari.
  • Hindari ruangan yang panas dan pengap karena bisa mencetuskan pusing dan mual. Sebaliknya, berusahalah mendapatkan udara segar atau berada dalam ruangan yang suhunya sejuk.

Jika rasa pusing, mual atau muntah yang dialami sangat berat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Bisa jadi keluhan tersebut merupakan pertanda terjadinya hiperemesis gravidarum. Kondisi ini ditandai dengan mual dan muntah yang sulit dikendalikan, sehingga tak ada makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi sama sekali, berat badan turun, dan gangguan elektrolit.

Pada kondisi hiperemesis gravidarum yang tidak terlalu berat, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan pereda mual dan Anda dapat kembali ke rumah. Akan tetapi, jika kondisinya berat, dokter biasanya akan menganjurkan perawatan beberapa hari di rumah sakit untuk pemberian cairan dan nutrisi melalui infus. Kondisi ini tak boleh disepelekan, karena bisa menyebabkan dehidrasi pada ibu hamil. Selain itu, penurunan kesadaran juga bisa terjadi bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Selain kondisi pusing, mual atau muntah yang tak terkendali, ibu hamil juga sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila keluhan yang dialami datang bersamaan dengan demam. Begitu pula apabila rasa pusing atau mual tersebut tetap terjadi pada kehamilan di atas 14 minggu. Jangan tunda hingga esok, karena keluhan yang terlambat ditangani bisa sangat berbahaya bagi keselamatan ibu maupun janin dalam kandungan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar