Sukses

Bisakah Tetap Sehat Meski Bertubuh Gemuk?

Dari pemeriksaan fisik terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump masuk kategori obesitas. Bisakah bertubuh gemuk tetap sehat?

Klikdokter.com, Jakarta Hasil rincian pemeriksaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan bahwa ia masuk dalam kategori obesitas. Meski demikian, tim dokter menyebut bahwa TrumP masih dalam kondisi kesehatan yang baik. Bisakah tetap sehat meski bertubuh gemuk?

Hasil pemeriksaan fisik Trump dirilis pada hari Jumat lalu (15/2) berdasarkan pengawasan tim dokter presiden AS, Dr. Sean Conley, beserta 11 dokter spesialis lainnya.

Tahun lalu, Trump yang kini berusia 72 tahun memiliki tinggi sekitar 191 cm dengan bobot 108 kg. Akan tetapi, selang waktu setahun, berat badannya naik 2 kg, menjadikan beratnya sekarang mencapai 110 kg. Ini membuatnya memiliki indeks massa tubuh (IMT) sekitar 30,4. Dengan angka tersebut, ia sudah melewati ambang IMT untuk obesitas, yaitu 30.

Menurut laporan yang dirilis, Trump sudah terdiagnosis penyakit jantung dan telah meningkatkan dosis obat kolesterol rosuvostatin. Kadar kolesterol ayah dari lima anak ini menunjukkan total kolesterol 196, dengan rincian HDL (high-density lipoprotein) 58 dan LDL (low-density lipoprotein) 122. Tahun lalu, kolesterol totalnya adalah 223; HDL 67 dan LDL 143.

Setelah pemeriksaan tahun lalu, Trump disarankan untuk menurunkan 4,5-7 kg lewat diet dan olahraga. Namun, sumber dari Gedung Putih mengatakan kepada CNN bahwa ia hanya melakukan perubahan hidup kecil.

Makanan yang digemari Presiden Amerika Serikat ke-45 ini masih didominasi daging enak dan kentang goreng, meski sekarang ikan menjadi salah satu menu makannya. Katanya lagi, ia belum memulai olahraga apa pun.

1 dari 2 halaman

Bisakah orang gemuk tetap sehat?

Seperti yang disebut sebelumnya, IMT Trump melebihi batas yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 30. Namun, tim dokter menyebut ia masih dalam kondisi sehat.

"Walaupun IMT bukanlah penilaian sempurna terhadap kesehatan seseorang, ketika seseorang secara klinis mengalami obesitas dan memiliki faktor risiko lain, hal itu secara signifikan meningkatkan kekhawatiran akan masalah jantung," kepala koresponden medis CNN, Dr. Sanjay Gupta menjelaskan.

Bagaimana tubuh gemuk dibilang tetap sehat, ini bisa dibilang sebuah anomali. Menurut dr. Bambang Hady dari KlikDokter, orang yang gemuk memang bisa saja dalam kondisi sehat. Hanya saja, kalau sudah kegemukan itu berarti tidak sehat.

"Seseorang dikatakan kegemukan jika IMT-nya sudah melebihi standar yang ditetapkan oleh WHO, yakni 30. Kalau di Indonesia standarnya 28,5. Beda dengan orang gemuk. Bisa saja orang gemuk tapi IMT-nya masih di batas normal, itu masih dibilang sehat," ujar dr. Bambang saat dikonfirmasi.

"Ini berbeda ketika sudah IMT sudah melebihi 30. Tandanya, orang itu sudah kegemukan dan bisa dibilang tidak sehat lagi. Itu disebut obesitas. Obesitas merupakan suatu tanda atau penyakit yang berbahaya, nantinya bisa menyebabkan penyakit seperti jantung, diabetes, dan stroke," sambung dr. Bambang.

Turunkan berat badan dengan kombinasi diet dan olahraga

Bagi orang yang kegemukan, dr. Bambang menyarankan agar rajin berolahraga atau aktivitas fisik. Selain itu, pola makan juga perlu dijaga dengan baik.

Juga dari KlikDokter, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter menambahkan, olahraga rutin dan diet harus dilakukan beriringan. Misalnya jika diet saja dan tidak diimbangi dengan olahraga, badan akan cenderung lemas.

Olahraga yang dapat dilakukan adalah jenis olahraga aerobik dan bersifat pembentukan. Adapun jenis-jenisnya adalah:

  • Lari
  • Renang
  • Bersepeda
  • Plank
  • Push-up
  • Latihan beban

"Jika Anda melakukannya secara teratur selama 30-60 menit, minimal 3 kali dalam seminggu, ditunjang dengan pola makan seimbang, tentunya akan ada perubahan pada berat tubuh Anda. Intinya adalah kedisiplinan yang tinggi," ujar dr. Astrid.

Sedangkan untuk diet, dr. Astrid menyarankan untuk mengurangi jumlah kalori harian. Lalu, tetap usahakan makan 3 kali sehari, hanya saja porsinya harus diatur sesuai dengan kebutuhan.

"Hindari makanan gorengan, minuman dan makanan yang terlalu manis, dan batasi konsumsi garam. Lalu, perbanyak konsumsi banyak air putih, perbanyak lauk dengan ikan, perbanyak sayur dan buah, dan hindari makanan dari kalengan atau junk food," pungkas dr. Astrid.

Jadi, bisa saja meski tubuh gemuk tapi tetap dikatakan sehat, selama IMT masih berada di bawah batas normal. Namun, jika sudah mengalami obesitas, sebetulnya itu sudah tidak bisa dibilang sehat, sehingga diperlukan pengecekan kondisi fisik secara menyeluruh. Olahraga rutin dan diet seimbang yang disertai tekad kuat dan disiplin bisa membuat Anda terhindar dari obesitas sekaligus mencegahnya.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar