Sukses

Mengintip Bahaya pada Jajanan Tradisional

Jajanan tradisional memancing rasa lapar semua orang. Namun hati-hati, terdapat bahaya di balik nikmatnya makanan tradisional. Yuk, simak penjelasannya!

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan budaya, termasuk dari sisi kulinernya. Hampir tiap daerah memiliki jajanan tradisional yang khas. Apalagi bagi para perantau, menyantap kue tradisional ini bisa menjadi pelipur rasa rindu akan kota kelahiran.

Namun sayangnya, bila tak dikonsumsi dengan bijak, berbagai jajanan lezat tersebut bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kandungan di dalamnya kerap memicu berbagai penyakit, mulai dari obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung. Simak penjelasan mengenai bahaya makanan tradisional dalam artikel berikut. 

1 dari 4 halaman

Kandungan Zat Gizi pada Jajanan Tradisional

Melahap jajanan tradisional biasanya tidak cukup satu potong. Padahal, di balik lezatnya tiap jajanan khas tersebut, ada banyak gula yang Anda konsumsi. Tidak heran bila sehabis mudik biasanya Anda mengeluh peningkatan kadar gula darah dan kolesterol. 

Misalnya saja dalam sepotong kecil bika ambon ukuran 30 gram dapat mengandung 76.8 kalori, 11.7 gram karbohidrat, dan 2.4 gram lemak. Dibandingkan dengan apel sebesar 30 gram, sekitar 1/3 apel hanya mengandung 17.7 kalori. Selain itu, konsumsi apel biasanya dapat membuat kenyang lebih lama dibanding makan bika ambon, karena mengandung serat lebih banyak. 

Artikel lainnya: Tips Memilih Jajanan Sehat di Pinggir Jalan

Bagaimana dengan kue lainnya? Umumnya sama saja. Karena menggunakan tepung dan gula sebagai bahan utama, maka kandungan karbohidratnya juga tinggi.

Contoh lainnya adalah sepotong bakpia berukuran 30 gram mengandung 68.1 kalori dan 90 persen kandungannya bersumber dari karbohidrat. Terakhir, saat Anda makan pisang goreng berukuran 30 gram, sama saja Anda mengonsumsi 47.4 kalori, di mana 43 persennya terdiri atas karbohidrat dan 55 persennya merupakan lemak.

2 dari 4 halaman

Bahaya Kalap Melahap Jajanan Tradisional

Lalu, apa bahaya makanan tradisional yang dikonsumsi terlalu berlebih? Bukan rahasia lagi bila makanan tinggi lemak dan karbohidrat sederhana berbahaya bagi kesehatan. Sebab, karbohidrat sederhana cepat meningkatkan kadar gula darah, sehingga lonjakan gula darah akan terjadi pada mereka yang suka mengonsumsi makanan manis. 

Berbeda dengan karbohidrat kompleks, seperti apel, sereal dan sayuran, yang membutuhkan waktu untuk dicerna sehingga tidak menimbulkan lonjakan kadar gula. Selain itu, konsumsi gula yang berlebih lama-lama dapat menyebabkan terganggunya respons sel tubuh terhadap insulin. Hasilnya, kadar gula darah bisa terus meningkat.

Artikel lainnya: Jajanan Kekinian versus Tradisional, Mana Lebih Aman?

Gula juga dapat memicu suatu reaksi yang dinamakan advance glycation end products (AGEs). Reaksi ini dapat membawa dampak penyakit diabetes dan jantung koroner.

Tak hanya itu, kandungan lemak pada jajanan tradisional biasanya merupakan lemak jahat. Lemak jahat dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein/ LDL) dalam darah. Kondisi ini akan berisiko menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. 

Karena itu, jajanan tradisional bisa menjadi makanan yang tidak baik untuk kesehatan, sehingga ada baiknya Anda mengontrol diri saat mengonsumsinya.

Bila ingin mencoba banyak jenis jajanan, lebih baik jangan dilahap dalam satu waktu. Makanlah secukupnya dan aturlah waktu kembali untuk mencicipi jajanan lainnya. Menahan godaan jajanan tradisional memang tak mudah, apalagi bagi Anda yang tengah merantau atau justru sedang traveling sambil berwisata kuliner. 

Artikel lainnya: Awas, Sering Jajan Sembarangan Bisa Picu Tifus!

Namun ingat, yang terpenting adalah kesehatan Anda. Makan jajanan tradisional boleh saja, tapi tetap perhatikan porsi dan jumlah jajanan yang Anda makan. Imbangi juga dengan menjalani gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, menghindari rokok serta alkohol, dan berolahraga secara rutin.

3 dari 4 halaman

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Jajan

Menikmati jajanan yang mengundang selera tentu menyenangkan untuk lidah dan perut. Namun, ada beberapa hal yang patut Anda perhatikan sebelum mengonsumsi jajanan yang Anda beli:

  1. Peralatan yang Digunakan

Selalu perhatikan peralatan seperti alat masak dan alat makan yang digunakan pedagang, terutama untuk mengolah bahan makanan yang akan Anda makan. Pastikan alat-alat selalu dicuci sebelum digunakan ke pembeli lainnya. 

Lalu lihat juga bahan-bahan makanan atau minuman yang hendak diolah, apakah higienitasnya baik atau kotor? Apakah masih terlihat bagus atau sudah tampak rusak dan tidak layak untuk dimakan?

  1. Pedagang 

Walaupun di pinggir jalan Anda harus tetap memperhatikan kondisi penjual. Mulai dari atribut yang digunakan hingga kebersihan tubuhnya sendiri. 

Penggunaan sarung tangan masak, masker, dan lainnya sangat perlu apabila ingin membuat suatu makanan. Apalagi yang berada di sekitar kaki lima. Ini penting untuk mencegah bahaya jajanan kaki lima bagi kesehatan Anda. 

Artikel lainnya: Kue Cubit Setengah Matang, Amankah Dikonsumsi?

  1. Lingkungan Sekitar Jajanan

Tidak masalah tempat berjualannya di pinggir jalan, asalkan dilengkapi dengan peralatan pembersih yang menunjang. Perlu dipastikan terdapat tempat mencuci yang baik, yang tidak sekadar membasahi peralatan masak dan makan tersebut. 

Yang juga penting, tempat penyimpanan bahan makanan harus baik dan tidak diletakkan di sembarang tempat yang tidak jelas kebersihannya.

  1. Jenis Jajanan

Hati-hati dalam memilih jenis jajanan yang akan Anda konsumsi. Tidak dianjurkan untuk membeli makanan yang sifatnya mentah di pinggir jalan, karena Anda tidak tahu apakah makanan tersebut sudah terkontaminasi atau belum. Karena itu, pilihlah jajanan yang memang sudah matang. 

Yang kedua ialah gorengan, harus selalu perhatikan minyak yang digunakan untuk menggoreng. Pastikan tempat yang Anda tuju menggunakan minyak yang tidak digunakan berkali-kali hingga berwarna kehitaman, karena dapat memicu tumbuhnya sel kanker.

Itulah beberapa alasan mengapa Anda harus memperhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi, khususnya jajanan tradisional. Meski nikmat, makanan tradisional bisa menjadi jajanan tidak sehat jika Anda tidak bijak dalam mengonsumsinya. 

Jika memiliki pertanyaan seputar makanan sehat atau informasi kesehatan lainnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami melalui fitur Live Chat di KlikDokter. Semoga bermanfaat!

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar