Sukses

Anak Tidur Mendengkur, Perlukah Waspada?

Pada orang dewasa, mendengkur adalah hal biasa. Tapi, pada anak, mendengkur sering dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.

Mendengkur pada orang dewasa mungkin dianggap lumrah. Namun, lain cerita jika anak mendengkur. Apakah buah hati Anda salah satunya? Kalau iya, waspadalah. Pasalnya, anak ngorok dapat terhambat kebutuhan oksigen dan mengganggu tidurnya. Keduanya sangat penting di masa pertumbuhan.

1 dari 4 halaman

Penyebab Anak Mendengkur

Secara umum, ngorok bisa terjadi karena adanya getaran pada jaringan di sekitar saluran napas yang menghambat aliran udara. 

Organ yang paling sering menjadi penyebab kondisi tersebut adalah uvula (tonjolan kecil yang menggantung di bagian lunak tengah tenggorokan).

Pada orang dewasa, mendengkur dianggap sebagai dampak kelelahan karena bekerja atau karena kegemukan atau bahkan obesitas. Saluran napas pun tertekan dan mengganggu aliran udara yang lewat.

Artikel Lainnya:  Penyebab Bayi Tidur Mendengkur

Namun, bagaimana dengan anak-anak? Beberapa hal di bawah ini bisa jadi penyebab anak tidur mendengkur.

  • Infeksi dan Alergi Saluran Napas

Infeksi dan alergi menyebabkan anak mendengkur dengan prinsip yang sama, yaitu menyebabkan saluran napas menjadi bengkak. Penyakit seperti sinusitis dan rhinitis (pilek) akibat infeksi virus atau alergi, menyebabkan jaringan di dalam hidung menjadi bengkak.

Akibatnya, aliran udara dalam hidung jadi terhambat dan akan terasa mampet. Dengan begitu, anak menjadi bernapas menggunakan mulutnya dan dapat menyebabkan mendengkur ketika tidur.

  • Pembesaran Tonsil dan Adenoid

Saat masih kecil, kedua kelenjar ini merupakan “pusat pertahanan”. Ketika terjadi infeksi, kedua kelenjar ini membengkak. 

Tonsil (amandel), yang terletak di samping tenggorokan; dan adenoid, yang terletak di bagian atas tenggorokan, dapat menghambat aliran udara yang lewat ketika membesar (bengkak).

Getaran yang timbul akibat dorongan paksa udara yang terhambat tersebut yang menyebabkan suara mendengkur.

  • Deviasi Septum Hidung

Kondisi ini adalah ketika lubang hidung kanan dan kiri besarnya tidak sama karena ada septum (septum) yang bengkok (deviasi).

Ini mengakibatkan bernapas menjadi lebih sulit karena aliran udara menjadi tidak lancar pada salah satu lubang hidung. Usaha untuk bernapas lewat mulut juga dapat terjadi.

  • Faktor Lain

Menurut penelitian, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya anak ngorok saat tidur. Antara lain, orang tua yang merokok, suara lalu lintas, dan sindrom down.

Berbeda dengan orang dewasa, beberapa penelitian mengatakan berat badan berlebih tidak berhubungan dengan kejadian mendengkur pada anak.

Artikel Lainnya: Posisi Tidur Terbaik agar Bebas Dengkur

2 dari 4 halaman

Gejala Mendengkur pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Meskipun demikian, bukan berarti mendengkur selalu merupakan tanda ada masalah pada anak. Anda bisa mulai waspada ketika mendapati beberapa gejala ini pada anak.

  • Saat Tidur:
  • anak mendengkur hampir setiap hari,
  • mendengkur yang mengakibatkan si Kecil seperti tercekik, tersengal, atau bahkan berhenti bernapas sesaat saat tidur,
  • anak sampai terbangun karena gangguan napas,
  • anak tampak tidur tidak nyenyak dan posisi kepala tidak normal (terlalu menunduk atau menengadah), dan
  • saat tidur berkeringat atau bahkan mengompol.
  • Saat Siang:
  • anak terlihat lelah dan mengantuk saat beraktivitas,
  • sering tidur atau bengong saat pelajaran,
  • pelajaran menjadi terganggu,
  • sulit bangun pagi,
  • anak mudah marah dan mengalami gangguan perilaku, dan
  • bernapas melalui mulut 

Jika anak ngorok terus-menerus, dia berisiko alami OSAS (obstructive sleep apnea syndrome), yaitu henti napas sesaat saat tidur. Selain itu, gangguan perilaku, seperti hiperaktif, depresi, dan gangguan atensi/perhatian dapat pula menjadi akibatnya.

Artikel Lainnya: Kenali Penyebab Bayi Tidur Mendengkur

3 dari 4 halaman

Cara Menghilangkan Dengkuran pada Anak

Setelah mencurigai bahwa ngorok merupakan suatu masalah, cara menghilangkan dengkuran pada anak saat tidur pun perlu dilakukan. Yang utama, segera mencari tahu penyebab dengkuran dengan berkonsultasi kepada dokter.

Jika penyebabnya infeksi atau alergi, dokter akan memberikan obat yang sesuai. Jika terjadi pembengkakan kelenjar tonsil dan adenoid yang menetap maka tindakan pengangkatan kelenjar (operasi) menjadi pilihan.

Anak mendengkur perlu cepat ditangani karena akan mengganggu kualitas tidurnya. Ingat ya, tidur adalah waktu penting bagi tubuh dan otak si Kecil untuk berkembang. Jangan biarkan ngorok mengganggunya. Cari tahu info seputar kesehatan anak lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar