Sukses

Awas, Salah Cara Bakar Ayam Saat Tahun Baru, Bisa Picu Penyakit

Banyak cara merayakan tahun baru, termasuk dengan bakar daging seperti ayam. Hati-hati, cara memasak yang salah bisa picu penyakit.

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak cara untuk merayakan Tahun Baru. Sebagian kalangan masyarakat ada yang memilih melewatkan malam Tahun Baru dengan perayaan di hotel atau klub. Sebagian yang lain lebih memilih untuk merayakan momen akhir tahun di rumah bersama keluarga dan teman. Salah satu aktivitas yang sering dilakukan saat merayakan momen akhir tahun adalah dengan bakar-bakar daging. Ayam yang dibeli sudah dalam keadaan potong, lalu dibumbui dan dibakar di atas arang dan kemudian dinikmati bersama keluarga atau sahabat. Namun, Anda harus berhati-hati saat membakar ayam karena cara masak yang salah justru bisa picu penyakit.

Meski mudah dibuat dan ditemukan di berbagai restoran dan warung makan kaki lima, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi atau membuat ayam bakar. Mulai dari kematangan ayam yang dibakar, hingga bahaya dari cara membakar ayam itu sendiri seperti bagian kulit yang gosong.

Terkadang, problem klasik saat membakar ayam adalah bagian daging ayam yang tidak seluruhnya matang. Saat ayam diiris, masih terlihat warna merah muda pada daging, dan banyak juga orang yang tak memedulikannya karena sudah tampak gosong di luar. Nah, makan ayam yang mentah atau tidak matang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Bahaya konsumsi daging ayam yang tidak matang

Menurut sebuah penelitian dari Institute of Food Research, ayam bakar yang diolah secara tidak matang dapat mengandung beberapa bakteri jahat yang mampu menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Para peneliti menunjukkan bahwa daging ayam yang masih setengah matang akan mengeluarkan cairan yang mengandung sekelompok bakteri, yaitu Campylobacter dan salmonela.

Dilansir dari Healthline, menurut laporan dari organisasi Consumer Reports tahun 2009 di Amerika Serikat (AS), dua per tiga ayam yang dibeli di AS mengandung salmonela, Campylobacter, atau keduanya.

Bakteri salmonela dapat hidup di usus banyak hewan ternak, terutama ayam. Bakteri tersebut mampu menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan manusia yang dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti:

  • Keracunan makanan
  • Demam tifoid
  • Demam enterik
  • Gastroenteritis.

Daging ayam dapat terinfeksi dengan Campylobacter ketika bersentuhan dengan kotoran hewan. Gejala yang paling umum ditemukan dari infeksi Campylobacter adalah diare berdarah. Gejala paling umum yang ditemui setelah mengonsumsi daging ayam yang kurang matang dan mengandung beberapa patogen berbahaya, antara lain:

  • Kram perut
  • Diare
  • Mual muntah
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Gejala biasanya terjadi dalam 1-2 hari setelah mengonsumsi daging yang mengandung salmonela, dan 2-10 hari setelah terinfeksi Campylobacter. Gejala biasanya hilang setelah sekitar empat hari. Dalam beberapa kasus infeksi Campylobacter yang parah, Anda mungkin memerlukan antibiotik. Beberapa patogen lain yang juga bisa terdapat pada daging ayam yang tidak atau kurang matang adalah Staphylococcus aureus, E. coli, Enterococcus, dan Klebsiella.

1 dari 2 halaman

Bahaya mengolah daging ayam dengan cara dibakar

Ancaman juga datang dari cara memasak ayam bakar itu sendiri. Membakar ayam menyebabkan bagian luarnya gosong, dan faktanya banyak orang yang menyukainya.

Menurut dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, ada dua senyawa berbahaya dalam daging yang dibakar atau dipanggang: polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) dan heterocyclic amines (HCA).

“Kedua senyawa tersebut terbentuk selama proses memasak, berlangsung tanpa membedakan jenis daging yang dimasak. Pada dasarnya, senyawa ini terbentuk pada temperatur yang tinggi dan waktu pemanggangan yang lama. Menurut berbagai penelitian, paparan terhadap kedua senyawa tersebut diketahui berhubungan dengan kanker,” dr. Alvin menjelaskan.

Mengolah daging ayam dengan aman

Meskipun demikian, jangan takut untuk tetap mengonsumsi daging ayam. Pastikan daging ayam dimasak dengan benar dengan suhu 74 derajat Celcius, untuk membunuh mikroorganisme yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, ada baiknya Anda mengurangi kebiasaan makan daging ayam yang dibakar, dipanggang, atau lewat proses pengasapan (smoked) demi kesehatan yang lebih baik. Imbangi dengan memperbanyak asupan sayuran dan buah yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral.

Lakukan pula langkah-langkah ini untuk mencegah infeksi yang disebabkan konsumsi daging ayam yang tidak atau kurang matang.

  • Bungkus ayam sebanyak dua lapis sebelum menaruhnya di kulkas. Ini untuk mencegah cairan dari daging ayam mengontaminasi bahan makanan lain di kulkas.
  • Cuci tangan setelah memproses daging ayam.
  • Gunakan talenan saat memotong daging ayam mentah.
  • Cuci bersih alat makan, talenan, atau apa pun yang bersentuhan dengan daging ayam mentah dengan sabun dan air panas.
  • Gunakan termometer daging untuk memastikan bagian dalam daging ayam matang secara menyeluruh, yaitu 74 derajat Celcius.
  • Baca instruksi kemasan jika Anda memasak daging ayam yang telah mengalami pemanasan sampai setengah matang (precooked).
  • Jika Anda makan daging di restoran dan menemukan ternyata bagian dalam daging tidak sepenuhnya matang, laporkan ke pramusaji dan minta untuk mengembalikannya ke dapur restoran.
  • Pindahkan daging ayam sisa ke kulkas atau freezer dalam waktu 1 jam.

Sah saja jika Anda ingin bakar daging ayam atau sate saat perayaan Tahun Baru. Namun, pastikan Anda mengolahnya dengan benar dan aman agar terhindar dari ancaman bakteri. Pastikan daging matang secara menyeluruh, cuci bersih apa pun yang bersentuhan dengan daging ayam mentah, cuci tangan dengan sabun, serta jangan lupa untuk mengimbangi menu ayam bakar dengan sayuran dan buah. Selamat merayakan Tahun Baru!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar