Sukses

Anak Bisulan, Gara-gara Telur?

Telur sering dituduh sebagai penyebab anak bisulan. Apakah tuduhan tersebut didukung fakta medis?

Klikdokter.com, Jakarta Saat anak bisulan, biasanya orang tua menganggap konsumsi telur sebagai penyebab utamanya. Anggapan tersebut sebetulnya tidak tepat, karena bisulan tidak disebabkan karena telur. Bisa jadi banyak yang menganggap demikian karena keluhan kulit akibat bisul dan alergi telur bisa mirip, terutama jika alergi telur disertai infeksi.

Bisulan, secara medis disebut furunkel, merupakan infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada kelenjar rambut yang terdapat di kulit. Infeksi ini menyebabkan nanah terkumpul di bawah jaringan kulit. Akibatnya, terbentuk benjolan kemerahan di kulit disertai dengan nanah yang keluar dari kubah benjolan. Umumnya, benjolan tersebut terasa nyeri.

Karena disebabkan oleh infeksi pada kelenjar rambut, maka bisul paling sering terjadi di bagian tubuh yang memiliki kelenjar rambut cukup banyak seperti di wajah, leher, ketiak, dan bokong.

Bisul memang sering dijumpai pada anak-anak karena daya tahan tubuhnya lebih lemah dibandingkan dengan orang dewasa. Selain pada anak, bisul juga rentan dialami oleh:

  • Kelompok lansia
  • Penderita diabetes
  • Orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, seperti penderita HIV/AIDS, atau penderita penyakit autoimun yang sedang mengonsumsi obat imunosupresan

Membedakan bisul dengan alergi

Kadang kala, benjolan kemerahan di kulit akibat bisul dan alergi sulit dibedakan. Namun, poin-poin di bawah ini bisa menjadi panduan Anda membedakannya.

  • Alergi muncul setelah terpapar pencetus alerginya. Misalnya, jika anak alergi terhadap telur, maka keluhan di kulit akan terjadi tak lama setelah anak makan telur. Sementara itu, bisulan tidak dicetuskan oleh makanan apapun.
  • Masalah kulit akibat alergi menimbulkan rasa gatal di kulit, sedangkan bisulan memiliki gejala berupa nyeri, terutama saat benjolan disentuh.
  • Berbeda dengan bisul yang lebih sering muncul pada wajah, leher, dan ketiak, reaksi alergi pada kulit lebih sering terjadi di pipi, lipat siku, lutut, dada, dan perut.
1 dari 2 halaman

Saat anak bisulan, bolehkah makan telur?

Karena bisul tak ada hubungannya dengan telur, maka anak boleh makan telur kapan saja, termasuk saat ia sedang bisulan. Namun, jika yang anak alami adalah alergi telur, sebaiknya pada saat ini telur dihindari sama sekali.

Meski anak boleh makan telur kapan saja, tapi bukan berarti anak bisa makan telur sebanyak-banyaknya dalam sehari. Telur memang baik karena mengandung protein dan omega-3. Namun, perlu diingat bahwa telur juga mengandung kolesterol. Sebutir telur sehari sudah bermanfaat untuk kesehatan anak. Hindari memberikannya telur lebih dari dua butir sehari.

Pada prinsipnya, tak ada pantangan makanan tertentu saat anak sedang mengalami bisulan. Akan lebih baik jika anak bisa mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Ini penting agar anak tidak mudah mengalami infeksi, termasuk infeksi bisul.

Selain itu, untuk mengatasi bisul, sebaiknya bisul dikompres dengan air hangat setidaknya dua kali sehari. Berikan kompres hangat selama sekitar 10 menit. Hal ini bertujuan untuk membantu mengeluarkan nanah dari bawah kulit, serta untuk mengurangi nyeri.

Dengan melakukan tindakan ini, umumnya bisul akan membaik dalam 1-3 hari. Namun, jika bisul tak membaik setelah dikompres hangat, sebaiknya anak dibawa ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan berupa antibiotik untuk mematikan bakteri penyebab bisul.

Sampai di sini Anda telah mengetahui bawa penyebab anak bisulan bukanlah gara-gara telur. Untuk mencegah bisulan berulang pada anak, yang paling penting adalah menjaga kebersihan kulitnya. Bagi para orang tua, pastikan anak mandi setiap hari dengan air bersih dan sabun, hindari bersentuhan kulit dengan orang yang sedang bisulan, dan hindari bertukar handuk dan alat mandi dengan orang lain.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar