Sukses

Masih Muda Tapi Sudah Pikun, Ini Penyebabnya!

Anda masih tergolong berusia muda, tetapi sudah menjadi pelupa? Ketahui berbagai penyebab pikun di usia muda berikut ini.

Seberapa sering Anda lupa nama orang yang baru Anda temui beberapa saat? Atau seberapa sering Anda berusaha keras untuk mengingat nama film yang baru saja Anda tonton?

Lupa adalah keadaan yang manusiawi. Namun, bila Anda masih muda dan pikun, tentunya hal ini bisa mengganggu produktivitas Anda.

Pikun atau mudah lupa identik dengan penyakit orang tua. Namun jangan salah, banyak gangguan dalam mengingat yang juga dialami oleh orang yang masih berusia muda.

Agar Anda dapat lebih waspada dan meminimalkan risiko menjadi pelupa, kenali berbagai penyebab pikun di usia muda berikut ini.

1. Terlalu Banyak Beban Pikiran

Mudah lupa di usia muda mungkin terjadi karena Anda memiliki terlalu banyak hal yang perlu dilakukan atau dipikirkan.

Ketika Anda melakukan banyak tugas sekaligus, rentang perhatian Anda terhadap tugas tersebut menjadi lebih pendek dan Anda bisa saja gagal menyerap semua informasi yang ada.

Agar memori otak Anda bisa lebih kuat, pengulangan penting dilakukan. Namun, ketika Anda mengerjakan banyak hal sekaligus, pengulangan tersebut akhirnya terbengkalai sehingga Anda akan menjadi mudah lupa.

Artikel Lainnya: Penelitian: Aktivitas Multitasking Bisa Bikin Mudah Lupa

1 dari 4 halaman

2. Kejenuhan

Jenuh juga bisa menjadi penyebab mudah lupa di usia muda. Ketika Anda jenuh, maka otak tidak akan menyerap informasi yang Anda lakukan dengan efektif. 

Anda akan cenderung melakukan kegiatan secara cepat, tanpa memperhatikan detail dari pekerjaan Anda.

Untuk mengelola kejenuhan, cobalah untuk banyak beristirahat dalam durasi pendek selama Anda bekerja.

Anda  dapat mencoba membuat target tugas untuk diselesaikan, kemudian beristirahatlah setiap tiga jam sekali, misalnya dengan memejamkan mata selama 5-10 menit.

Selain itu, Anda juga dapat sekadar berjalan keliling kantor, berdiskusi dengan teman sejenak, atau bermain puzzle untuk meredakan kepenatan.

3. Stres

Tahukah Anda bahwa gangguan suasana hati memiliki dampak yang besar terhadap memori Anda? Stres yang terus-menerus dan mengganggu dapat menyebabkan gangguan konsentrasi dan menyebabkan Anda kesulitan untuk mengingat.

Jika Anda merasa sedang berada dalam tekanan mental, bagikanlah perasaan tersebut dengan teman Anda, misalnya dengan curhat di sela jam makan siang.

Jika keluhan Anda sudah sampai menyebabkan kesedihan dan kehilangan minat untuk beraktivitas, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Lainnya: Kebiasaan Buruk Penyebab Demensia atau Pikun

2 dari 4 halaman

4. Kurang Tidur

Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk akan mengganggu konsentrasi hingga ingatan yang buruk. Kondisi ini juga bisa menjadi penyebab Anda menjadi pikun di usia muda.

Kurang tidur membuat Anda menjadi tidak fokus seharian sehingga tidak dapat mencerna informasi yang masuk ataupun tidak mampu mengingat dengan baik.

Selain itu, gangguan tidur cenderung meningkatkan risiko berbagai penyakit sehingga memungkinkan mengalami gangguan di otak. Misalnya gangguan aliran darah ke otak sehingga pasokan oksigen berkurang. Akibatnya, kemampuan otak untuk bekerja dengan baik pun berkurang.

5. Anemia

Salah satu keadaan medis yang dapat menjadi penyebab seseorang pikun di usia muda adalah anemia. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup.

Padahal, sel darah merah memiliki fungsi untuk mengantarkan oksigen ke berbagai jaringan yang terdapat di dalam tubuh.

Berbagai gejala yang sering dikeluhkan seseorang dengan anemia, yaitu keluhan lemas, lelah, dan tidak berkonsentrasi.

Artikel Lainnya: Hati-hati, Diet Buruk dan Jarang Olahraga Picu Demensia

Jenis anemia yang kerap menyerang adalah anemia defisiensi besi yang disebabkan oleh rendahnya kadar zat besi di dalam tubuh. Salah satu penyebab kekurangan besi adalah asupan yang tidak cukup bergizi.

Selain itu, anemia defisiensi besi juga dapat disebabkan oleh kehilangan darah, misalnya perdarahan menstruasi yang berat, atau perdarahan saluran cerna.

Salah satu cara mencegah pikun di usia muda akibat anemia defisiensi besi, yakni dengan menghindari kekurangan zat besi dalam tubuh.

Pastikan bahwa diet yang Anda lakukan mencakup berbagai vitamin dan zat gizi, termasuk zat besi (daging, kacang-kacangan, sereal yang difortifikasi zat besi, dan sayuran hijau), asam folat (buah-buahan dan sayuran hijau), serta vitamin B12 (daging dan produk susu).

3 dari 4 halaman

6. Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol dapat memengaruhi ingatan jangka pendek. Oleh sebab itu, kebiasaan ini dapat menjadi penyebab pikun di usia muda.

Tidak hanya pada saat di bawah pengaruh alkohol, ingatan juga akan terganggu ketika pengaruhnya sudah hilang atau sudah sadar sepenuhnya. 

Tidak jarang, remaja atau usia muda yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah cukup banyak dan mabuk tidak mampu mengingat apa yang dilakukannya pada saat di bawah pengaruh alkohol.

7. Pengaruh Obat

Beberapa obat seperti antidepresan atau obat psikotik lainnya dapat menyebabkan gangguan ingatan. Obat-obatan ini juga menyebabkan sedasi sehingga memengaruhi ingatan.

Pikun mungkin biasa dialami oleh para lansia karena kondisi otak yang telah melemah. Namun, bila kondisi ini dialami oleh Anda yang masih berusia muda, Anda perlu mengatasinya sedini mungkin. Bila tidak, kualitas otak Anda akan semakin memburuk dan produktivitas pun ikut menurun.

Untuk menghilangkan pikun di usia muda, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. 

Konsultasi masalah kesehatan kepada dokter bisa dengan mudah dilakukan melalui fitur Live Chat dari Klikdokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar