Sukses

Masih Muda Tapi Sudah Pikun, Ini Penyebabnya!

Anda masih tergolong berusia muda namun sudah pelupa? Ketahui berbagai penyebab pikun di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Seberapa sering Anda lupa nama orang yang baru Anda temui beberapa saat? Atau seberapa sering Anda berusaha keras untuk mengingat nama film yang baru saja Anda tonton? Lupa adalah keadaan yang manusiawi, tetapi bila Anda masih muda dan pikun, tentunya hal ini bisa menganggu produktivitas Anda.

Pikun atau mudah lupa identik dengan penyakit orang tua. Namun, banyak gangguan dalam mengingat yang juga dialami oleh orang yang masih berusia muda. Agar Anda dapat lebih waspada dan meminimalkan risiko menjadi pelupa, kenali berbagai penyebab pikun berikut ini.

1. Terlalu banyak beban pikiran

Mudah lupa di usia muda mungkin terjadi karena Anda memiliki terlalu banyak hal yang perlu dilakukan atau dipikirkan. Ketika Anda melakukan banyak tugas sekaligus, rentang perhatian Anda terhadap tugas tersebut menjadi lebih pendek dan Anda bisa saja gagal menyerap semua informasi yang ada.

Agar memori otak Anda bisa lebih kuat, pengulangan penting dilakukan. Namun ketika Anda mengerjakan banyak hal sekaligus, pengulangan tersebut akhirnya terbengkalai, sehingga Anda akan menjadi mudah lupa.

2. Kejenuhan

Jenuh juga bisa menjadi penyebab mudah lupa. Ketika Anda jenuh, maka otak tidak akan menyerap informasi yang Anda lakukan dengan efektif. Anda akan cenderung melakukan kegiatan secara cepat, tanpa memperhatikan detail dari pekerjaan Anda.

Untuk mengelola kejenuhan, cobalah untuk banyak beristirahat dalam durasi pendek selama Anda bekerja. Anda  dapat mencoba membuat target tugas untuk diselesaikan, kemudian beristirahatlah setiap tiga jam sekali, misalnya dengan memejamkan mata selama 5-10 menit.

Selain itu, Anda juga dapat sekadar berjalan keliling kantor, berdiskusi dengan teman sejenak, atau bermain puzzle untuk meredakan kepenatan.

3. Stres

Tahukah Anda bahwa gangguan suasana hati memiliki dampak yang besar terhadap memori Anda? Stres yang terus-menerus dan mengganggu dapat menyebabkan gangguan konsentrasi dan menyebabkan Anda kesulitan untuk mengingat.

Jika Anda merasa sedang berada dalam tekanan mental, bagikanlah perasaan tersebut dengan teman Anda, misalnya dengan curhat di sela jam makan siang. Jika keluhan Anda sudah sampai menyebabkan kesedihan dan kehilangan minat untuk beraktivitas, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Anemia

Salah satu keadaan medis yang dapat menyebabkan seseorang menjadi pelupa adalah anemia, yakni kondisi dimana seseorang tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Padahal, sel darah merah memiliki fungsi untuk mengantarkan oksigen ke berbagai jaringan yang terdapat di dalam tubuh.

Berbagai gejala yang sering dikeluhkan seorang degan anemia adalah keluhan lemas, lelah dan tidak berkonsentrasi. Jenis anemia yang kerap menyerang adalah anemia defisiensi besi yang disebabkan oleh rendahnya kadar zat besi di dalam tubuh. Salah satu penyebab kekurangan besi adalah asupan yang tidak cukup bergizi.

Selain itu, anemia defisiensi besi juga dapat disebabkan oleh kehilangan darah, misalkan perdarahan menstruasi yang berat, atau perdarahan saluran cerna. Untuk mencegahnya, pastikan bahwa diet yang Anda lakukan mencakup berbagai vitamin dan zat gizi, termasuk zat besi (daging, kacang-kacangan, sereal yang difortifikasi zat besi, dan sayuran hijau), asam folat (buah-buahan dan sayuran hijau), serta vitamin B12 (daging dan produk susu).

Pikun mungkin biasa dialami oleh para lansia karena kondisi otak yang telah melemah. Namun bila kondisi ini dialami oleh Anda yang masih berusia muda, Anda perlu mengatasinya sedini mungkin. Bila tidak, kualitas otak Anda akan semakin memburuk dan akibatnya produktivitas Anda pun ikut menurun. Hindari berbagai penyebab mudah lupa di atas dan lakukan saran-saran yang dianjurkan agar Anda terhindar dari penyakit pikun.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar