Sukses

Selain Ketombe, Apa Lagi Penyebab Kepala Gatal?

Sering mengalami gatal kepala? Ternyata bukan hanya ketombe penyebabnya, lho!

Klikdokter.com, Jakarta Kulit kepala gatal terkadang bisa sangat menyiksa. Tak cukup hanya sekali, Anda dapat menggaruk kulit kepala Anda hingga berkali-kali, meski rasa gatalnya tidak selalu hilang. Banyak yang berpikir rasa gatal pada kulit kepala disebabkan oleh ketombe. Padahal tidak selalu begitu.

Ketombe alias dermatitis seboroik memang menjadi penyebab kulit kepala gatal yang paling sering terjadi. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya memiliki kulit kepala yang berminyak. Kulit kepala yang berminyak rentan menjadi tempat bertumbuhnya ragi Malassezia. Jadi, selain ketombe, apa lagi penyebab gatal pada kulit kepala yang masih jarang diketahui? Simak penjelasannya di bawah ini.

  1. Jarang keramas

Jarang keramas dapat menyebabkan kotoran dan minyak alami yang diproduksi kulit kepala menumpuk pada kulit kepala. Inilah yang dapat menyebabkan gatal.

  1. Kurang bersih membilas saat keramas

Sisa-sisa sampo yang mengendap di kulit kepala jika dibiarkan dapat menyebabkan gatal dan iritasi.

  1. Infeksi kutu

Anda dapat menjumpai kutu atau telur kutu pada rambut dan kulit kepala. Kutu atau telur ini memicu gatal sehingga Anda terus-menerus menggaruk kepala. Bila dibiarkan, dapat timbul infeksi bahkan hingga bernanah.

  1. Infeksi Jamur

Infeksi akibat jamur biasanya terjadi karena kurang bersih dalam membilas sisa sampo ataupun kulit kepala yang lembap. Misalnya pada pemakaian kerudung atau helm.

Tinea kapitis disebabkan oleh infeksi jamur Trichophyton rubrum. Kepala gatal akibat tinea kapitis harus segera diatasi. Bila tidak, rasa gatal yang terjadi akan semakin bertambah parah, bahkan disertai dengan kerontokan rambut. Ini karena jamur tinea kapitis tak hanya berkembang di kulit kepala saja, tapi dapat masuk hingga ke folikel rambut.

  1. Folikulitis

Gatal juga disebabkan oleh peradangan pada folikel rambut atau dikenal sebagai folikulitis. Bentuknya seperti jerawat yang memerah dan gatal. Jika digaruk terlalu keras bisa pecah dan mengeluarkan nanah.

  1. Iritasi atau alergi

Iritasi atau alergi bisa terjadi karena penggunaan produk kimia yang tidak cocok dengan Anda. Misalnya, hair spray, pewarna rambut, obat pengeriting, sampo, conditioner, minyak rambut, dan lain-lain.

  1. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit peradangan pada kulit yang bersifat kronis, dimana penderitanya mengalami pergantian kulit yang terlalu cepat. Kulit kepala merupakan salah satu predileksi yang sering mengalami psoriasis sehingga menyebabkan gatal pada kulit kepala.

Cara atasi gatal pada kulit kepala

Untuk mengatasi gatal pada kulit kepala, pertama ketahui sumber penyebabnya terlebih dahulu. Kalau gatal disebabkan infeksi jamur, bakteri, ataupun kutu, maka harus diobati dengan obat yang sesuai. Kalau salah obat, dapat berisiko menyebabkan infeksi yang lebih parah hingga bernanah.

Selain itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan dengan rajin keramas minimal 2 hari sekali, atau setiap hari jika dirasa perlu. Bilas rambut dan kulit kepala hingga benar-benar bersih agar tidak terjadi tumpukan sisa-sisa kotoran dan produk sampo di kulit kepala Anda.

Anda juga harus menggunakan produk rambut dan kulit kepala yang sesuai. Kalau terjadi gatal atau kemerahan, sebaiknya segera hentikan dan ganti sampo dengan produk yang sesuai. 

Itu adalah beberapa penyebab kulit kepala gatal selain ketombe. Menjaga kebersihan kulit kepala adalah kunci agar bebas gatal. Namun, jika sudah melakukan tips di atas, tapi masih mengalami gatal pada kepala, segera periksakan diri ke dokter spesialis agar dapat ditangani dengan tepat.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar