Sukses

Cara Tepat Mendukung Kaum Difabel

Ingin mendukung kaum difabel secara nyata, tetapi Anda belum tahu harus bagaimana? Ikuti saja cara berikut ini!

Klikdokter.com, Jakarta Setiap tahun, tanggal 3 Desember ditetapkan sebagai Hari Difabel Internasional. Tentu, momen ini terasa tak “mengena” di hati apabila dirayakan hanya dengan ucapan semata. Anda pasti ingin sesuatu yang lebih konkret, yang bisa mengubah kualitas hidup para difabel daripada hanya sekadar memberikan ucapan selamat di jejaring sosial.

Melakukan tindakan nyata sekecil apa pun bagi kaum difabel akan sangat berarti bagi mereka. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dilansir dari One Young World untuk mendukung para difabel demi mendapatkan hak dan kualitas hidup yang lebih baik.

  • Berdayakan difabel  

Sebagian orang umumnya hanya fokus pada keterbatasan yang dimiliki oleh kaum difabel tanpa memedulikan semangat dan keinginan mereka untuk melakukan pekerjaan. Sehingga, cukup jarang pengusaha yang mempekerjakan kaum difabel sebagai pegawainya.

Dilansir One Young World, 1 dari 5 orang dewasa difabel belum tentu dipekerjakan oleh orang lain. Dan, karena itulah, Anda bisa mencoba untuk mempekerjakan kaum difabel untuk menjadi pegawai sebagai bagian dari wujud nyata mendukung mereka.

  • Jadikan kaum difabel sebagai konsumen berharga

Produsen kerap melupakan kaum difabel sebagai konsumen, yang harus dilayani layaknya raja. Padahal, kaum minoritas terbesar di dunia seperti mereka dapat menjadi konsumen berharga dan paling setia.

Para pengusaha pun sering luput bahwa kaum difabel adalah golongan orang yang punya daya beli kuat selama mendapatkan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka.

Oleh sebab itu, coba pikirkan lagi untuk menyediakan kebutuhan dalam dua versi, yaitu versi yang diperlukan oleh orang pada umumnya dan versi yang dibutuhkan oleh orang difabel. Dengan begitu, Anda ikut memenuhi hak mereka sekaligus memberikan keuntungan bagi Anda juga.

  • Ajarkanlah keberagaman pada anak sejak dini

Memandang kaum difabel sebelah mata bisa disebabkan karena sedari kecil sebagian orang tidak diajarkan mengenai perbedaan, termasuk tentang keberadaan kaum difabel. Sehingga, ketika orang itu bertemu atau berinteraksi dengan orang yang memiliki perbedaan fisik dan kemampuan darinya, ia cenderung antipati atau menyepelekan.

Itulah mengapa, ada baiknya Anda sebagai orang tua lebih mengajarkan keberagaman kepada si Kecil. Agar saat besar nanti, mereka akan tumbuh menjadi makhluk sosial yang berempati, punya nilai toleransi, dan sangat menghargai perbedaan.

  • Pelajari apa kebiasaan para difabel

Salah satu cara untuk mengenal lebih jauh kaum difabel adalah dengan berinteraksi dengan mereka. Maka dari itu, cari tahu beberapa acara yang mungkin dihadiri oleh banyak orang difabel, supaya Anda lebih mengerti tentang kebiasaan mereka.

Selain itu, Anda juga dapat mempelajari bahasa isyarat dari berbagai negara agar lebih mudah dalam berkomunikasi dengan mereka (tuna rungu).  Dengan demikian, Anda dan mereka yang difabel dapat saling terbuka, bahkan bisa berteman baik.

  • Tingkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar

Hal terpenting yang perlu dilakukan untuk mendukung kaum difabel adalah dengan meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Misalnya, ada orang difabel yang kesulitan naik kereta Commuter Line. Nah, bantulah ia untuk naik ke dalam kereta atau turun dari kereta ke peron supaya tidak terjatuh.

Atau, saat Anda melihat tuna netra yang ragu-ragu menyeberang jalan, jangan segan untuk menawarkan bantuan supaya ia bisa sampai ke seberang jalan dengan aman. Jika ia menolak untuk dipegangi, bantuan yang bisa Anda berikan adalah menghentikan laju kendaraan yang berpotensi mencelakai dirinya.

Jadi, dalam rangka Hari Difabel Internasional, tunjukkan kepedulian yang lebih nyata dengan tips yang telah dipaparkan di atas. Jangan lupa untuk memberikan pertolongan tanpa merendahkan atau membuat mereka terlihat lemah. Karena kaum difabel juga memiliki kekuatan dan kecerdasan yang sama dengan orang pada umumnya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar