Sukses

George H.W. Bush Meninggal Akibat Vascular Parkinsonism

Amerika Serikat berduka. George H.W. Bush meninggal dunia akibat penyakit vascular Parkinsonism.

Klikdokter.com, Jakarta Presiden Amerika Serikat ke-41, George Herbert Walker Bush atau yang akrab disapa George Bush Senior meninggal dunia pada Jumat (30/11) waktu setempat. Beliau mengembuskan napas terakhirnya di usia 94 tahun akibat penyakit vascular parkinsonism.

Kabar meninggalnya Bush Senior diumumkan langsung oleh sang anak, George W. Bush, dalam sebuah pernyataan.

"George H.W. Bush adalah seorang pria dengan karakter tertinggi dan ayah terbaik bagi putra atau putrinya,” kata George W. Bush, yang juga mantan presiden Amerika Serikat.

Beberapa media luar menyebut bahwa George H.W. Bush meninggal setelah mengalami vascular parkinsonism dalam beberapa tahun terakhir. Penyakit itu adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh satu atau lebih stroke kecil.

Selain vascular parkinsonism, Bush Senior juga diketahui memiliki beberapa masalah kesehatan lain. Pada 2012, beliau tercatat pernah menghabiskan Natal di ruang perawatan intensif karena dilaporkan menderita bronkitis. Ia pun sempat dirawat di rumah sakit karena sesak napas pada Desember 2014, dan pernah mendapat penanganan medis serius di rumah sakit Maine pada 2015 setelah tulang lehernya patah akibat terjatuh.

Sekilas tentang vascular parkinsonism

Vascular parkinsonism menjadi penyakit yang jarang terdengar sebelumnya. Akan tetapi, menurut WebMD, penyakit ini biasanya menyerang orang-orang yang berusia di atas 60 tahun.

Hingga saat ini, penyebab pasti vascular parkinsonsm masih belum dapat dipastikan. Meski begitu, para ilmuwan kesehatan percaya bahwa keadaan tersebut dianggap sebagai akumulasi stroke ringan yang memengaruhi otak bagian basal ganglia. Hilangnya sel saraf secara bertahap di bagian tersebut menyebabkan penyakit Parkinson klasik.

Gejala-gejala yang mungkin timbul sebagai tanda vascular parkinsonism, meliputi: bagian bawah tubuh yang tidak stabil, otot kaku, dan berjalan dengan menyeret kaki. Semua keluhan itu dapat muncul seiring waktu atau tiba-tiba. Orang dengan vascular parkinsonism biasanya tidak memiliki tremor, yang menjadi ciri penyakit Parkinson.

Direktur Pusat Penyakit Parkinson dan Klinik Gangguan Gerakan di Baylor College of Medicine, Joseph Jankovic, MD, menyebut bahwa vascular parkinsonism menjadi sangat berbahaya karena banyak yang menganggap gejalanya sebagai tanda dari penuaan alami. Hal inilah yang membuat penyakit tersebut sering tidak tertangani dengan baik.

“Orang-orang berkata, 'saya semakin tua'. Tetapi, jika mereka memerlukan bantuan saat berjalan, itu seharusnya menjadi tanda bahwa ada hal lain yang sedang terjadi di samping penuaan biasa,” kata Jankovic.

"Ini mungkin jauh lebih umum daripada yang kita pikirkan. Saya melihat pasien di jalan dengan gaya berjalan seperti menyeret kaki, dan saya ingin tahu apakah mereka pernah mendapatkan pemeriksaan," lanjutnya.

Jankovic berkata, mereka yang mengalami gejala yang identik dengan penyakit vascular parkinsonism perlu segera mendapatkan perawatan untuk mencegah perburukan kondisi. Perawatan tersebut difokuskan pada mengurangi kemungkinan strok lebih banyak. Hal ini membuat pasien harus melakukan diet rendah garam, rendah lemak, berhenti merokok, serta mengontrol diabetes, dan hipertensi.

"Banyak pasien dengan vascular parkinsonism dapat bertahan hidup tanpa perkembangan gejala yang signifikan, terutama jika faktor risiko strok diminimalkan," pungkas Jankovic.

Berkaca dari penyakit yang menimpa George H.W. Bush hingga membuatnya tutup usia, Anda perlu untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan dengan saksama. Jika merasakan gejala atau perubahan fungsi tubuh yang merujuk pada vascular parkinsonism, segera periksakanlah diri ke dokter.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar